Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: MBG Bikin Sampah Kian Menumpuk, Pemprov Jateng Akui Banyak Makanan Terbuang Sia-sia
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Info

MBG Bikin Sampah Kian Menumpuk, Pemprov Jateng Akui Banyak Makanan Terbuang Sia-sia

R. Izra
Last updated: Februari 18, 2026 10:28 am
By R. Izra
2 Min Read
Share
DARURAT SAMPAH: Sampah menggunung di TPA Jatibarang, Mijen. Kota Semarang saat ini masuk dalam kondisi darurat sampah, dengan produksi harian yang nyaris menyentuh 1.000 ton. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang jadi solusi gizi anak ternyata punya “side effect” baru: sampah makin numpuk. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akhirnya angkat suara dan mengakui produksi sampah organik dari dapur program ini memang meningkat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jateng, Widi Hartanto, bilang lonjakan sampah nggak bisa dihindari, apalagi jumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terus bertambah.

“Tentu ada pengaruhnya terhadap timbulan sampah,” ujarnya.

Bacaaja: Moody’s Turunin Outlook Utang RI Gara-gara MBG, Begini Kata Menkeu Purbaya
Bacaaja: Viral! Kepala BGN Bilang Anak Putus Sekolah karena Uang Jajan: MBG Jadi Penyelamat

Banyak MBG yang berujung jadi sampah belaka

Realitanya, nggak semua makanan MBG dimakan sampai ludes. Sisa bahan dapur plus makanan yang nggak habis otomatis jadi tumpukan baru. Meski belum ada angka pasti, Pemprov memastikan grafiknya naik.

Masalahnya, tempat pembuangan akhir (TPA) di banyak daerah sudah overload. Kalau nggak dikontrol dari awal, program bagus bisa ikut nyumbang krisis sampah.

Pemprov sekarang mendorong dapur MBG buat kelola sampah sendiri, alias jangan semuanya dilempar ke TPA.

Beberapa “jalan keluar” yang ditawarin antara lain:

  • Sisa makanan dijadikan pakan magot

  • Diolah lewat komposter

  • Dimasukkan ke lubang biopori khusus organik

Selain itu, pelatihan pengolahan sampah juga bakal digelar bareng Badan Gizi Nasional.

Program MBG jelas memunculkan PR baru soal lingkungan. Ini jadi reminder kalau kebijakan besar nggak cuma soal niat baik, eksekusinya juga harus siap, termasuk urusan sampah.

Pemprov pun menegaskan pengelolaan harus dimulai dari sumbernya. Bukan cuma dapur MBG, tapi juga sekolah dan masyarakat.

Karena kalau makanan gratis malah berakhir di tempat sampah, pertanyaannya simpel: yang salah porsinya, pengelolaannya, atau kebiasaan makannya? (*)

You Might Also Like

Awas! Beras Yang Anda Konsumsi, Premium ‘Oplosan’

Cukai Seret, Target Tinggi: Jurus Purbaya “Ajak Damai” Rokok Ilegal

Semarang Wegah Nyampah: Agustina Salut Warga Kreatif Ubah Sampah Jadi Cuan

Mauro Zijlstra, Harapan Baru Garuda dari Belanda

Nelangsa Buruh Perempuan di Semarang, Hidup dalam Ketidakpastian Sejak Dirumahkan

TAGGED:headlineMBGpemprov jatengsampahsisa makanantumpukan sampah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi pasukan Israel Defense Forces (IDF) atau tentara Israel. WNI Jadi Tentara Bayaran Israel Bikin Heboh Netizen, Kemenlu: Kami Belum Mengetahui
Next Article Ilustrasi Kartu Tanda Penduduk (KTP). Masuk Gedung Tinggalin KTP? Pelanggaran Undang-undang yang Dinormalisasi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Arak-arakan hasil bumi dalam Festival Rakyat Jogo Lemah-Urep, bersama keluarga Besar Kawulo Alit, Sabtu (04/4/2026). (ist)

Mahasiswa dan LBH Turun ke Dayunan Kendal, Solidaritas Petani Terdampak Konflik Agraria

Ilustrasi book fair atau baza buku.

Book Fair Perpusda Jateng Diserbu Mahasiswa, Buku Murah Jadi Rebutan

Pertamina Ngebut Cari Energi Alternatif: Nggak Mau Bergantung Terus

Santri Diajak Sukseskan Program Pemerintah

Prajurit TNI Jadi Korban di Lebanon, PDIP: PBB Jangan Diam, Dunia Butuh Sikap Tegas!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Jelang Lebaran, Lapas Purwodadi Gelar Razia

Maret 16, 2026
Kondisi hutan yang sudah diubah menjadi lahan sawit. Sayangnya, lahan-lahan ini dikuasai oligarki dan sekarang dalam kondisi mangkrak. Menteri Nusron hanya menonton?. Foto: Greenpeace Indonesia
Info

Prabowo Pengin Papua Jadi Kebun Sawit, Gak Belajar dari Bencana Sumatera?

Desember 17, 2025
LAPORAN KINERJA: Ketua DPR RI Puan Maharani menyerahkan laporan kinerja DPR Tahun Sidang 2024-2025 kepada Ketua MPR RI Ahmad Muzani dalam Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/10). Penyerahan laporan ini sekaligus menandai penutupan Masa Sidang I Tahun Sidang 2025-2026. (Foto: Ist)
Nasional

Tutup Masa Sidang DPR, Puan Ingatkan Demokrasi Butuh Kedewasaan, Bukan Saling Menyalahkan

Oktober 2, 2025
Hukum

Ribuan Pil Terlarang Disita dari Penghuni Kos di Purwokerto

September 23, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: MBG Bikin Sampah Kian Menumpuk, Pemprov Jateng Akui Banyak Makanan Terbuang Sia-sia
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?