Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Sapi Mengamuk dan Tewaskan Warga, Idul Adha Diwarnai Insiden Mencekam di Dua Daerah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Sapi Mengamuk dan Tewaskan Warga, Idul Adha Diwarnai Insiden Mencekam di Dua Daerah

Dua kejadian ini jadi pengingat penting bahwa penanganan hewan kurban tidak boleh dianggap remeh. Meski sudah menjadi rutinitas tahunan, ada aspek keselamatan yang wajib diperhatikan dengan serius.

Nugroho P.
Last updated: Juni 7, 2025 5:26 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
ilustrasi sapi kurban
SHARE

NARAKITA, BANYUWANGI – Idul Adha, hari raya penuh makna dan pengorbanan, berubah jadi momen tegang dan duka di dua wilayah Indonesia. Dari Banyuwangi hingga Tanah Datar, semangat kurban disambut dengan peristiwa di luar dugaan—sapi-sapi yang seharusnya menjadi simbol ibadah, justru berontak dan membawa malapetaka.

Insiden pertama terjadi di Banyuwangi, Jumat (6/6/2025). Seekor sapi kurban berbobot hampir satu ton lepas kendali di lingkungan Pondok Pesantren Adz-Dzikra, Kelurahan Tukangkayu. Kejadian yang awalnya berjalan tertib mendadak berubah kacau saat sapi tersebut mulai menunjukkan gelagat tak biasa.

Menurut sejumlah saksi mata, kerumunan santri putri yang berdiri di sepanjang jalur pengantaran sapi diduga memicu stres pada hewan tersebut. Suasana gaduh, sorak-sorai, dan suara kendaraan menjadi pemicu utama kepanikan.

Sapi itu buang air di tempat, lalu melompat ke jalan raya. Dalam hitungan detik, hewan besar itu sudah berlari membabi buta menuju Jalan Kepiting, menembus keramaian Jalan Kolonel Sugiono, dan sempat muncul di sekitar Universitas PGRI Banyuwangi.

Pengejaran dramatis pun terjadi. Santri, warga, dan beberapa pengendara motor bahu-membahu mengejar sapi sambil berusaha menenangkan suasana. Tak hanya menghindari tabrakan, mereka juga harus mengatur lalu lintas demi keselamatan umum.

Situasi makin rumit ketika sapi kembali ke area pondok, lalu panik lagi dan lari ke arah barat mendekati Gedung DPRD. Rutenya kian tak terduga saat hewan itu belok ke Jalan Ikan Lele dekat Mall Ramayana. Arah lari yang kacau membuat warga makin khawatir.

Melihat situasi tak terkendali, Gus Novianto selaku Ketua Yayasan Ponpes Adz-Dzikra langsung menghubungi Damkarmat Banyuwangi. Petugas dari Regu Brama 2 segera diterjunkan ke lokasi.

“Kami menerima laporan pukul 15.35 WIB dari warga bernama Intan Maulidia Islami. Saat itu kami langsung kerahkan personel,” ujar Yoppy Bayu Irawan, Plt Kepala Damkarmat Banyuwangi.

Dengan peralatan khusus dan bantuan warga serta Ketua RT setempat, sapi akhirnya berhasil dikendalikan setelah hampir dua jam berlarian. Demi mencegah kejadian yang lebih buruk, panitia kurban memutuskan menyembelih hewan tersebut di tempat, tepat di tengah Jalan Ikan Lele.

“Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan keselamatan warga dan kondisi sapi yang tidak memungkinkan dibawa kembali ke lokasi awal,” tambah Yoppy.

Drama penyembelihan berakhir menjelang Magrib, sekitar pukul 17.25 WIB. Meski penuh ketegangan, tidak ada korban luka dalam insiden tersebut. Daging kurban tetap dibawa ke pondok untuk dibagikan sesuai syariat.

“Ini jadi pelajaran penting buat kami agar lebih siap dalam penanganan hewan kurban, khususnya untuk hewan berbobot besar,” tutur Gus Novianto.

Sapi Tendang Warga Sampai Meninggal

Namun suasana Idul Adha tidak hanya dirundung kepanikan di Banyuwangi. Sehari setelahnya, Sabtu (7/6/2025), kabar duka datang dari Tanah Datar, Sumatra Barat. Seorang warga bernama Jafar, berusia 80 tahun, meregang nyawa usai ditendang oleh sapi kurban.

