BACAAJA, JAKARTA – Siapa sangka, urusan yang biasanya bikin orang ngos-ngosan karena antrian panjang, justru bisa selesai secepet kedipan mata di Dubai. Perpanjang SIM di sana cuma butuh… tiga menit. Iya, tiga menit—bahkan mie instan aja masih ngeluarin embun panas di menit segitu.
Perpanjangan SIM di Dubai memang beda level. Warga UEA dan GCCC cukup memperbarui setiap 10 tahun, sementara penduduk lain lima tahun sekali. Dan serunya lagi, sebagian besar proses ini bisa dilakukan online tanpa ribet.
Sebelum perpanjangan, semua denda wajib diberesin dulu. Kalau telat, ada denda 10 AED per bulan, maksimal 500 AED. Aturannya jelas, tapi prosesnya tetap dibuat gampang.
Yang bikin makin keren, Dubai punya mesin otomatis bernama RTA Smart Kiosk. Mesin ini bagian dari visi “Kota Cerdas Dubai”, dan dibuat supaya layanan publik bisa diakses cepat, simpel, dan tanpa tatap muka berjam-jam.
Cara pakainya juga nggak bikin pusing. Kamu tinggal verifikasi identitas di mesin, bayar pakai kartu debit atau kredit, lalu… SIM baru langsung dicetak saat itu juga. Real time. Tiga menit jadi. Bahkan pilih bahasa pun tersedia biar makin nyaman.
Smart Kiosk ini banyak ditemui di spot yang gampang dijangkau—mal, stasiun metro, pusat layanan pemerintah, sampai area publik. Dan hampir semuanya beroperasi 24 jam. Mau perpanjang SIM jam 2 pagi? Bisa banget.
Kemudahan ini sempat viral setelah pengguna Instagram, Tetiana Skoryna, memamerkan betapa ngebutnya proses perpanjangan SIM di Dubai. Dari scan identitas sampai cetak kartu, semuanya selesai sebelum kamu sempat ngaduk mie instan dua kali.
Kalau semua layanan publik sepraktis ini, mungkin hidup terasa jauh lebih ringan. Dubai lagi-lagi buktiin bahwa inovasi kecil bisa bikin pengalaman warganya jauh lebih nyaman. (*)


