BACAAJA, BEKASI – Ajang lari lintas alam yang biasanya penuh semangat justru berubah jadi kabar duka. Seorang peserta dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti event trail run di kawasan Sentul, Bogor.
Korban diketahui bernama Roysi Adiputra Firdaus, pria 33 tahun asal Bekasi. Ia diduga mengalami kelelahan saat berlari di jalur menantang yang menjadi bagian dari lomba tersebut.
Tumbang di Tengah Jalur, Sempat Ditolong Rekan
Insiden terjadi di sekitar KM 5, tepatnya di wilayah Gunung Pipisan, Desa Bojong Koneng. Saat itu, korban tiba-tiba jatuh dan menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan.
Menurut keterangan Trias Karso Yuliantoro, korban sempat mengeluarkan busa dari mulut dan napasnya terdengar tidak normal.
Teman sesama pelari langsung berusaha memberikan pertolongan sebelum akhirnya korban dievakuasi menuju rumah sakit terdekat.
Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit, Nyawa Tak Tertolong
Korban kemudian dibawa ke RS EMC Sentul City untuk mendapatkan penanganan medis.
Tim kesehatan sempat melakukan upaya penyelamatan, namun nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. Ia dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 10.30 WIB.
Setelah itu, jenazah dibawa ke rumah duka di kawasan Cikarang untuk proses selanjutnya.
Medan Berat dan Jarak Panjang Jadi Tantangan
Event lari yang diikuti korban merupakan ajang trail run dengan jarak tempuh sekitar 28,7 kilometer. Rutenya melintasi kawasan perbukitan dengan waktu tempuh yang bisa mencapai 10 jam.
Start dilakukan sejak dini hari sekitar pukul 03.00 WIB dari Sentul Nirwana. Jalur yang dilewati mencakup desa-desa dengan kontur tanah yang cukup menantang.
Kondisi ini memang membutuhkan stamina kuat serta kesiapan fisik yang matang dari setiap peserta.
Panitia Sampaikan Duka dan Janji Evaluasi
Pihak penyelenggara melalui akun resmi Sentul Ultra menyampaikan belasungkawa atas kejadian ini. Mereka juga mengapresiasi tim medis dan pihak yang sudah berupaya memberikan pertolongan.
Dalam pernyataannya, panitia berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan acara. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan standar keselamatan di event berikutnya.
Langkah evaluasi ini diharapkan bisa mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Jadi Pengingat Pentingnya Persiapan Fisik
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa olahraga ekstrem seperti trail run bukan sekadar soal hobi atau tantangan. Ada risiko yang harus dipahami dan diantisipasi.
Kondisi tubuh, riwayat kesehatan, hingga kesiapan mental jadi faktor penting sebelum ikut event seperti ini. Jangan sampai memaksakan diri di luar batas kemampuan.
Di balik semangat berkompetisi, keselamatan tetap harus jadi prioritas utama bagi setiap peserta. (*)


