BACAAJA, BALIKPAPAN- PSIS Semarang kembali harus menunggu lebih lama lagi buat cabut dari zona merah klasemen Grup Timur Liga 2 Championship 2025/2026. Menghadapi tuan rumah Persiba Balikpapan, Mahesa Jenar harus puas dengan skor kacama, 0-0.
Duel pekan ke-21 Pegadaian Championship ini sebenarnya panas dari awal. Dua tim sama-sama butuh tiga poin biar nggak deg-degan mikirin play-off. Tapi yang terjadi justru laga penuh peluang gagal dan momentum yang kebuang sia-sia.
Baca juga: Manajemen PSIS Siapkan Bonus Kemenangan
PSIS sempat buka ancaman lewat free kick Denilson di menit 19. Sayang, bolanya terlalu ramah ke pelukan kiper Persiba, Pancar Nur. Tuan rumah nggak tinggal diam. Tekanan demi tekanan datang, termasuk sepakan jarak dekat Bryan Cesar yang masih bisa ditepis Mario Londok. Babak pertama? Seru iya, gol nggak ada.
Masuk babak kedua, tempo makin naik. Denilson lagi-lagi hampir bikin gol di menit 53, tapi bola cuma lewat tipis di samping gawang. Persiba balas lewat peluang emas Takumu Nishihara, tapi Mario Londok tampil sigap.
Gol Dianulir
Drama mulai terasa di menit 64. Persiba sempat selebrasi setelah Lorensius Sabda mencetak gol dari bola rebound. Tapi eits… VAR bilang offside. Gol dianulir. Stadion sempat panas, protes berdatangan, tapi skor tak berubah.
Petaka buat PSIS datang jelang akhir laga. Ibrahim Sanjaya kena kartu kuning kedua, otomatis out. Main 10 orang di menit-menit krusial jelas bukan situasi ideal. Persiba langsung ngegas habis-habisan.
Untungnya lini belakang Mahesa Jenar tampil cukup solid sampai peluit panjang bunyi. Hasil ini bikin PSIS tetap tertahan di peringkat 9 dengan 16 poin. Selisih cuma satu angka dari Persiba di posisi 8. Zona aman? Masih jauh dari kata santai.
Baca juga: Tiga Poin Harga Mati, PSIS Janji All Out di Batakan
Pelatih PSIS, Andri Ramawi, tetap coba ambil sisi positif. Ia mengapresiasi kerja keras anak asuhnya meski target tiga poin gagal terealisasi. “Kami tetap syukuri satu poin ini dan fokus ke laga berikutnya,” ujarnya. Mario Londok juga nggak banyak alasan. Kiper andalan itu minta maaf karena gagal bawa pulang kemenangan dan janji bakal tampil lebih baik.
Di sisi lain, pelatih Persiba Leonard Tupamahu cukup puas dengan performa timnya. Ia merasa anak asuhnya dominan dan punya beberapa peluang matang, termasuk gol yang dianulir. Dengan enam laga sisa plus jeda Lebaran, ia optimistis timnya bisa bertahan.
Di klasemen, selisih cuma satu poin. Di lapangan, selisih cuma satu kartu merah. Tapi di hati suporter, rasanya beda tipis antara “nyaris menang” dan “kok gini lagi? (tebe)


