BACAAJA, BATANG – Perjalanan malam yang seharusnya biasa berubah jadi kabar duka. Seorang sopir travel jurusan Wonogiri–Jakarta ditemukan meninggal dunia di toilet SPBU Sambong. Kejadian ini langsung bikin warga sekitar kaget.
Korban diketahui bernama Nanang Budiarto. Ia berusia 43 tahun dan bekerja sebagai sopir travel. Kendaraan yang dibawanya jenis Isuzu Elf.
Peristiwa ini terjadi pada Selasa dini hari. Laporan pertama masuk sekitar pukul 00.15 WIB. Informasi disampaikan melalui call center kepolisian.
Petugas dari Polres Batang langsung bergerak cepat. Tim yang dipimpin Kapolsek Batang menuju lokasi. Penanganan awal langsung dilakukan di tempat kejadian.
Setibanya di lokasi, korban sudah dalam kondisi tergeletak. Posisinya berada di depan pintu belakang toilet SPBU. Situasi tersebut membuat saksi semakin panik.
Saksi pertama bernama Heri Santoso sempat melihat travel terparkir. Ia juga melihat korban masuk ke toilet. Namun korban tidak kunjung keluar.
Karena curiga, saksi mencoba mengecek ke dalam. Saat itulah korban ditemukan dalam posisi tertelungkup. Kondisinya sudah tidak bergerak.
Heri langsung memanggil warga lain di sekitar lokasi. Beberapa saksi lain ikut membantu memastikan kondisi korban. Situasi pun langsung dilaporkan ke polisi.
Petugas kemudian mengamankan lokasi kejadian. Pendataan saksi dilakukan secara menyeluruh. Proses ini penting untuk memastikan kronologi.
Tim medis juga segera dilibatkan. Pemeriksaan awal dilakukan di tempat. Hasilnya, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.
Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD Kalisari Batang. Pemeriksaan lanjutan dilakukan oleh tim medis. Hal ini untuk memastikan penyebab kematian.
Dari hasil awal, tidak ditemukan tanda kekerasan. Namun terdapat lebam pada bagian wajah. Kondisi ini masih dalam kajian medis.
Keterangan dari petugas medis turut memperkuat hasil pemeriksaan. Tidak ada indikasi kekerasan fisik. Dugaan mengarah pada kondisi kesehatan korban.
Rekan korban menyebut ia memiliki riwayat tekanan darah tinggi. Informasi ini menjadi salah satu petunjuk penting. Polisi pun mencatat keterangan tersebut.
Di dalam kendaraan korban juga ditemukan obat. Jenisnya Simvastatin yang biasa digunakan untuk kolesterol. Hal ini memperkuat dugaan faktor kesehatan.
Perjalanan yang seharusnya rutin berubah jadi tragedi. Rekan kerja korban ikut merasa kehilangan. Mereka tidak menyangka kejadian ini terjadi mendadak.
Kasus ini juga jadi pengingat bagi para sopir. Kondisi kesehatan sangat penting saat bekerja di jalan. Apalagi untuk perjalanan jarak jauh.
Polisi memastikan proses penanganan berjalan sesuai prosedur. Tidak ada hal mencurigakan yang ditemukan sejauh ini. Namun penyelidikan tetap dilakukan.
Pihak keluarga korban juga akan diberi penjelasan lengkap. Proses komunikasi dilakukan secara hati-hati. Hal ini untuk menjaga kondisi keluarga.
Peristiwa ini menyisakan duka mendalam. Terutama bagi keluarga yang ditinggalkan. Perjalanan hidup korban pun berakhir di tempat yang tak terduga.
Kejadian ini jadi potret nyata risiko di balik pekerjaan sopir. Di balik setir, ada tanggung jawab besar dan kondisi fisik yang harus dijaga. Semua berharap kejadian serupa tidak terulang lagi. (*)


