Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Microlibrary Warak Kayu Semarang: Ngabuburit Gratis & Nyaman, Luber Pengetahuan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Info

Microlibrary Warak Kayu Semarang: Ngabuburit Gratis & Nyaman, Luber Pengetahuan

R. Izra
Last updated: Februari 26, 2026 7:59 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
Pengunjung sedang membaca buku di Warak Kayu, Rabu (25/2/2026). (dul)
Pengunjung sedang membaca buku di Warak Kayu, Rabu (25/2/2026). (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Menunggu waktu berbuka puasa di tengah kota biasanya identik dengan keramaian war takjil atau kafe penuh pengunjung. Tapi di sudut Taman Kasmaran, ada satu tempat yang menawarkan cara ngabuburit yang lebih tenang: duduk santai di perpustakaan kayu yang estetik.

Namanya Microlibrary Warak Kayu. Bangunan mungil berbahan kayu ini sering bikin orang berhenti sejenak, entah sekadar foto, membaca buku, atau ngobrol santai sambil menunggu azan Maghrib.

Lokasinya memang strategis. Di tengah taman yang rindang, bangunan ini berdiri seperti rumah panggung kecil yang terasa adem.

Bacaaja: Hidden Gem Perbukuan di Semarang, ‘Books Bos’ Sediain Buku Impor Harga Lokal
Bacaaja: War Takjil Muladi Dome, Bukan Sekadar Bazar! Tetap Ramai meski Diguyur Hujan

Begitu masuk, pengunjung langsung disambut suasana yang rapi, bersih, dan tenang. Ada satu aturan unik juga: siapa pun yang masuk harus melepas alas kaki dan memakai kaus kaki.

Dari luar saja, bangunannya sudah terlihat beda. Fasadnya memakai pola wajik yang menyerupai sisik, terinspirasi dari motif warak, ikon budaya khas Kota Semarang.

Selain jadi elemen estetika, pola itu juga berfungsi sebagai ventilasi alami, bikin udara di dalam tetap sejuk.

Konsepnya sederhana tapi efektif: perpustakaan kecil yang ramah anak, nyaman untuk membaca, sekaligus menarik buat foto-foto.

Nggak heran kalau banyak orang datang bukan hanya untuk membaca buku, tapi juga sekadar duduk santai menikmati suasana sore.

Bukan sekadar perpustakaan: ngabuburit tenang, tambah pengetahuan

Dari pantauan di lokasi, suasana di dalam microlibrary terasa jauh dari kata sumpek. Kursi dan sudut baca tertata rapi, pengunjung pun dibatasi jumlahnya agar tidak terlalu ramai.

Faishol (26), salah satu pengunjung, mengaku sengaja datang ke tempat ini untuk ngabuburit.

“Recommended banget. Pertama, gratis. Kedua, nggak terlalu rame dan bersih. Jadi enak buat nunggu buka,” katanya sambil mengenakan sepatu setelah keluar dari ruangan, Rabu (25/2/2026).

Meski begitu, ada satu catatan kecil. Perpustakaan ini biasanya tutup sekitar pukul 16.00 WIB. Jadi buat yang ingin menunggu azan Maghrib, setidaknya bisa mampir lebih dulu untuk mengisi waktu sore.

Walaupun terbuka untuk umum dan tanpa biaya masuk, pengelola tetap menerapkan beberapa aturan supaya kenyamanan tetap terjaga.

Selain wajib memakai kaus kaki, jumlah pengunjung juga dibatasi setiap sesi. Tujuannya sederhana: supaya suasana tetap kondusif untuk membaca.

Aturan ini justru bikin pengalaman di dalam terasa lebih nyaman dibanding ruang publik yang biasanya penuh sesak.

Menariknya, Microlibrary Warak Kayu bukan cuma dikenal di Semarang. Bangunan ini juga sempat mendapat perhatian dari dunia arsitektur internasional karena desainnya yang unik dan penggunaan material kayu yang berkelanjutan.

Konsep ramah lingkungan itu membuatnya mendapat sejumlah pengakuan dan sertifikasi terkait pengelolaan kayu.

Lokasi strategis, gampang dijangkau dari mana saja

Lokasinya berada di sekitar Jalan Dr. Sutomo, tepatnya di area Kampung Pelangi. Dari pusat kota Semarang, tempat ini bisa dijangkau dengan cukup mudah.

Bagi warga yang ingin mencari alternatif ngabuburit selain berburu takjil atau nongkrong di kafe, perpustakaan kayu ini bisa jadi pilihan.

Tenang, adem, gratis, dan tetap estetik. Satu syaratnya cuma satu: jangan lupa pakai kaus kaki. (*)

You Might Also Like

Januari Belum Kelar, Bencana Sudah 45 Kali Nyapa Jateng

Respati Hadiri Localfest: Bikin Solo Makin Hype, Industri Kreatif Siap Ngebut!

Dari Wamen Jadi Tersangka: Drama Immanuel Ebenezer & 10 Nama Lain di Skandal Sertifikat K3

Bukan Cuma Geser Kursi, Rotasi Pemkot Semarang Disebut Ajang Regenerasi

PON Beladiri Bakal Jadi Agenda Rutin Tiap Dua Tahun

TAGGED:kampung pelangimicrolibrary warak kayungabuburitperpustakaanSemarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri. PDIP Bantah Narasi MBG Tak Pakai Dana Pendidikan: di Perpres APBN Angkanya Jelas
Next Article Pencipta lagu legendaris 'Darah Juang', John Tobing tutup usia di Yogyakarta. Selamat Jalan John Tobing! Pencipta Lagu ‘Darah Juang’ Tutup Usia di Jogja

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Publik Bicara Setahun Agustina-Iswar: Jalan Bolong-bolong, Masih Langganan Banjir

Regulasi Tar-Nikotin: Adaptasi Bijak untuk Ekosistem Tembakau Nusantara

IGD Yowari Memanas, Emosi Keluarga Pasien Meledak, Dokter dan Perawat Dianiaya

Takjil Simpel Murah Meriah, Pahalanya Tetap Ngalir

Ngebut Lawan Arah, Calya Hitam Bikin Geger

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Semeru Erupsi Lagi, Puan: Utamakan Nyawa Warga & Pendaki, Bukan Konten

November 20, 2025
Hukum

Broker dan Bankir Kompak Tilap Kredit, Kerugian Negara Capai Rp15,9 Miliar

Oktober 13, 2025
Daerah

Pemkot Semarang Gandeng Pesantren Kelola Sampah, Wujudkan Habit Lingkungan Bersih

Juli 29, 2025
Ekonomi

Perdana! Flight Internasional Kuala Lumpur-Semarang Ludes Terjual

September 4, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Microlibrary Warak Kayu Semarang: Ngabuburit Gratis & Nyaman, Luber Pengetahuan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?