BACAAJA, BANJARNEGARA – Sebuah insiden tabrak lari di kawasan Gumiwang kembali jadi perbincangan warga, apalagi setelah Sat Lantas Polres Banjarnegara bergerak cepat mengamankan pengendara yang diduga kabur dari lokasi. Kejadian subuh itu meninggalkan banyak tanda tanya, sampai akhirnya polisi mengungkap pelakunya.
Peristiwa ini bermula saat sebuah mobil melintas di depan cucian Vandama, Jalan Raya Gumiwang, Kecamatan Purwanegara. Waktu itu sekitar pukul 04.00 WIB, suasana masih sepi. Namun di tengah sunyi itu, terjadi kecelakaan yang menewaskan seorang pengendara motor.
Kasat Lantas Polres Banjarnegara, AKP Rohmat Setyadi, menjelaskan bahwa laporan pertama diterima di Pos Lantas Bawang sekitar pukul 06.10 WIB. Informasi kejadian ini juga cepat beredar di media sosial, membuat polisi bergerak lebih cepat.
Begitu laporan diterima, Unit Gakkum Sat Lantas langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan. Mereka mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa sekitar lokasi, dan menelusuri rekaman CCTV yang ada.
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan bahwa mobil bernomor polisi Z-12xx-TX terlibat kecelakaan dengan sepeda motor berpelat R-42xx-ZD. Pengemudi motor itu diketahui bernama Ibnu Malik, warga Gumiwang berusia 63 tahun.
Ibnu sempat mendapat perawatan medis di PKU Muhammadiyah, namun nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal sekitar pukul 05.30 WIB. Polisi kemudian meningkatkan pencarian terhadap pengendara mobil yang saat itu tak berhenti maupun menolong korban.
Pengemudi mobil itu diketahui berinisial IS, 27 tahun, warga Pagedongan. Setelah kecelakaan, IS tidak melapor ke kantor polisi terdekat. Hal ini membuat Unit Gakkum memperluas pencarian.
Penelusuran polisi akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 12.30 WIB, anggota Sat Lantas berhasil menemukan IS di rumah orang tuanya di Desa Kutawuluh, Purwanegara. Ia langsung diamankan bersama barang bukti mobilnya.
Kasat Lantas menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan sesuai prosedur, mengingat kelalaian IS menyebabkan korban meninggal dunia dan yang bersangkutan meninggalkan tempat kejadian.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan lokasi kecelakaan, sekecil apa pun kejadiannya. Selain berdampak pada keselamatan, tindakan kabur justru memperberat proses hukum.
Insiden ini menjadi pengingat tentang pentingnya tanggung jawab di jalan raya. Kecelakaan bisa terjadi kapan saja, namun keputusan setelahnya menentukan panjang pendeknya persoalan.
Sat Lantas Polres Banjarnegara memastikan kasus ini ditangani secara transparan sesuai aturan yang berlaku. Mereka juga terus mengajak masyarakat untuk berhati-hati, apalagi di jam-jam rawan seperti dini hari.
Dalam waktu kurang dari sehari, pelaku dan barang bukti berhasil diamankan. Penanganan cepat ini diapresiasi warga yang mengikuti perkembangan melalui media sosial.
Kecelakaan di Gumiwang ini kembali membuka percakapan soal disiplin berkendara. Banyak warga berharap kasus seperti ini bisa menekan angka pelanggaran, terutama tabrak lari yang sering merugikan korban dan keluarga.
IS kini tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami kronologi lengkap serta kondisi kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut.
Masyarakat di sekitar lokasi kejadian sempat terkejut dengan ramainya petugas yang mendatangi rumah orang tua IS. Namun hal itu menandakan bahwa penanganan hukum berjalan sesuai prosedur.
Kasus ini diharapkan memberi efek jera bagi pengendara yang abai terhadap keselamatan. Polisi juga meminta masyarakat melaporkan jika melihat kecelakaan, agar penanganan bisa dilakukan cepat.
Warga Gumiwang dan sekitarnya kini sedikit lega setelah pelaku berhasil ditemukan. Meski begitu, mereka tetap berduka atas meninggalnya almarhum Ibnu Malik yang dikenal sebagai sosok yang ramah.
Sat Lantas menambahkan bahwa hasil olah TKP dan pemeriksaan barang bukti akan disampaikan setelah proses penyelidikan selesai. Untuk saat ini, mobil IS diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus tabrak lari yang harus ditangani dengan serius. Edukasi keselamatan lalu lintas kembali digaungkan agar kasus serupa tak terulang.
Dalam konferensi persnya, Kasat Lantas menegaskan bahwa siapa pun pengendara, wajib berhenti dan menolong korban jika terjadi kecelakaan.
Dengan kejadian ini, masyarakat diimbau lebih waspada ketika berkendara di dini hari, terutama di kawasan jalan raya yang cenderung sepi.
Kasus tabrak lari di Gumiwang menjadi contoh nyata bagaimana teknologi CCTV membantu polisi menangani kasus dengan cepat. Rekaman tersebut menjadi bukti kunci mengidentifikasi kendaraan.
Kini, proses hukum tinggal menunggu hasil pemeriksaan lengkap. IS dipastikan akan menghadapi konsekuensi dari tindakannya yang meninggalkan TKP.
Kepolisian juga meminta dukungan masyarakat agar menjaga keselamatan di jalan dan meningkatkan kepedulian saat terjadi kecelakaan.
Semua pihak berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bersama. Berkendara dengan hati-hati dan penuh tanggung jawab adalah kunci mencegah tragedi di jalan raya.
Kasus yang menimpa Ibnu Malik ini menjadi pengingat bahwa satu kelalaian dapat berdampak besar bagi keluarga yang ditinggal.
Kasat Lantas juga memastikan bahwa keluarga korban mendapatkan pendampingan informasi terkait proses hukum yang berjalan.
Dengan diamankannya IS, polisi menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi pelaku tabrak lari untuk lolos dari pertanggungjawaban.
Warga Gumiwang kini menunggu hasil akhir dari pemeriksaan sambil berharap keadilan ditegakkan sesuai aturan.
Di tengah ramainya kasus ini, polisi kembali mengingatkan pentingnya etika berkendara dan kewajiban menolong sesama pengguna jalan. (*)


