BACAAJA, SEMARANG – Perjalanan mudik selalu identik dengan jarak jauh dan waktu tempuh yang tidak sebentar. Karena itu, pemudik perlu menyiapkan banyak hal sebelum berangkat ke kampung halaman. Bukan cuma fisik dan kendaraan, menyimpan nomor darurat juga penting supaya perjalanan tetap aman.
Selain memastikan kondisi tubuh fit dan kendaraan siap jalan, pemudik juga disarankan mencatat kontak layanan penting. Nomor seperti layanan jalan tol, polisi, hingga ambulans bisa sangat membantu kalau terjadi kendala di perjalanan. Hal kecil ini sering dianggap sepele, padahal bisa jadi penyelamat saat situasi darurat muncul.
Arus mudik Lebaran biasanya membuat jalan tol dipenuhi kendaraan dari berbagai arah. Volume lalu lintas melonjak drastis dan potensi gangguan di jalan ikut meningkat. Di situasi seperti ini, pemudik perlu tahu apa yang harus dilakukan kalau tiba-tiba mengalami masalah.
Melalui kampanye keselamatan mudik, Jasa Marga bersama Kementerian Pekerjaan Umum mengingatkan masyarakat agar lebih siap menghadapi perjalanan jauh. Salah satu caranya dengan mengenali kondisi darurat yang bisa terjadi di jalan tol. Selain itu, pengemudi juga diminta menyimpan nomor kontak penting yang bisa dihubungi kapan saja.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan pemudik selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Dengan informasi yang jelas, pengendara bisa segera mengambil keputusan saat menghadapi gangguan di jalan. Respons cepat tentu bisa mencegah situasi menjadi lebih berbahaya.
Beberapa kondisi yang termasuk darurat di jalan tol sebenarnya cukup sering terjadi. Misalnya kecelakaan lalu lintas yang membuat kendaraan harus berhenti mendadak. Selain itu, gangguan kendaraan seperti ban pecah atau mesin mogok juga kerap dialami pemudik.
Kondisi lain yang juga termasuk darurat adalah kejadian luar biasa atau force majeure. Contohnya bencana alam atau situasi yang membuat kendaraan tidak bisa melanjutkan perjalanan. Dalam kondisi seperti itu, pengemudi diminta tetap tenang dan tidak panik.
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah menepi ke bahu jalan dengan hati-hati. Pastikan kendaraan berhenti di tempat yang aman dan tidak mengganggu arus lalu lintas. Setelah itu, pengemudi perlu menyalakan lampu hazard sebagai tanda peringatan bagi kendaraan lain.
Pengemudi juga dianjurkan memasang segitiga pengaman sekitar 50 meter dari kendaraan. Tanda ini penting supaya pengendara lain bisa melihat dari jarak jauh. Dengan begitu, risiko kecelakaan lanjutan bisa diminimalkan.
Setelah kondisi aman, pengemudi bisa langsung menghubungi nomor layanan darurat. Ada beberapa nomor penting yang sebaiknya disimpan di ponsel sebelum berangkat mudik. Nomor tersebut akan mempermudah pemudik mendapatkan bantuan dengan cepat di tengah perjalanan.
Salah satu nomor yang penting dicatat adalah 133 sebagai Call Center Jasa Marga. Nomor ini bisa dihubungi jika terjadi kendala di jalan tol. Selain itu, ada juga nomor 135 untuk layanan Pertamina jika kendaraan membutuhkan bantuan terkait bahan bakar.
Untuk kondisi yang berkaitan dengan keamanan, pemudik bisa menghubungi nomor 110 milik kepolisian. Jika terjadi kebakaran, nomor 113 milik pemadam kebakaran bisa segera dihubungi. Kedua layanan ini tersedia untuk membantu situasi darurat di perjalanan.
Pemudik juga bisa menghubungi Basarnas melalui nomor 115 jika membutuhkan bantuan penyelamatan. Sementara itu, untuk kebutuhan medis darurat tersedia nomor 119 yang terhubung dengan layanan ambulans Kementerian Kesehatan. Nomor ini sangat penting jika ada penumpang yang tiba-tiba sakit di perjalanan.
Selain itu, ada juga nomor 117 milik BNPB untuk situasi kebencanaan. Pemudik juga dapat menghubungi nomor 158 dari Kementerian Pekerjaan Umum dan 151 dari Kementerian Perhubungan. Semua nomor tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat saat menghadapi kondisi darurat di jalan.
Dengan menyimpan nomor-nomor penting tersebut, pemudik tidak perlu panik saat menghadapi masalah. Bantuan bisa segera dihubungi tanpa harus mencari informasi di tengah kondisi darurat. Persiapan kecil seperti ini bisa membuat perjalanan mudik terasa jauh lebih aman dan tenang. (*)


