BACAAJA, CILACAP – Sore yang semestinya tenang di Jalan Tentara Pelajar, Kabupaten Cilacap, berubah jadi duka mendalam setelah kecelakaan lalu lintas maut merenggut empat nyawa di lokasi kejadian. Insiden ini melibatkan truk pengangkut semen, sebuah minibus, dan satu sepeda motor, dengan kondisi kendaraan ringsek parah dan korban berjatuhan di jalan. Warga sekitar pun sempat panik melihat situasi yang begitu kacau.
Tim Rescue BASARNAS Kantor SAR Cilacap bersama Tim SAR Gabungan bergerak cepat setelah menerima laporan dari Satlantas Polresta Cilacap sekitar pukul 16.30 WIB. Tanpa menunggu lama, satu tim rescue langsung meluncur ke lokasi membawa peralatan ekstrikasi untuk mengevakuasi para korban yang terjebak di kendaraan. Suasana di sekitar lokasi langsung dipenuhi petugas dan warga yang menyaksikan proses penyelamatan.
Komandan Tim Rescue, Nurul Fauzan, menjelaskan bahwa langkah cepat jadi kunci penanganan awal di lapangan. “Kita langsung memberangkatkan satu Tim Rescue ke lokasi kejadian lengkap dengan peralatan ekstrikasi untuk melakukan evakuasi terhadap korban laka lantas di Jalan Tentara Pelajar Kabupaten Cilacap,” ujarnya. Koordinasi lintas instansi pun langsung dilakukan agar evakuasi berjalan lancar.
Setibanya di lokasi, tim gabungan segera menyiapkan alat dan melakukan evakuasi secara terpadu. Proses ini berlangsung cukup menegangkan mengingat kondisi kendaraan yang saling bertumpuk dan korban yang terjepit. Meski begitu, petugas tetap bekerja cepat dan hati-hati demi keselamatan semua pihak.
Sekitar pukul 17.17 WIB, enam korban berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Sopir truk, M. Zainal Arifin, dan Jamaludin pengendara motor dilaporkan selamat, sementara empat penumpang minibus asal Paguyangan, Kabupaten Brebes, yakni Sumarto, Presti, Adinda Salma, dan Krisnawati, meninggal dunia di tempat. Seluruh korban kemudian dibawa ke RSUD Cilacap dan RS Fatimah Cilacap untuk penanganan lebih lanjut.
Berdasarkan keterangan awal di lapangan, kecelakaan bermula saat truk semen mencoba menghindari pejalan kaki yang menyeberang di perempatan Jalan Sengon dan Jalan Angsana. Di saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor dan minibus hingga tabrakan tak terhindarkan. Setelah seluruh korban dievakuasi, Operasi SAR resmi ditutup dan seluruh unsur dikembalikan ke satuan masing-masing. (*)


