BACAAJA, JAKARTA– Kekayaan konglomerat Prajogo Pangestu kembali bikin publik geleng-geleng kepala. Berdasarkan data Forbes Real Time Billionaires per Senin (19/1/2026), harta Prajogo melonjak 943,5 juta dollar AS atau sekitar Rp15,9 triliun hanya dalam sehari.
Dengan lonjakan itu, total kekayaannya kini tembus 35,6 miliar dollar AS atau setara Rp603,6 triliun (kurs Rp16.955). Angka yang bikin dompet rakyat auto minder.
Tambahan cuan tersebut membuat Prajogo kokoh sebagai orang terkaya di Indonesia dan bertengger di peringkat 60 orang terkaya dunia. Jaraknya pun terpaut jauh dari pesaing terdekat.
Low Tuck Kwong, yang berada di peringkat 98 dunia, ‘baru’ mengantongi kekayaan 23,9 miliar dollar AS atau sekitar Rp405,2 triliun. Sementara duo Hartono berada lebih bawah lagi. Robert Budi Hartono memiliki kekayaan 21,2 miliar dollar AS (Rp359,45 triliun), disusul Michael Budi Hartono dengan 20,3 miliar dollar AS (Rp344,18 triliun).
Lonjakan kekayaan Prajogo tak lepas dari gerakannya di bursa. Berdasarkan laporan kepemilikan saham ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ia tercatat memborong 1 juta lembar saham Barito Renewables Energy (BREN) pada 15 Januari 2026.
Tujuh Transaksi
Pembelian dilakukan lewat tujuh transaksi dengan harga di kisaran Rp9.525 hingga Rp9.675 per saham. Tujuannya simpel dan klasik: investasi pribadi. Dengan aksi itu, kepemilikan saham Prajogo di BREN naik dari 139.789.700 lembar (0,104 persen) menjadi 140.789.700 lembar atau setara 0,105 persen.
Tak berhenti di situ, beberapa hari sebelumnya, tepatnya 13 Januari, Prajogo juga lebih dulu membeli 1.330.000 saham BREN dengan harga Rp8.800 sampai Rp9.025 per saham.
Prajogo sendiri dikenal sebagai pengusaha yang memulai karier dari industri kayu pada akhir 1970-an. Ia mendirikan Barito Pacific Timber yang melantai di Bursa Efek Indonesia pada 1993. Perusahaan tersebut kemudian bertransformasi menjadi Barito Pacific dan fokus ke petrokimia setelah mengakuisisi saham mayoritas Chandra Asri.
Seiring waktu, gurita bisnisnya terus melebar ke sektor energi, petrokimia, hingga energi terbarukan, yang kini jadi salah satu mesin utama pengerek hartanya.
Ketika sebagian orang mikir keras soal tanggal tua, Prajogo justru mikir mau nambah saham berapa lot. Di dunia yang sama, angka di rekening ternyata hidup di semesta yang berbeda. (tebe)


