Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Cerita Cinta dan Benturan Antargenerasi di Panggung Gemati
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Cerita Cinta dan Benturan Antargenerasi di Panggung Gemati

Kadang yang bikin hati berantakan bukan cuma mantan, tapi juga ekspektasi orang tua dan timeline hidup yang rasanya dikejar-kejar. Nah, vibe itulah yang dibawa Teater Gemati lewat pentas terbarunya. Bukan sekadar drama panggung biasa, ini lebih kayak curhat kolektif soal cinta, beda generasi, dan identitas yang terus ditarik ke kiri-kanan.

T. Budianto
Last updated: Februari 21, 2026 1:44 am
By T. Budianto
2 Min Read
Share
Para aktor Teater Gemati sedang mementaskan teater berjudul "Soliloquium de Tempore", belum lama ini. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Belum lama ini Teater Gemati balik lagi ke panggung dengan karya anyar berjudul Soliloquium de Tempore. Pentas ini digelar di Gedung Pusat Lantai 7 Universitas PGRI Semarang.

Lakon berdurasi sekitar satu jam ini mengajak penonton masuk ke cerita soal kehilangan, benturan antargenerasi, dan usaha memahami satu sama lain. Ceritanya mengalir pelan tapi nyentil.

Pementasan disutradarai Akhmad Sofyan Hadi. Ia memilih stasiun kereta sebagai latar utama, tempat orang datang, pergi, lalu menyimpan kenangan. Naskah ditulis Kartikawati.

Baca juga: Taj Yasin: Wayang Nggak Cuma Buat Orang Tua

Stasiun jadi simbol pertemuan dan perpisahan, sekaligus ruang batin para tokoh yang sedang gamang. “Cerita menyoroti kompleksitas cinta, identitas, serta perjalanan waktu,” kata Sofyan, yang akrab disapa Ian.

Cerita dibuka dengan adegan penumpang kereta yang hendak berangkat. Gerak tubuh para aktor berpadu dengan musik, bikin suasana langsung terasa tegang sejak awal.

Tokoh-tokohnya datang dari tiga latar etnis: Jawa, Tionghoa, dan Arab. Ada Esther, Bilal, Narendra, serta seorang petugas stasiun yang ikut meramaikan dialog.

Relasi Manusia

Esther digambarkan sebagai perempuan yang larut dalam rindu dan putus asa. Sementara tokoh lain berdebat soal tanggung jawab, tekanan sosial, sampai dampak teknologi pada relasi manusia.

“Dialognya mencampur pergulatan pribadi dengan persoalan sosial yang lebih luas,” lanjut Ian. Lewat obrolan di stasiun, cerita menyinggung benturan tradisi dan modernitas. Ingatan jadi sesuatu yang abadi, tapi memahami perbedaan tetap jadi pekerjaan berat.

Tak cuma soal hubungan personal, pentas ini juga menyelipkan kritik pada perilaku buruk segelintir pejabat. Disampaikan halus, tapi terasa.

Baca juga: Upgrade Skill, Mahasiswa Semarang Ramai-ramai Ikut Beasiswa Menulis Bacaaja

Teater Gemati sendiri berdiri sejak 2017 di Semarang. Sebelumnya, mereka sudah mementaskan “Pohon Babi”, “Firasat”, hingga “Tawang dan Sebuah Peristiwa”. “Ke depan, kami ingin terus berproses dan rutin melahirkan karya tiap tahun,” tutupnya. (bae)

You Might Also Like

Kereta Api Ekskutif Argo Bromo Anggrek Anjlok di Subang, DJKA Singgung soal Korban

Tom Lembong Divonis 4,5 Tahun Penjara

Resep Abadi Ayam Goreng Rempah, Gurih, Harum, dan Bikin Nagih

Waspada Nipah Datang Pelan, Ancaman Nyata di Asia

Mainan Anak Buatan Kendal Tembus Pasar Amerika

TAGGED:teater gematiupgris
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington, D.C, pada Jumat (20/2/2026). (Kemenko Perekonomian) Prabowo-Trump Sepakat: Indonesia Kena Tarif 19 Persen, Produk AS Bebas Bea Masuk RI
Next Article Tampilan depan Mahindra Scorpio pick up, salah satu jenis kendaraan build up yang akan diimpor pemerintah dari India untuk Kopdes Merah Putih. Bukan Industri Lokal, Kopdes Merah Putih Siap Kasih Cuan Gede Pabrik Otomotif India

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

WFH, Hemat Energi atau Cuma Pindah Tagihan? Ini Kata Akademisi

Nawal Yasin Ajak Pesantren Hidupkan Lagi “DNA Literasi”

WFH atau “Weekend Tipis-Tipis”? Produktivitas Dipertanyakan

Sawah Kebanjiran, Luthfi Jamin Stok Pangan Masih Aman

Demak Kebanjiran (Lagi), Pemprov: “Gak Bisa Tambal Sulam Terus”

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

Langkah Kecil di Ujung Bukit, Cerita Sepatu dan Harapan Baru

November 2, 2025
Kepala Bapenda Kota Semarang, Indriyasari usai bersaksi di sidang Mbak Ita dan Alwin di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (3062025). (bae)
Unik

Iin Sebut ASN Bapenda Semarang Iuran untuk Setoran Rp2,2 Miliar ke Mbak Ita-Alwin

Juni 30, 2025
Unik

Jasad Notaris Perempuan Ditemukan di Sungai Citarum, Polisi Amankan Dua Terduga Pelaku

Juli 5, 2025
Ilustrasi penderita Covid-19.
Unik

Covid-19 Mulai Menyebar di Indonesia, Kemenkes: JN.1 7 Kali Lebih Cepat Menular

Juni 6, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Cerita Cinta dan Benturan Antargenerasi di Panggung Gemati
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?