BACAAJA, SEMARANG – Provinsi Jawa Tengah jadi provinsi paling tinggi terjadi kasus menonjol penyajian Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wilayah II. Jumlahnya ada 22 kasus selama periode Januari – Februari. Menu Ramadan jadi catatan tersendiri menu yang disajikan di bawah standar.
Berdasarkan data yang dipaparkan Badan Gizi Nasional (BGN) di Kompleks Gubernuran, Selasa (3/3/2026), kejadian menonjol di wilayah II tertinggi selanjutnya adalah Jawa Timur 11 kasus, Jawa Barat 2 kasus, DI Yogyakarta 3 kasus, Banten dan Jakarta masing-masing 1 kasus.
“Periode Januari – Februari di sini tertinggi (kasus) di wilayah II,” kata Kepala BGN Dadan Hindayana di Gedung Gradika, Kompleks Pemprov Jateng, Kota Semarang, Selasa (3/3/2026).
Dari data tersebut, pihaknya akan melakukan evaluasi, investigasi kejadian tersebut.
“Kalau tidak sesuai (SPPGnya jelek) bisa ditutup sementara,” sambungnya.
Penutupan sementara, sebutnya, tidak bisa dipastikan berapa lama waktunya. Hasail evaluasi, investigasi, menentukan cepat lambatnya SPPG itu bisa beroperasi kembali.
Terkait persoalan SPPG, sebut Dadan, di antaranya; masakan menimbulkan sakit bagi anak, kualitas kurang bagus, belum mempunyai Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) hingga belum mengajukan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Dia tak membantah menu kering saat Ramadan ini jadi catatan tersendiri banyaknya laporan yang masuk. “Jadi catatan tersendiri, kita berharap makanan siap saji yang berkualitas, kearifan lokal dan tahan lama. Rupanya masih banyak SPPG yang kesulitan menentukan menu berkualitas, lokal dan tahan lama,” ungkapnya.
Sementara itu, pada kegiatan yang digelar di Semarang itu, sejumlah menteri hingga pejabat pemprov, kota, kabupaten juga hadir. Dadan mengatakan pemerintah daerah, bupati, wali kota bisa melakukan pengawasan berjalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Ada satgas pemda, salah satu fungsinya monitoring,” kata Dadan.
Wakil Gubernur Jateng sekaligus Ketua Satgas Percepatan MBG Jateng Taj Yasin Maimoen tak membantah menu MBG saat Ramadan ini banyak menuai kritik.
“Tadi sudah disampaikan, nanti kita akan tindaklanjuti, karena sudah ada keputusan menteri, nanti kami tindaklanjuti. Kami berharap kepada masyarakat, untuk melaporkan aja kejadian-kejadian luar biasa terkait SPPG yang ada di Jawa Tengah,” ungkap Taj Yasin saat diwawancara usai kegiatan.