Peristiwa memilukan itu terjadi di Mushalla Firdaus, Jorong Dalam Nagari, Kecamatan Tanjung Baru. Saat itu, Jafar ikut membantu dalam proses penyembelihan dua ekor sapi yang dikurbankan oleh masyarakat sekitar.

Wali Nagari Barulak, Azisman, membenarkan kejadian tragis tersebut. “Korban adalah salah seorang pekerja kurban. Ia kena tendang saat membantu pelaksanaan penyembelihan,” jelasnya.

Jafar kala itu berada di dekat hewan ketika sapi yang telah direbahkan tiba-tiba memberontak. Tali pengikat di kaki sapi terlepas, dan tendangan kuat langsung mengenai tubuh Jafar. Ia langsung terjatuh dan tidak sadarkan diri.

Korban sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong. “Kami sangat berduka. Korban dikenal sebagai petani dan warga yang aktif dalam kegiatan sosial,” ucap Azisman.

Meski dihantam duka, proses penyembelihan di Mushalla Firdaus tetap berlanjut. Warga berupaya menyelesaikan ibadah kurban dengan tenang, sambil memberikan doa dan penghormatan terakhir bagi Jafar.

Dua kejadian ini jadi pengingat penting bahwa penanganan hewan kurban tidak boleh dianggap remeh. Meski sudah menjadi rutinitas tahunan, ada aspek keselamatan yang wajib diperhatikan dengan serius.

Dari sapi yang lepas di kota hingga insiden maut di nagari, dua kisah ini menandai bahwa dalam setiap ibadah, dibutuhkan bukan hanya niat tulus, tapi juga persiapan dan kewaspadaan yang matang.

Sebab Idul Adha bukan hanya tentang berkurban, tapi juga tentang bagaimana menjaga keselamatan dan saling melindungi dalam pelaksanaannya. (*)

You Might Also Like

Waspadai Sejak Awal, Begini Cara Mengobati Penyakit Ginjal Stadium Awal Sebelum Terlambat

Jokowi Tegaskan Dukung Penuh PSI

Mau Serius Bereskan ODOL: Saatnya Menyasar Pemilik Barang dan Armada

Mbak Ita Murka: Suami Diam-Diam Temui Iin, Terima Rp600 Juta Tanpa Sepengetahuan

Admin Gejayan Memanggil dan Direktur Lokataru Foundation Ditangkap, Polisi Masih Bungkam Gak Mau Ngomong

TAGGED:idul adhaidul adha 2025meninggal diotendang sapisapi ngamuk
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Peta batas wilayah Aceh dan Sumatra Utara (Sumut). Sumut caplok empat pulau yang sebelumnya jadi wilayah Aceh. Tito ‘Restui’ Gubernur Sumut Bobby Nasution Rebut 4 Pulau Milik Aceh
Next Article LaLiga 2025-2026 Resmi Dijadwalkan Mulai 17 Agustus, Ini Rincian Kalender Musim Depan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengisi tumbler saat launching layanan Air Siap Minum “Toya Wening” di Pasar Gede Surakarta, Rabu (1/4/2026).

Bawa Tumbler, Respati Launching Kran Air Siap Minum ‘Toya Wening’ di Pasar Gede Solo

Citra satelit menunjukkan adanya pembukaam lahan di kawasan BSB City. (google earth)

Pengamat Lingkungan Beri Peringatan: Laju Pembangunan Jangan Korbankan Alam

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.

Iran Siap Akhiri Perang, Teheran Ajukan Dua Poin Peting sebagai Syarat

Italia Satu Kelas dengan Indonesia, Tidak Lolos Piala Dunia 2026

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN).

ASN Bisa Long Weekend Tiap Pekan? WFH pada Hari Jumat Resmi Diterapkan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

5 Toko Roti Legendaris dan Hits di Purwokerto, dari yang Usianya Seabad sampai Favorit Anak Muda

September 11, 2025
Wali Kota Solo Respati Ardi.
Unik

Respati Ancam Cabut Izin Pengusaha di Solo yang Tahan Ijazah Karyawan

Mei 15, 2025
Unik

Tragedi Rombongan Guru, Niat Takziah Berakhir Duka di Jalan Purworejo-Magelang

Mei 8, 2025
Warga yang membungkus air warna warni buat gebyuran Bustaman. Minggu (15/02/2026). (dul)
Unik

Gebyuran Bustaman 2026: Ragam Tradisi Unik Sambut Ramadan di Semarang

Februari 15, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sapi Mengamuk dan Tewaskan Warga, Idul Adha Diwarnai Insiden Mencekam di Dua Daerah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?