BACAAJA, CILACAP – Situasi di Kabupaten Cilacap mendadak berubah setelah operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi menyeret Bupati Syamsul Auliya Rachman dan Sekda Sadmoko Danardono. Kondisi ini membuat roda pemerintahan harus segera ditata ulang. Wakil Bupati Ammy Amalia Fatma Surya langsung bergerak cepat mengambil kendali.
Ammy resmi menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas Bupati setelah menerima surat penugasan dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Surat tersebut diterimanya pada Minggu dini hari dalam situasi yang cukup mengejutkan. Meski begitu, Ammy menegaskan siap mengemban tanggung jawab memimpin pemerintahan daerah.
Ia mengaku masih cukup terkejut dengan situasi yang terjadi di lingkungan Pemkab Cilacap. “Pak Gubernur sudah menurunkan surat tugas kepada saya tadi malam tanggal 15 Maret. Mohon maaf, saya masih agak shock dengan kondisi ini,” kata Ammy usai rapat asistensi.
Namun rasa kaget itu tak membuatnya berhenti bekerja. Ammy memastikan pemerintahan tetap berjalan normal agar pelayanan publik tidak terganggu. Ia juga menegaskan akan menjalankan amanah tersebut sebaik mungkin.
“Sebagai pelaksana tugas Bupati Kabupaten Cilacap, insyaallah saya akan menjalankan kewajiban dan kewenangan sebaik-baiknya,” ujarnya. Pernyataan itu disampaikan untuk menenangkan situasi birokrasi yang sempat terguncang. Stabilitas pemerintahan menjadi prioritas utama.
Langkah pertama yang akan dilakukan Ammy adalah menunjuk pelaksana tugas Sekretaris Daerah. Posisi Sekda dianggap sangat penting karena menjadi koordinator utama jalannya birokrasi daerah. Tanpa jabatan itu, ritme administrasi pemerintahan bisa terganggu.
Sebelumnya, posisi Sekda juga ikut terseret dalam kasus yang sama. Dugaan yang mencuat berkaitan dengan permintaan tunjangan hari raya kepada sejumlah pihak. Kasus tersebut kini tengah ditangani oleh KPK.
Karena itu Ammy ingin segera memastikan posisi Sekda terisi sementara. Ia menilai jabatan ini merupakan “jantung” yang menggerakkan sistem pemerintahan daerah. Penunjukan Plt Sekda rencananya dilakukan dalam waktu dekat.
“Besok saya akan menetapkan Plt Sekretaris Daerah. Karena sekda ini adalah jantung jalannya roda pemerintahan,” kata Ammy. Dengan langkah itu, ia berharap koordinasi birokrasi tetap berjalan lancar. Pelayanan kepada masyarakat juga diharapkan tidak terganggu.
Untuk posisi tersebut, Ammy memastikan kandidatnya berasal dari pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Cilacap. Nama yang dipilih akan diputuskan berdasarkan rekam jejak dan performa kerja selama ini. Penilaian dilakukan dengan pendekatan yang objektif.
Menariknya, Ammy tidak akan membentuk tim khusus untuk menentukan siapa yang menjadi Plt Sekda. Ia merasa sudah cukup memahami kinerja para kepala organisasi perangkat daerah. Evaluasi kinerja para pejabat memang rutin dilakukan sebelumnya.
Menurutnya, selama ini evaluasi dilakukan setiap minggu maupun setiap bulan. Proses itu dilakukan bersama pimpinan daerah sebelumnya untuk melihat perkembangan kinerja OPD. Dari situlah ia sudah memiliki gambaran siapa yang layak dipercaya.
Dengan pengalaman evaluasi tersebut, Ammy merasa tidak perlu lagi membentuk tim baru. Ia hanya tinggal menentukan siapa pejabat yang paling siap menjalankan peran koordinasi birokrasi. Keputusan akan diambil dengan mempertimbangkan stabilitas pemerintahan.
Ammy juga menegaskan meski saat ini statusnya masih sebagai pelaksana tugas, tanggung jawabnya tetap besar. Ia akan tetap menjalankan fungsi kepala daerah secara maksimal. Fokus utamanya adalah memastikan pelayanan publik tidak terganggu.
Menurutnya, memang ada perbedaan kewenangan antara Plt dan bupati definitif. Namun hal itu tidak mengurangi komitmennya dalam memimpin pemerintahan. Ia ingin memastikan masyarakat tetap merasakan pelayanan yang baik.
“Memang untuk hak-haknya masih berbeda dengan bupati definitif. Tapi saya tetap akan menjalankan kewajiban dan tanggung jawab saya dengan penuh tanggung jawab,” kata Ammy. Ia juga menegaskan komitmennya untuk kesejahteraan masyarakat.
Peristiwa OTT yang terjadi memang menjadi pukulan bagi pemerintahan daerah. Namun Ammy berharap situasi ini tidak membuat kinerja birokrasi terhenti. Ia justru ingin menjadikan momen ini sebagai pengingat pentingnya integritas.
Ke depan, ia bertekad menjaga stabilitas organisasi pemerintahan. Langkah cepat menunjuk Plt Sekda menjadi bagian dari strategi tersebut. Dengan birokrasi yang tetap solid, roda pemerintahan di Cilacap diharapkan terus berjalan tanpa hambatan. (*)


