Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: “Solusi Gila” Undip Atasi Rob di Semarang: Ubah Air Rob Jadi Layak Minum
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Info

“Solusi Gila” Undip Atasi Rob di Semarang: Ubah Air Rob Jadi Layak Minum

R. Izra
Last updated: Oktober 30, 2025 4:50 pm
By R. Izra
2 Min Read
Share
Kondisi banjir rob yang menggenang di sebagian wiayah pesisir Kota Semarang dan Kabupaten Demak yang terus mengalami peningkatan dalam setiap tahunnya. Banjir dan rob ini, terjadi karena selain faktor alam (perubahan iklim) juga karena faktor kesalahan manusia mengelola alam. Foto: ilustrasi banjir Semarang
Kondisi banjir rob yang menggenang di sebagian wiayah pesisir Kota Semarang dan Kabupaten Demak yang terus mengalami peningkatan dalam setiap tahunnya. Banjir dan rob ini, terjadi karena selain faktor alam (perubahan iklim) juga karena faktor kesalahan manusia mengelola alam. Foto: ilustrasi banjir Semarang
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Banjir dan rob terus menghantui kawasan Pantura Jateng. Berbagai upaya telah dilakukan, tapi belum ada yang benar-benar jitu.

Selama ini pemerintah nawarin solusi dengan tanggul laut hingga mengerahkan pompa penyedot. Tapi Universitas Diponegoro (Undip) menawarkan ide lain.

Tawaran Undip ini adalah mengubah air rob jadi air siap minum lewat sistem desalinasi. Ini desalinasi skala besar yang digadang mampu mengolah air dalam jumlah banyak.

Nantinya air yang disedot melalui pompa dan ditampung dalam kolam retensi, kemudian diolah dijadikan air siap minum bagi kawasan industri di Pantura.

Wakil Rektor Undip, Wijayanto bilang, desalinasi bukan sekadar teori kampus. Teknologi ini sudah dipakai di berbagai daerah, bahkan oleh BNPB.

Dia ingin inovasi Undip benar-benar berdampak. Bukan cuma berhenti di penelitian.

Dari sisi teknis, Prof. I Nyoman Widiasa, pakar desalinasi Undip, menjelaskan kolam retensi di Demak dan sekitarnya selama ini cuma jadi tempat penampungan air rob dan hujan.

Padahal, air payau ringan di sana bisa diolah. Kalau dimanfaatkan, kolam retensi bukan cuma mengurangi banjir tapi juga jadi sumber air untuk kawasan industri.

Sehingga, desalinasi punya fungsi ganda. “Menyediakan air minum sekaligus dapat mengurangi rob dan banjir,” katanya dalam diskusi di FISIP Undip, Rabu (29/10/2025).

Ptogram desalinasi ini bisa menjadi bagian dari penangangan rob dan banjir secara holistik selain dengan giant sea wall dan program lain.

Gagasan itu langsung disambut PT Tirta Utama Jawa Tengah. Perusahaan ini punya pengalaman mengelola SPAM di Solo Raya yang tantangan cukup kompleks.

Direktur Utamanya, Aji Setya Budi, menyatakan siap menjadi pionir membangun fasilitas desalinasi skala besar di Pantura.

Potensinya besar. “Air dari kolam retensi bisa disalurkan ke kawasan industri bahkan sampai Kudus,” ujarnya.

Dia mengklaim, secara ekonomi, hitungannya juga masuk akal. Artinya, di atas kertas, potensi desalinasi tersebut cukup menjanjikan.

Program desalinasi skala kecil sebenarnya sudah berjapan di beberapa daerah. Di antaranya di Pekalongan, Brebes, dan Demak.

Tapi kalau desalinasi skala besar tentu tantangannya beda. Apakah ide ini bakal benar-benar diwujudkan? Atau cuma jadi wacana manis yang tenggelam pas musim hujan datang lagi? (bae)

You Might Also Like

Demo Solidaritas Ojol di Semarang Ricuh, 10 Orang Diciduk Polisi

Piala Dunia 2026: 17 Negara Sudah Lolos, Asia Bawa Dua Debutan

Kasus Striptis di Karaoke Semarang, Bawahan Jadi Tersangka ‘Otaknya’ Tak Tersentuh

Gubernur Jateng soal Desakan Mundur Bupati Pati: Mekanismenya Lewat DPRD

Warga Binaan Lapas Semarang Terima Remisi Khusus Imlek

TAGGED:banjir rob semarangdesalinasiheadlinelipsuslipsus bacaajasolusi robundip
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Dua Pelajar Banjarnegara Bikin Heboh Panggung Literasi Nasional
Next Article Ketua DPR RI Puan Maharani. Pemulangan Korban Online Scam, Puan: Harus Disertai Solusi Lapangan Kerja

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi penumpang kereta api mencari tempat duduk sesuai yang tertera di tiket miliknya.

Angkutan Lebaran Usai, Penumpang Kereta Daop 4 Melonjak 14 Persen

Gedung KONI Manado runtuh setelah diguncang gempa bumi pada Kamis (2/4/2026).

Gempa Sulut-Malut: 1 Korban Jiwa, 2.200 Warga Mengungsi

Jumat Buat Muslimah, Amalan Ringan Tapi Pahalanya Nggak Main-main

Tiga Prajurit Gugur, MUI Ajak Salat Gaib Bersama

Campak Mulai Ngegas Lagi, Jateng Siaga Jangan Anggap Remeh

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Maryam, eks-napiter (bercadar) berfoto bersama petugas, sebelum dideportasi ke Malaysia melalui Bandara Ahmad Yani Semarang, Sabtu (3/1/2026).
Hukum

Bebas dari Lapas, Napiter Perempuan Asal Malaysia Langsung Dideportasi dari Semarang

Januari 3, 2026
Info

Truk Kecelakaan Belum Dievakuasi, Kemacetan Tugurejo Mengular

Januari 7, 2026
Info

El Mencho Tewas, Meksiko Mendadak Mencekam Total

Februari 24, 2026
Info

Polda Petakan 4 Zona “Lampu Merah” di Jateng

Maret 13, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: “Solusi Gila” Undip Atasi Rob di Semarang: Ubah Air Rob Jadi Layak Minum
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?