Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: DPR Murka, Pelayanan Haji 2025 Kacau, Jemaah Terlantar di Arafah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Unik

DPR Murka, Pelayanan Haji 2025 Kacau, Jemaah Terlantar di Arafah

PELAKSANAAN ibadah haji tahun 2025 kembali memunculkan sorotan tajam. Harapan akan peningkatan pelayanan justru dibayar mahal dengan kekacauan di lapangan.

Nugroho P.
Last updated: Juni 8, 2025 12:32 am
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi Ibadah Haji.
ilustrasi Ibadah Haji.
SHARE

NARAKITA, JAKARTA – Pelaksanaan ibadah haji tahun 2025 kembali memunculkan sorotan tajam. Harapan akan peningkatan pelayanan justru dibayar mahal dengan kekacauan di lapangan. Salah satunya datang dari Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, yang terang-terangan menyatakan kekecewaannya.

Menurut Lalu, penyelenggaraan haji kali ini tidak sesuai dengan paparan resmi yang sebelumnya disampaikan oleh Kementerian Agama. “Kami sangat menyayangkan. Penjelasan Menteri Agama yang sebelumnya terkesan meyakinkan, ternyata tidak tercermin di lapangan,” kata Lalu dalam pernyataan tertulis, Sabtu (7/6/2025).

Beberapa hari sebelum puncak ibadah wukuf di Arafah, DPR melalui Tim Pengawas Haji sempat mengikuti rapat koordinasi bersama pemerintah. Dalam forum tersebut, dipaparkan bahwa seluruh pelayanan telah siap, mulai dari transportasi hingga akomodasi.

Namun kenyataan berkata lain. Banyak jemaah Indonesia dilaporkan terlantar di Arafah karena keterlambatan armada bus dan minimnya fasilitas tenda. Hal ini tentu sangat mengecewakan, terutama karena tahun ini merupakan haji terakhir yang sepenuhnya dikelola oleh Kementerian Agama.

Lalu menyebut, masalah pelayanan bukan hanya berasal dari koordinasi internal pemerintah Indonesia, melainkan juga dipicu kebijakan baru dari otoritas Arab Saudi. Salah satunya terkait sistem digital E-Hajj.

“Penerapan E-Hajj masih jauh dari kata siap. Banyak data jemaah yang bermasalah, termasuk pemisahan keluarga dan pendamping. Ini memperparah kekacauan,” tegasnya.

Ketidakteraturan ini dinilai mencerminkan lemahnya sistem integrasi dan teknis dalam manajemen haji. Menurut Lalu, pelayanan ibadah sebesar ini seharusnya ditangani oleh lembaga khusus yang profesional dan independen.

Ia pun mengusulkan pembentukan badan baru yang lebih fokus dan transparan dalam menyelenggarakan haji. Hal ini dianggap penting agar ke depan tidak ada lagi insiden serupa yang menyulitkan jemaah.

“Harapan kami, tidak ada lagi pengalaman pahit seperti ini. Haji adalah ibadah yang suci, tidak sepatutnya menjadi ajang penderitaan,” ujar Lalu.

Kritik tajam dari DPR ini muncul di tengah optimisme yang sempat diungkapkan Menteri Agama Nasaruddin Umar. Menteri menyatakan bahwa pihaknya sudah mengantisipasi berbagai potensi kendala melalui simulasi dan koordinasi lintas sektor.

“Saya sangat optimis, pelaksanaan haji tahun ini insyaallah lebih baik. Kami sudah melakukan pembenahan sistematis,” ujar Nasaruddin saat berada di Makkah, Rabu (4/6/2025).

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kerja Timwas DPR RI dan seluruh instansi yang terlibat. Nasaruddin menegaskan bahwa sejumlah perubahan memang terjadi, namun perbaikan terus dilakukan secara cepat dan tepat.

Terlepas dari itu, realita di lapangan menunjukkan masih banyak persoalan mendasar. Kesulitan transportasi, tenda yang tidak memadai, hingga kendala administrasi membuat banyak jemaah tidak bisa beribadah dengan nyaman.

