Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Kasus Pelecehan Mantan LPAI Jalan di Tempat
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Kasus Pelecehan Mantan LPAI Jalan di Tempat

Udah ganti tahun berkali-kali, tapi kasusnya masih juga di situ-situ aja. Laporan udah masuk, bukti udah dikasih, korban udah bolak-balik dimintai keterangan. Tapi entah kenapa, keadilan kayak lagi jalan di tempat. Kasus dugaan pelecehan yang melibatkan mantan pegawai LPAI ini malah kayak hilang arah, nggak maju tapi juga nggak resmi dihentikan.

T. Budianto
Last updated: Oktober 31, 2025 5:33 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
KONFRENSI PERS: Aktivis LRC-KJHAM melakukan konferensi pers kasus pelecehan seksual di Semarang, Jumat (31/10). (Foto: bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Udah tiga tahun lebih loh. Tapi kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan mantan pegawai Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) ini belum juga kelar.

Korban juga udah bolak-balik ngasih keterangan, tapi hasilnya nihil. Pendamping korban dari Legal Resources Center-Untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRC-KJHAM), Nihayatul Mukharomah bilang, prosesnya terlalu lama. Dalam setiap gelar perkara, korban berharap ada kejelasan.

Kejelasan soal apakah kasus ini bisa naik ke tahap penyidikan atau tidak. “Tapi sampai sekarang, korban tidak mendapat kepastian apa pun,” katanya, Jumat (31/10).

Sejak lapor ke polisi November 2022 lalu, kasus ini udah tiga kali digelar. Pertama di Polda Jateng, dua kali berikutnya sampai harus ke Jakarta. Bayangin, korban dan keluarganya rela datang jauh-jauh buat cari keadilan. Tapi ujungnya tetep sama: Nggak ada arah, nggak ada keputusan. Cuma janji, “sedang diproses.”

Nunggu Labfor

Waktu ditanya Januari lalu, katanya masih nunggu hasil Labfor. Isinya soal metadata percakapan korban dan terduga pelaku. Katanya sih itu kunci buat buka jalan ke tahap berikutnya.

Tapi udah berbulan-bulan, hasilnya nggak nongol juga. Pas didesak lagi Mei kemarin, malah dibilang hasilnya udah dikirim ke Bareskrim. Terus belum ada kabar lagi.

Citra Ayu dari LRC-KJHAM nambahin, gelar perkara itu seharusnya buat memastikan ada atau enggaknya unsur pidana. “Peraturan Kapolri jelas mengatur fungsi gelar perkara untuk memastikan keakuratan dan kepastian hukum. Tapi nyatanya, hingga kini prosesnya menggantung,” ujarnya.

Nihayatul juga nyindir, hukum harusnya ngasih kepastian, bukan muter-muter kayak gini. “Kami meminta Polri, terutama Bareskrim dan Polda Jateng, segera menindaklanjuti kasus ini dengan gelar perkara lanjutan yang memberikan kepastian hukum bagi korban,” tegasnya.

Kasus kayak gini bikin miris. Korban udah berani ngomong, tapi malah dibiarkan nunggu tanpa kepastian. Padahal ada UU TPKS yang harusnya bisa jadi pelindung.

Kalau kamu di posisinya korban, masih kuat nunggu keadilan selama ini? Atau udah nyerah duluan? (bae)

You Might Also Like

Agustina Siap Bangun Jembatan di Bandarharjo

Akhir Tahun Mau Liburan? Waspada, La Nina Siap Bawa Hujan Segedhe Gaban

Free Kick Rizky Pora Jadi Mimpi Buruk

Belum Dimulai Sudah Dibatalkan! Pemerintah Gak Jadi Berlakukan Sekolah Daring

Kasus Influenza A Naik Drastis, Puan Minta Pemerintah Jangan Kecolongan

TAGGED:headlinekapolriLRC-KJHAMpolda jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Artis Onad dan Beby Terseret Kasus, Rumah Elit Jadi TKP
Next Article DPR Siap Tindaklanjuti Putusan MK soal Perempuan di Parlemen

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Tangkapan layar siaran berita debut dua sopir bus profesional asal Indonesia di Jepang, yang berangkat melalui program JIDS.

Pecah Rekor! Lulusan JIDS Jadi Sopir Bus Perempuan Asing Pertama di Jepang

Kepala Disbudpar Kota Semarang

Lebaran Monyet di Gua Kreo: Kera Berpesta di Sesaji Rewanda, Wisatawan Ikutan Seru-seruan

Niacinamide Bukan Selalu Jawaban, Ini Tiga Kondisi Stop Dulu

Banjir Brebes Gak Cuma Soal Hujan, Menteri PU: Beresi Muara Dulu

PSIS vs Persipal, Laga Hidup Mati di Jatidiri

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Mufti Anam, anggota Komisi VI DPR RI, menyoroti kondisi kritis industri gula nasional akibat praktik mafia dan kebijakan impor yang tak berpihak pada petani.
Nasional

DPR Gaspol Sahkan RUU Perampasan Aset, Bekuk Mafia Ekonomi Tanpa Ganggu Konsumen!

September 4, 2025
Bupati Pati Sudewo dilempari massa saat menemui massa aksi.
Daerah

Bupati Pati Sudewo Dilempari Massa saat Temui Demonstran: Saya Mohon Maaf

Agustus 13, 2025
Ilustrasi bandar udara (bandara).
Hukum

Bandara ‘Ilegal’ Diresmikan Jokowi, Pengamat: Negara dalam Negara

November 25, 2025
Petugas dan relawan melakukan evakuasi pohon-pohon tumbang di Jalur Pantura Kabupaten Batang, Rabu (4/3/2026) malam.
Info

Ngerinya Cuaca Esktrem di Batang: Pohon Bertumbangan, Tiga Orang Tewas

Maret 5, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kasus Pelecehan Mantan LPAI Jalan di Tempat
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?