BACAAJA, TEMANGGUNG – Bupati Agus Setyawan punya cara unik buat ngingetin jajarannya soal pentingnya pemerataan layanan kesehatan.
Nggak digelar di pendopo yang formal, penyerahan SK penugasan Kepala Puskesmas justru diboyong ke Balai Desa Kedawung, Kecamatan Kandangan, Sabtu (14/2/2026).
Langkah ini jelas bukan sekadar beda tempat. Desa Kedawung dikenal sebagai salah satu wilayah paling ujung di timur laut Kabupaten Temanggung.
Bacaaja: Bupati Kepahiang Rela Terbang Jauh ke Temanggung, Mau Bongkar Rahasia Kopi!
Bacaaja: Bupati Temanggung Boyong Tropi Abyakta PWI, Agus Gondrong: Kado untuk Seniman Lokal
Lokasinya berbatasan langsung dengan Kabupaten Semarang dan Kabupaten Kendal, bikin desa ini jadi gambaran nyata tantangan layanan publik di daerah perbatasan.
“Selamat datang di Desa Kedawung, desa paling pinggir,” sapa Agus, yang akrab disapa Agus Gondrong, saat membuka acara.
Ia paham, rotasi jabatan sering bikin aparatur harus keluar dari zona nyaman—apalagi kalau penugasannya jauh dari pusat kota. Tapi menurutnya, justru di situlah letak “kekayaan” pengalaman sebagai pelayan masyarakat.
“Rotasi mutasi itu dinamikanya luar biasa. Tapi Bismillah, walaupun jauh, ini bagian dari kekayaan kita,” ujarnya.
Agus juga menegaskan bahwa puskesmas di wilayah pinggiran nggak boleh kalah sigap. Ia memberi contoh situasi darurat ibu hamil yang bisa berisiko tinggi jika akses layanan kesehatan tidak optimal.
“Bayangkan kalau sudah bukaan lima atau enam, masa harus melahirkan di jalan? Mohon dilayani sebaik-baiknya,” tegas mantan Kepala Desa Campurejo itu.
Lewat langkah simbolis ini, Agus ingin mengirim pesan jelas: pelayanan kesehatan harus terasa sampai ke titik terluar, bukan cuma nyaman di pusat kota. Karena bagi warga perbatasan, kehadiran tenaga kesehatan yang responsif bukan sekadar layanan, tapi soal keselamatan. (*)