Beberapa pengamat juga menyoroti lemahnya evaluasi dari haji tahun-tahun sebelumnya yang seharusnya bisa menjadi acuan untuk perbaikan. Namun dalam pelaksanaannya, kesalahan serupa justru terulang.

Desakan dari DPR untuk mereformasi total sistem penyelenggaraan haji pun makin kuat. Menurut Lalu Hadrian, diperlukan langkah konkret, bukan sekadar janji manis atau simulasi di atas kertas.

“Jika tidak ada perubahan mendasar, maka tahun-tahun berikutnya kita akan terus bergelut dengan masalah yang sama,” pungkasnya.

Kini sorotan tajam dari publik dan DPR terhadap Kementerian Agama menjadi tantangan tersendiri. Tak cukup hanya dengan optimisme, pemerintah harus mampu memberikan jaminan nyata akan pelayanan yang manusiawi dan terorganisir.

Rasa kecewa dari jemaah yang terlantar menjadi catatan serius. Mereka datang untuk menunaikan rukun Islam kelima, bukan untuk menghadapi ketidakpastian dan kelelahan yang tak perlu.

Dengan segala tantangan dan kritik yang ada, pelaksanaan haji 2025 akan menjadi cermin, apakah sistem saat ini masih layak dipertahankan atau perlu diganti total dengan struktur baru yang lebih tangguh.

DPR kini menunggu langkah konkret dari pemerintah, sebab kesucian ibadah tidak boleh dikorbankan oleh buruknya manajemen. (*)

You Might Also Like

Prabowo Gaspol di Pidato Perdana, Anggarkan Rp335 Triliun buat Makan Bergizi Gratis 2026

STNK Hilang? Ini Panduan Lengkap Mengurusnya Tanpa Ribet, Termasuk Biayanya

Kopi Taubat: Varian Kopi yang Anti Bikin Kantong Bocor, Lagi Ramai di Semarang

Tetap Optimis Meski Situasi Negeri Nggak Baik-Baik Aja, Begini Triknya

Sikapi Putusan MK, Puan Segera Kumpulkan Seluruh Parpol

TAGGED:DPR Murkahajihaji indonesiahaji mengecewakanibadah hajiibadah haji 2025pelaksanaan haii
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Lezat, Tahan Lama, dan Antibosan, Ini 5 Resep Bakso Daging Sapi Spesial Idul Adha
Next Article Timnas Indonesia naik peringkat ke 117 setelah berhasil mengalahkan China dalam FIFA Matcday kualifikasi Piala Dunia 2026 babak ke-3 Peringkat Timnas Naik Gara-gara Zimbabwe Kalah dari Burkina Faso 2-0

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi penumpang kereta api mencari tempat duduk sesuai yang tertera di tiket miliknya.

Angkutan Lebaran Usai, Penumpang Kereta Daop 4 Melonjak 14 Persen

Gedung KONI Manado runtuh setelah diguncang gempa bumi pada Kamis (2/4/2026).

Gempa Sulut-Malut: 1 Korban Jiwa, 2.200 Warga Mengungsi

Jumat Buat Muslimah, Amalan Ringan Tapi Pahalanya Nggak Main-main

Tiga Prajurit Gugur, MUI Ajak Salat Gaib Bersama

Campak Mulai Ngegas Lagi, Jateng Siaga Jangan Anggap Remeh

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Viral

Lagi Viral! Foto Jadi Action Figure Mini, Bisa Bergerak Pula, Ini Caranya!

September 8, 2025
Tips

Empat Ribu Langkah, Sehat Tanpa Drama

Oktober 29, 2025
Alun-alun Pancasila Kota Salatiga.
Unik

Salatiga Rangking Pertama Kota Tertoleran di Indonesia Versi SETARA Institute

Mei 30, 2025
Ketua DPR RI Puan Maharani
Unik

Puan Ingatkan Agar Penulisan Sejarah Ulang Nasional Tak Hilangkan Jejak Sejarahnya

Juli 4, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: DPR Murka, Pelayanan Haji 2025 Kacau, Jemaah Terlantar di Arafah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?