Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Ditemukan Es Zaman Purba Usianya 6 Juta Tahun di Perut Antarktika
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Ditemukan Es Zaman Purba Usianya 6 Juta Tahun di Perut Antarktika

Menurut Shackleton, es ini terbentuk di masa Miocene, periode antara 23 juta sampai 5,3 juta tahun lalu. Saat itu, suhu Bumi jauh lebih hangat, laut lebih tinggi, dan hewan purba kayak badak Arktik atau kucing bertaring panjang masih bebas berkeliaran.

Nugroho P.
Last updated: November 10, 2025 6:31 am
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
ilustrasi es batu
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Bayangin aja, bongkahan es berumur 6 juta tahun akhirnya berhasil diangkat dari dasar Antarktika. Yep, enam juta tahun — bukan enam ratus, bukan enam ribu. Es ini jadi yang tertua yang pernah berhasil ditemukan dan diteliti langsung oleh manusia.

Buat para ilmuwan, temuan ini ibarat jackpot. Mereka bisa ngintip kondisi Bumi jutaan tahun lalu, saat belum ada kita, belum ada polusi, dan mungkin, udara masih bener-bener “fresh from nature.”

Riset ini baru aja dirilis di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) tanggal 28 Oktober 2025. Di dalam es tua itu, ada gelembung udara kecil yang terjebak rapi, kayak kapsul waktu yang menyimpan rahasia iklim masa lalu.

Yang bikin makin mind-blowing, umur es ini dua kali lipat lebih tua dari sampel es tertua sebelumnya—yang cuma 2,7 juta tahun. Gila, kan?

“Inti es itu kayak mesin waktu. Kita bisa lihat gimana Bumi bernafas di masa lalu,” kata Sarah Shackleton, ilmuwan dari Woods Hole Oceanographic Institution, Massachusetts, yang juga jadi penulis utama riset ini.

Timnya nemuin bongkahan ini di Allan Hills, wilayah lapisan es biru di timur Antarktika. Mereka ngebor es di situ dari 2019 sampai 2023, di tempat setinggi 2.000 meter yang bisa dibilang salah satu lokasi paling sunyi dan ekstrem di planet ini.

Menurut Shackleton, es ini terbentuk di masa Miocene, periode antara 23 juta sampai 5,3 juta tahun lalu. Saat itu, suhu Bumi jauh lebih hangat, laut lebih tinggi, dan hewan purba kayak badak Arktik atau kucing bertaring panjang masih bebas berkeliaran.

Biar bisa tahu umur pastinya, tim riset pakai teknik ngukur peluruhan radioaktif isotop argon yang terperangkap dalam gelembung udara es. Keren banget, kayak baca sejarah Bumi lewat partikel mikroskopis.

Mereka juga ngulik isotop oksigen buat nyari tahu perubahan suhu selama jutaan tahun. Hasilnya, wilayah Allan Hills ternyata udah mendingin sekitar 12 derajat Celsius dalam 6 juta tahun terakhir.

Artinya, Bumi emang secara alami mengalami siklus pendinginan panjang. Tapi ironisnya, sekarang arah perubahan malah dibalik—manusia justru mempercepat pemanasan lewat gas rumah kaca.

Dengan menganalisis udara purba yang kejebak di es, para peneliti bisa tahu seberapa banyak gas rumah kaca yang pernah ada dan gimana laut serta atmosfer bereaksi waktu itu.

“Lewat inti es ini, kita belajar gimana gas rumah kaca berubah secara alami sebelum manusia ikut campur,” jelas Shackleton.

Nah, yang jadi pertanyaan besar: gimana bisa es setua itu masih bertahan dekat permukaan tanpa mencair?

Jawabannya ada di kombinasi kondisi ekstrem Allan Hills. Angin di sana gila-gilaan, salju baru selalu tertiup pergi, dan suhu minus permanen bikin es tetap beku rapat. Ditambah lagi bentuk topografi gunung di sekitar yang “mengunci” es di tempatnya.

“Masih banyak yang harus kami gali. Tapi kemungkinan besar, gabungan angin, suhu, dan topografi unik di sana yang bikin es ini bisa awet,” kata Shackleton.

Tempatnya sendiri, Allan Hills, dianggap salah satu lokasi terbaik buat nemuin es purba dangkal. Tapi juga termasuk salah satu tempat paling keras buat kerja lapangan—dingin menusuk, angin tajam, dan logistik ribet banget.

Bayangin aja, buat dapat sepotong kecil sejarah Bumi, tim ilmuwan harus ngebor ratusan meter di tengah badai es dan suhu di bawah minus 40 derajat. Tapi hasilnya nggak sia-sia.

Dari bongkahan kecil itu, manusia bisa belajar banyak hal: gimana Bumi pernah hangat alami, gimana lautan naik-turun, dan gimana keseimbangan alam bekerja tanpa campur tangan teknologi.

Penemuan ini bukan cuma soal data ilmiah, tapi juga pengingat. Bahwa planet kita punya sejarah panjang tentang adaptasi dan keseimbangan, sementara manusia baru muncul di bab terakhir.

Dan mungkin, lewat bongkahan es ini, kita akhirnya bisa belajar cara untuk nggak mempercepat akhir cerita Bumi sendiri. (*)

You Might Also Like

Keren! Gubernur Jateng Gratiskan Siswa Miskin di Sekolah Swasta

Stay Updated with the Latest Discoveries and Missions

Sembilan Tewas Terinjak Saat Ibadah di Kuil Suci

Menguat Desakan Mundur yang Menerpa Menteri Kehutanan

Dewi Perssik Meradang Disindir Soal THR Rp15 Ribu, Langsung Spill Fakta Nominal

TAGGED:es batuilmuwanpenemuanunik
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Antara Takdir, Kopi, dan Cara Rizal Galih Tuntaskan S2 UGM dengan IPK Sempurna
Next Article Hujan Tak Henti, Tiga Kabupaten di Banyumas Raya Diterjang Longsor

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Jelang Kontra Persipal, PSIS Gelar Latihan di Boyolali

Anies Datang Tak Diundang, Suasana Halal Bihalal Demokrat Ramai

Lebaran Usai, Sampah Numpuk: Respati Pimpin Apel ASN di TPA

MAKI Laporkan KPK Soal Penahanan Yaqut Cholil Qoumas

Lebaran Pakai Mobil Dinas, TPP ASN di Temanggung Dipotong

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

Artificial Intelligence Insights: Unveiling the Power of Machine Learning

April 28, 2023
Pompa portabel dioperasikan untuk menangani banjir rob di Sayung, Demak. (humas pemprov jateng)
Unik

Pemprov Jateng Perbanyak Pompa di Pantura Sayung, Efektif Tangani Rob?

Juni 12, 2025
Unik

Golkar Dukung Pilkada Lewat DPRD, Sepakat Usulan Cak Imin

Juli 28, 2025
Sekda Jateng Sumarno saat memberi sambutan dalam acara di PO Hotel, Rabu (1162025). [Humas Pemprov Jateng]
Unik

Jutaan Penerima Bantuan Iuran JKN di Jateng Berstatus Non-Aktif, Benarkah Tanda Kemiskinan Turun?

Juni 11, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ditemukan Es Zaman Purba Usianya 6 Juta Tahun di Perut Antarktika
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?