Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Jateng Gaspol Kejar Swasembada, Target 10 Juta Ton Lebih
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
DaerahEkonomi

Jateng Gaspol Kejar Swasembada, Target 10 Juta Ton Lebih

Jawa Tengah lagi tancap gas di sektor pangan. Bukan cuma panen biasa, tapi panen ngebut pakai sistem “sepur”. Konsepnya mirip kereta, panen jalan, tanam langsung nyusul di belakangnya. Efisien? Katanya sih sampai 90 persen lebih cepat.

T. Budianto
Last updated: Februari 21, 2026 3:12 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
PANEN RAYA: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi Desa melakukan panen raya padi di Desa Jambu, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang menggunakan combine harvester, Jumat (20/2/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Provinsi Jawa Tengah resmi memulai panen raya padi serentak di 35 kabupaten/kota untuk periode Januari-Maret 2026. Kick off-nya dipusatkan di Desa Jambu, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, dan dipimpin langsung Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, Jumat (20/2/2026).

Berdasarkan hitungan Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, produksi periode Januari-Maret 2026 diprediksi tembus 3,35 juta ton gabah kering giling (GKG). Naik sekitar 413 ribu ton atau 14 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.

Ambisi pun dinaikkan. Tahun 2026 ini, arah kebijakan Jateng jelas: swasembada pangan. Target luas tanam Januari-Desember 2026 dipatok 2,38 juta hektare. Hingga 18 Februari 2026, realisasinya sudah 216.098 hektare.

Baca juga: Sawah Dijagain Ketat: Jateng Main Keras demi Swasembada Pangan 2026

Target total produksi 2026? 10,55 juta ton GKG. Naik 12,22 persen dari realisasi 2025 yang ada di angka 9,3 juta ton.

“Tahun 2025 kemarin kita kontribusi 15 persen untuk nasional, 2026 harus lebih meningkat,” kata Luthfi usai panen raya, didampingi Bupati Semarang, Ngesti Nugraha dan Kepala Bulog Jateng, Sri Muniati.

Konektivitas Daerah

Buat ngejar target itu, Luthfi minta konektivitas 35 kabupaten/kota makin solid. Dari menjaga lahan pertanian, optimalisasi alat mesin, sampai “ngopeni” Gapoktan dari pembibitan, pemupukan, hingga pascapanen.

Yang paling bikin penasaran tentu sistem “sepur”. Bukan sepur dalam arti kereta api beneran, tapi pola kerja beruntun kayak gerbong nyambung.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng, Defransisco Dasilva Tavares, menjelaskan sistem ini menggabungkan panen, olah tanah, hingga tanam dalam satu rangkaian waktu.

Di depan, combine harvester panen padi. Dua sampai tiga meter di belakangnya, mesin pengolah tanah langsung bekerja. Drone menyemprot cairan dekomposer buat mempercepat jerami jadi bahan organik. Setelah itu, race transplanter masuk buat tanam ulang begitu lahan siap.

Baca juga: Perubahan APBD Jateng 2025: Tetap Fokus Infrastruktur dan Dukung Swasembada Pangan

“Saking berurutan seperti sepur atau kereta. Ini mempersingkat waktu. Jadi panen-tanam, panen-tanam,” ujarnya. Efisiensinya diklaim bisa sampai 90 persen dibanding cara manual. Lahan dua hektare bisa selesai dalam sehari. Kalau pakai tenaga manual? Bisa makan waktu sampai 10 hari.

Hasil ubinan ukuran 25 meter persegi rata-rata 6 ton per kotak. Kalau maksimal, satu hektare bisa tembus 9,6 ton, tentu dengan catatan irigasi, pupuk, dan bibitnya mendukung.

Tinggal satu hal yang selalu jadi pertanyaan klasik: apakah kesejahteraan petani ikut ngebut bareng mesin-mesin itu? Karena kalau panen makin cepat tapi nasib petani tetap jalan di tempat, jangan-jangan yang benar-benar swasembada cuma angka di laporan. (tebe)

You Might Also Like

Darurat Kesehatan Mental! Bocah SD di Demak Akhiri Hidup, Sempat Unggah Chat Dimarahi Ibu

Begini Cara Ngecek Daftar Penerima BLT Rp900.000, Buruan Cek Ya!

Ngeri, Kasus HIV di Jateng Sampe 40 Ribu

Pengangguran RI Masih 7,35 Juta, SMK Paling Banyak

Dukungan Meluas, Bantuan Besar Mengalir dari Yayasan Yudhoyono untuk Pandanarum Bangkit

TAGGED:ahmad luthfiheadlinepemprov jatengswasembada pangan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tampilan depan Mahindra Scorpio pick up, salah satu jenis kendaraan build up yang akan diimpor pemerintah dari India untuk Kopdes Merah Putih. Bukan Industri Lokal, Kopdes Merah Putih Siap Kasih Cuan Gede Pabrik Otomotif India
Next Article Pembangunan Tanggul Dikebut, Grobogan Balapan Sama Debit Air

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pembangunan Tanggul Dikebut, Grobogan Balapan Sama Debit Air

Jateng Gaspol Kejar Swasembada, Target 10 Juta Ton Lebih

Tampilan depan Mahindra Scorpio pick up, salah satu jenis kendaraan build up yang akan diimpor pemerintah dari India untuk Kopdes Merah Putih.

Bukan Industri Lokal, Kopdes Merah Putih Siap Kasih Cuan Gede Pabrik Otomotif India

Cerita Cinta dan Benturan Antargenerasi di Panggung Gemati

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington, D.C, pada Jumat (20/2/2026). (Kemenko Perekonomian)

Prabowo-Trump Sepakat: Indonesia Kena Tarif 19 Persen, Produk AS Bebas Bea Masuk RI

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basar Yanuarso.
Info

Kritik Berujung Pemecatan, Nasib Dokter Piprim usai Kritisi Kebijakan Menkes soal Kolegium

Februari 17, 2026
Ilustrasi dari AI sejumlah anak jadi korban keracunan makanan.
Info

Siswa SMPN 1 Wedi Klaten Panik setelah Santap MBG, Banyak yang Tumbang Diduga Keracunan

Oktober 8, 2025
Daerah

Pemkot Bangun Dapur Umum, Ribuan Warga Semarang Dapat Makan Gratis Tiap Hari

November 1, 2025
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan penolakannya terhadap rencana Tax Amnesty Jilid III. Ia menilai kebijakan itu bisa merusak kredibilitas pemerintah dan justru memberi insentif bagi wajib pajak nakal.
Ekonomi

Purbaya Ngaku: Suntikan Triliunan ke Himbara Belum Ngefek

Januari 1, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jateng Gaspol Kejar Swasembada, Target 10 Juta Ton Lebih
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?