BACAAJA, SEMARANG- Upaya pencegahan kanker leher rahim terus diperkuat Pemprov Jawa Tengah melalui program sejuta vaksin Human Papillomavirus (HPV). Program ini digencarkan lewat vaksinasi massal yang menyasar masyarakat luas, bukan cuma kelompok tertentu.
Terbaru, Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah kembali menggelar vaksinasi HPV di Kantor Dinkes Jateng, Jumat (30/1/2026). Ratusan peserta dari berbagai latar belakang tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Baca juga: Vaksin HPV Gak Masuk Anggaran? DPR: Pak Menteri, Prioritasnya Kok Berubah?
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes Jateng, Heri Purnomo menjelaskan, vaksinasi kali ini merupakan lanjutan dari peringatan Hari Korpri. Dosis pertama sendiri sudah diberikan pada 28 November 2025 lalu.
“Hari ini tindak lanjut pemberian dosis kedua, sekaligus dibuka untuk peserta baru yang belum sempat ikut sebelumnya,” jelas Heri. Awalnya, vaksin HPV ini memang dikhususkan untuk anggota Korpri. Namun melihat antusiasme tinggi dan tren peningkatan kasus kanker serviks, sasaran program akhirnya diperluas.
Peningkatan Kasus
“Awalnya untuk Korpri, tapi karena ada peningkatan kasus dan urgensinya tinggi, maka kita perluas untuk seluruh masyarakat,” ujarnya. Pada vaksinasi kali ini, jumlah peserta mencapai 682 orang, gabungan antara penerima dosis pertama dan dosis lanjutan. Menurut Heri, vaksinasi HPV merupakan langkah krusial untuk menekan laju kanker leher rahim di Jawa Tengah.
“Pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan saat penyakit sudah berkembang,” tegasnya. Ke depan, Dinkes Jateng menargetkan sejuta vaksin HPV sebagai bagian dari strategi jangka panjang pencegahan kanker serviks. Program ini akan terus dibuka untuk masyarakat umum, dengan jadwal dosis lanjutan bagi peserta dosis pertama direncanakan kembali pada April mendatang.
Baca juga: Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Pelajar Digelar Mulai Agustus, Ini Cara Ikutnya
Meski begitu, Dinkes mengakui masih ada catatan evaluasi, terutama soal antrean yang cukup padat. Penambahan petugas bakal dilakukan agar pelayanan ke depan lebih tertib dan nyaman. HPV memang nggak kelihatan di mata, tapi efeknya bisa terasa seumur hidup. Jadi sebelum sakit datang tanpa undangan, vaksin dulu, paniknya nanti dibatalin. (tebe)


