BACAAJA, BANJARNEGARA – Langkah kecil dengan dampak besar dilakukan Polres Banjarnegara. Demi memudahkan anak-anak berangkat sekolah, jembatan penghubung antara Desa Serang dan Desa Winong, Kecamatan Bawang, akhirnya mulai dibangun.
Selama ini, anak-anak dari Desa Serang harus berjalan kaki melewati jembatan bambu seadanya untuk menuju SMP Negeri 4 Satu Atap Bawang di Desa Winong. Kondisi itu jelas menyimpan risiko, apalagi saat hujan atau debit air naik.
Pembangunan jembatan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Kapolres Banjarnegara AKBP Mariska Fendi Susanto pada Jumat, 19 Desember 2025. Kegiatan ini disaksikan jajaran Polres, Forkopimcam Bawang, kepala sekolah, perangkat desa, hingga warga sekitar.
AKBP Mariska Fendi Susanto menyampaikan, pembangunan jembatan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden yang diteruskan Kapolri, agar aparat hadir langsung membantu kelancaran akses pendidikan anak-anak.
Di Banjarnegara sendiri, lokasi pembangunan jembatan sudah dipetakan, dan wilayah Serang–Winong menjadi salah satu prioritas. Proyek ini dibangun secara swadaya melalui dukungan internal kepolisian, CSR, serta sumbangan dari para dermawan.
Kapolres juga mengajak seluruh warga untuk ikut terlibat. Mulai dari dukungan moral sampai gotong royong di lapangan, agar pembangunan bisa rampung sesuai target sekitar dua bulan.
Ia berharap, jembatan ini bukan sekadar bangunan fisik, tapi benar-benar membawa perubahan nyata, terutama bagi anak-anak agar lebih aman dan nyaman saat berangkat ke sekolah.
Sementara itu, Kepala Desa Serang, Jito Setya Budi Mawarto, mengaku pembangunan jembatan ini sudah lama diimpikan warganya. Sejak 2021, rencana tersebut sudah diajukan berkali-kali, namun belum juga terealisasi.
Menurutnya, jalan tersebut sempat diperkeras dengan makadam, tapi belum cukup untuk menunjang aktivitas warga, terutama anak-anak sekolah yang melintas setiap hari.
Dengan adanya program dari Polres Banjarnegara, Jito menyebut pembangunan jembatan ini seperti jawaban atas doa panjang warga Desa Serang.
Ia menegaskan, jalur Serang–Winong merupakan satu-satunya akses terdekat bagi pelajar menuju SMP Negeri 4 Satu Atap Bawang. Karena itu, keberadaan jembatan baru ini diyakini akan membawa manfaat besar bagi dua desa sekaligus.
Warga pun berharap, ke depan tak ada lagi anak-anak yang harus bertaruh keselamatan hanya demi bisa sampai ke sekolah. (*)


