BACAAJA, SEMARANG — Baru juga duduk manis setelah Pilkada 2024, eh beberapa kepala daerah malah duduknya pindah ke ruang pemeriksaan KPK.
Tak begitu lama setelah menggenggam kuasa, mereka berubah menjadi pesakitan.
Ya, dalam rentang 2025 sampai awal Maret 2026, sudah ada tujuh bupati/wali kota hasil Pilkada 2024 yang kena Operasi Tangkap Tangan (OTT) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Bacaaja: BREAKING NEWS: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terjaring OTT KPK, Langsung Digiring ke Jakarta
Bacaaja: KPK Bongkar Obrolan Ketua DPRD Pati dan Sudewo
Ini jadi sinyal keras: budaya korupsi, suap, dan “main proyek” masih betah nongkrong di birokrasi kita.
Nama paling fresh dalam daftar ini adalah Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan.
Ia terjaring OTT pada Selasa (3/3/2026), dikabarkan diamankan di Semarang lalu langsung digiring ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta.
Statusnya? Masih dalam proses pemeriksaan 1×24 jam. Publik tinggal nunggu: resmi tersangka atau nggak.
Biar nggak dibilang cuma satu-dua kasus, berikut daftar lengkapnya:
1. Abdul Azis – Bupati Kolaka Timur
- 7 Agustus 2025
- Kasus suap proyek pembangunan RSUD
2. Sugiri Sancoko – Bupati Ponorogo
- 7 November 2025
- Suap promosi/mutasi jabatan + proyek
3. Ardito Wijaya – Bupati Lampung Tengah
- 9 Desember 2025
- Dugaan suap & gratifikasi pengadaan barang/jasa
4. Ade Kuswara Kunang – Bupati Bekasi
- 18 Desember 2025
- Dugaan suap ijon proyek
5. Maidi – Wali Kota Madiun
- 19 Januari 2026
- Fee proyek infrastruktur & dana CSR
6. Sudewo – Bupati Pati
- 19 Januari 2026
- Dugaan jual-beli jabatan perangkat desa
7. Fadia Arafiq – Bupati Pekalongan
- 3 Maret 2026
- Masih proses pemeriksaan KPK
Fakta ini bikin banyak orang geleng-geleng. Pilkada 2024 seharusnya jadi momentum pembaruan. Tapi yang terjadi justru sederet OTT dalam waktu kurang dari dua tahun.
Pertanyaannya sekarang: masalahnya di individunya?Sistemnya? Atau budaya politiknya yang memang belum sembuh?
Yang jelas, satu per satu kepala daerah tumbang karena kasus KKN. Dan publik makin kritis: janji kampanye boleh manis, tapi kalau ujungnya korupsi, ya wassalam.
Kita tunggu, siapa lagi yang bakal masuk daftar berikutnya, atau semoga nggak ada lagi. (*)


