BACAAJA, BANGKOK- Kontingen Indonesia resmi melampaui target medali emas di ASEAN Para Games (APG) 2025 Thailand. Hingga Jumat, 24 Januari 2026, Indonesia sudah mengoleksi 101 emas, atau dua hari lebih cepat dari jadwal penutupan ajang olahraga disabilitas Asia Tenggara tersebut.
Target awal Indonesia sebenarnya hanya 82 emas. Tapi di hari keempat kompetisi, angka itu sudah dilewati, bahkan masih menyisakan satu hari pertandingan lagi untuk nambah pundi-pundi medali.
Baca juga: Siapkan Bonus Atlet ASEAN Para Games, Respati Pengin Solo Terus Jadi Kota Ramah Difabel
Berdasarkan klasemen sementara di laman resmi APG 2025, Indonesia kini berada di peringkat kedua dengan total 101 emas, 103 perak, dan 88 perunggu. Posisi puncak masih ditempati tuan rumah Thailand dengan 143 emas.
Soal lumbung emas, para atletik jadi mesin utama Indonesia dengan sumbangan 38 emas, disusul para renang yang mengantongi 22 emas. Cabang lain juga nggak mau ketinggalan: para angkat berat nyumbang 8 emas, sementara para judo menyabet 7 emas.
Lebih Cepat
Target 82 emas sendiri sebenarnya sudah tercapai lebih cepat. Di pertengahan kompetisi, kontingen Indonesia sukses menambah 13 emas dalam satu hari dan langsung menembus angka target pada pukul 14.24 WIB. Sehari sebelumnya, Indonesia sudah mengantongi 69 emas, alias grafiknya terus nanjak.
Dan ceritanya belum selesai. Kompetisi masih berlanjut hingga Minggu (25/1), dengan sejumlah cabang dan nomor yang masih berpeluang besar menambah koleksi medali Merah Putih.
Baca juga: Menpora-Menpar Dukung Sport Tourism
Menariknya, capaian 101 emas ini diraih di tengah kondisi kompetisi yang disebut kurang ideal. Tim Indonesia melalui Chef de Mission (CdM) mengungkap adanya sejumlah pelanggaran regulasi yang dinilai merugikan atlet Indonesia dan justru menguntungkan tuan rumah.
Target 82 emas sudah dilewati, medali masih berdatangan, dan lomba belum kelar. Kalau ini balapan, Indonesia sudah ngebut di lap terakhir sambil nengok ke belakang: “Masih ada yang mau ngejar?” (tebe)


