Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Catatan Kelam May Day Semarang: Massa Anarkis, Polisi Brutal, Korban Berjatuhan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Catatan Kelam May Day Semarang: Massa Anarkis, Polisi Brutal, Korban Berjatuhan

Catatan kelam dan kebrutalan polisi saat aksi May Day di Semarang.

Puji Utami
Last updated: Mei 4, 2025 12:32 pm
By Puji Utami
4 Min Read
Share
Peserta aksi massa peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Semarang ditangkap polisi dalam kondisi terluka dan hidung patah, Kamis (1/5/2025). (bai)
Peserta aksi massa peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Semarang ditangkap polisi dalam kondisi terluka dan hidung patah, Kamis (1/5/2025). (bai)
SHARE

NARAKITA, SEMARANG – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2025 di Kota Semarang menyisakan catatan kelam. Bentrokan antara polisi dan massa aksi menyebabkan banyak korban luka.

Polisi menangkap 18 orang peserta aksi massa, 6 di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.

Kericuhan terjadi pada Kamis (1/5/2025) sore. Massa dan polisi terlibat adu fisik dan saling dorong. Massa terus merangsek maju, sementara polisi berambisi memukul mundur pihak yang dianggap biang kerok.

Menjelang malam, situasi semakin memanas. Jalan Pahlawan, tepat di depan Kantor DPRD dan Gubernuran Jawa Tengah, bak medan perang.

Massa yang kesal karena aksinya direpresi lantas melempari barikade polisi dengan berbagai benda. Botol air, kayu, batu, hingga potongan pagar pembatas taman beterbangan ke arah petugas.

Beberapa polisi terkena lemparan. Salah satu anggota yang mengenakan pakaian safari biru dan bawahan hitam, tampak berdarah di pelipis kanannya.

Ia kemudian dievakuasi sambil dipapah mendekat ke arah Gubernuran. Kapolda Jateng, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, terlihat berlari menghampiri anggota tersebut dan memberinya semangat.

Meski begitu, tindakan polisi pun tak kalah anarkis. Mereka menangkap massa aksi secara brutal dan memukuli dengan membabi buta.

Terlihat beberapa peserta aksi mengalami luka, bahkan ada yang terkapar. Petugas medis lalu hilir mudik menolong korban yang cedera.

Beberapa peserta aksi yang dianggap provokator ditangkap dan dibawa ke halaman Gubernuran. Kondisi mereka beragam: baju sobek, hidung berdarah, rambut acak-acakan, dan lainnya.

Selepas magrib, polisi berhasil memukul mundur massa dari pusat aksi. Massa lari tunggang langgang, dan Jalan Pahlawan pun tampak sepi. Namun, situasi belum benar-benar reda.

Kali ini, tidak hanya polisi berseragam yang bergerak. Sekelompok orang yang diduga intel turut memburu massa yang dituding sebagai provokator.

Saat seorang massa tertangkap, polisi lain bergabung menghakimi. Di sisi lain, beberapa anggota Provos yang mengenakan baret biru muda tampak berusaha menenangkan rekan mereka.

Tim pengurai massa, dibantu polisi tanpa seragam, menyisir setiap sudut jalan di sekitar Gubernuran dan Simpang Lima Semarang. Warung dan kafe yang dicurigai sebagai tempat persembunyian pun diperiksa.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, membenarkan adanya penangkapan terhadap perserta aksi massa yang diduga provokator.

Total ada 18 orang yang diamankan ke Markas Polrestabes Semarang.

Ia juga menyebut sejumlah polisi mengalami luka, namun saat itu belum memiliki data pasti. “Ada beberapa yang terluka,” ujarnya di sela-sela pembubaran massa.

Terpisah, tim medis dari massa aksi, Amadela, mengaku sempat kelimpungan. Pasalnya, banyak peserta aksi yang menjadi korban, mayoritas adalah mahasiswa.

“Ada banyak, lebih dari 20 orang luka hingga berdarah. Yang mengalami luka parah langsung kami larikan ke rumah sakit,” jelas perempuan yang akrab disapa Dela, malam itu.

Korban luka tak hanya dari pihak massa aksi maupun polisi, tetapi juga dari kalangan pers.

Wartawan Tempo, Jamal Abdun Nasr, mengalami kekerasan di dua lokasi berbeda saat berupaya mendokumentasikan tindakan aparat saat menangkap massa.

Jamal ditampar dan dipukul beberapa kali oleh polisi berpakaian preman. Ia telah melakukan visum untuk membawa kasus ini ke ranah hukum.

Selain Jamal, seorang anggota pers mahasiswa berinisial DS juga mengalami pemukulan oleh aparat tanpa seragam. Pelipisnya mengalami luka terbuka hingga harus dijahit. (bai)

You Might Also Like

Kesaksian Kontraktor Gapensi Semarang soal Korupsi Mbak Ita: Martono Tunjuk Korlap

Debut Maut Rudal Khaibar Shekan: Iran Porak-Porandakan Israel dengan Teknologi Rudal ‘Hantu’

Biar Ketupat Lebaran Nggak Cepat Basi, Ini Triknya

Dugaan 571 Ribu Penerima Bansos Main Judol, Puan: Jangan Hukum yang Tak Bersalah

Tampil Profesional dengan Sentuhan Elegan: Inspirasi Padu Padan Gamis dan Blazer untuk ke Kantor

TAGGED:aksi may daybrutalcatatan kelampolisiSemarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article KEMBALI BERMAIN - Kiper utama Blaugrana, Marc-André ter Stegen, kembali bermain setelah 7 bulan absen. Stegen menjadi starter dalam pertandingan Real Valladolid vs Barcelona, di Stadion Jose Zorrilla, Minggu (4/5/2025) dini hari. (X @mterstegen1) Ter Stegen Comeback setelah 7 Bulan, Langsung Kebobolan di Menit ke-6
Next Article Ternyata Gus Baha Sering Menangis Diam-diam, Ini Sebabnya

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sekda Minta Satpol PP Lebih Humanis

Suami di Kebumen Ngamuk: Istri dan Mertua Tewas Dianiaya

Panitia PSMTI Funwalk & Run Jaring Peserta ke Sejumlah Kota

ANTISIPASI VIRUS--Selebaran berisi edukasi pencegahan Hantavirus yang dibuat Polda Jateng. (ist)

Hantavirus Lagi Rame, Semarang Masih Aman tapi . . . .

Kalapas Purwodadi Ajak WBP Hidup Sehat

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Suasana meriah Bazar Ramadan di Muladi Dome Undi, Senin (23/02/2026). Meski diguyur hujan, antusiasme pengunjung tidak surut untuk berburu takjil. (dul)
Info

War Takjil Muladi Dome, Bukan Sekadar Bazar! Tetap Ramai meski Diguyur Hujan

Februari 24, 2026
Unik

Energi Baru Pemuda Purbalingga, Jambore 2025 Jadi Ajang Unjuk Prestasi

Agustus 30, 2025
Wali Kota Solo Respati Ardi.
Unik

Ormas Todong Pelaku Usaha Rp3 Juta Per Bulan, Wali Kota Solo: Langsung Saya Cari!

Mei 14, 2025
Unik

Demystifying the Concepts and Applications of AI

Mei 8, 2023

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Catatan Kelam May Day Semarang: Massa Anarkis, Polisi Brutal, Korban Berjatuhan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?