BACAAJA – Real Madrid resmi pecat Xabi Alonso setelah gagal mengalahkan Barcelona di final Piala Super Spanyol.
El Real langsung nunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pengganti mantan pelatih Bayer Leverkusen itu di kursi panas.
Baru tujuh bulan duduk di kursi panas Santiago Bernabeu, Xabi Alonso resmi berpisah dengan Real Madrid.
Bacaaja: Rekor! Barcelona Jadi Raja Final El Clasico: Real Madrid Kena Hattrick Kekalahan Beruntun
Bacaaja: Jejak Pemilik Nomor 10 Real Madrid Sebelum Era Kylian Mbappe
Kekalahan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol jadi pukulan terakhir yang bikin manajemen Los Blancos bilang, “cukup!”
Alonso datang musim panas lalu dengan ekspektasi setinggi langit. Namanya lagi naik daun usai bikin Bayer Leverkusen tampil garang di Jerman. Tapi begitu mendarat di Madrid, realitanya nggak semulus highlight YouTube.
Permainan Real Madrid di bawah Alonso dinilai nggak nunjukin perubahan signifikan.
Menang iya, tapi vibe dominan khas Madrid masih terasa setengah-setengah. Dan begitu kalah dari Barca di laga final, kesabaran manajemen pun habis.
Proyek pendek yang keburu tamat
Kekalahan di Supercopa de Espana jadi titik balik. Bukan cuma soal kalah dari rival abadi, tapi juga soal arah proyek tim yang dinilai nggak sejalan dengan ambisi klub.
Di Piala Dunia Antarklub, Madrid cuma mentok di semifinal. Di La Liga, mereka memang masih di posisi kedua, tapi tertinggal empat poin dari Barcelona.
Sementara di Liga Champions, posisi ketujuh klasemen dengan dua laga tersisa jelas bikin alis petinggi klub berkerut. Buat Real Madrid, itu bukan standar. Sama sekali bukan.
Manajemen Real Madrid bergerak cepat. Kurang dari 12 jam setelah skuad tiba kembali di Madrid dari Arab Saudi, pengumuman resmi langsung dirilis.
“Real Madrid C.F. mengumumkan bahwa, berdasarkan kesepakatan bersama antara klub dan Xabi Alonso, telah diputuskan untuk mengakhiri masa jabatannya sebagai pelatih tim utama,” tulis pernyataan resmi klub.
Madrid juga tetap classy. Alonso dan stafnya diberi ucapan terima kasih atas dedikasi mereka, lengkap dengan doa terbaik untuk langkah selanjutnya.
Xabi Alonso sebenarnya datang bukan tanpa beban. Ia menggantikan Carlo Ancelotti, sosok yang sudah kenyang gelar dan pengalaman. Ekspektasi langsung meledak sejak hari pertama.
Sayangnya, di klub sebesar Real Madrid, waktu itu mahal. Kalau hasil dan permainan nggak cepat klik, kursi pelatih langsung berubah jadi kursi panas.
Lalu, akankah Arbeloa berumur panjang sebagai pelatih Real Madrid? (*)


