Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Brengsek! Alumni SMAN 12 Bandung Terekam Jadi Predator Digital, 19 Siswi Jadi Korban
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Brengsek! Alumni SMAN 12 Bandung Terekam Jadi Predator Digital, 19 Siswi Jadi Korban

Aksi bejat SADP (18), seorang alumni SMAN 12 Bandung memasang kamera tersembunyi di toilet perempuan sekolah dan vila perpisahan, dapat ganjaran Tindakan biadab itu menjadikannya predator digital muda yang kini resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus pornografi oleh Polda Jawa Barat.

Nugroho P.
Last updated: Mei 30, 2025 11:00 am
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
ilustrasi kamera tersembunyi
SHARE

NARAKITA, BANDUNG – Jagat pendidikan diguncang oleh aksi bejat SADP (18), seorang alumni SMAN 12 Bandung yang tega memasang kamera tersembunyi di toilet perempuan sekolah dan vila perpisahan. Tindakan biadab itu menjadikannya predator digital muda yang kini resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus pornografi oleh Polda Jawa Barat.

Pihak kepolisian mengungkap bahwa SADP telah mempersiapkan aksinya secara diam-diam saat masih berstatus sebagai siswa aktif. Kamera kecil diselipkan di lokasi privat untuk merekam aktivitas korban secara diam-diam. Aksinya terbongkar setelah korban melapor usai menemukan kamera di vila saat acara kelulusan.

“Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat menetapkan seorang remaja berinisial SADP (18), warga Kota Bandung, sebagai tersangka dalam kasus pornografi,” ungkap Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, dalam keterangannya.

Kejadian terbaru terjadi pada 20 Mei 2025 di sebuah vila di Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Saat itu, salah satu siswi merasa curiga dengan plastik hitam yang tergeletak di atas rak kamar mandi. Setelah dibuka, ternyata isinya adalah kamera tersembunyi. Korban bersama teman-temannya langsung memeriksa galeri ponsel SADP, dan temuan video vulgar membuat mereka gemetar.

Dari penyelidikan polisi, tercatat ada 19 siswi menjadi korban kejahatan SADP. Tujuh di antaranya menjadi korban saat masih di sekolah, sedangkan 12 siswi lainnya menjadi sasaran saat acara perpisahan di vila Lembang. Fakta itu menunjukkan bahwa aksi SADP bukan sekali dua kali, melainkan sudah direncanakan dan dilakukan berulang.

“Kami menemukan bukti berupa satu buah KTP atas nama SADP, satu unit handphone Samsung M15 biru tua, dua unit device kamera, lima baterai, dua ponsel tambahan, serta file video yang berisi rekaman para korban dengan kondisi tidak berbusana maupun setengah berbusana,” jelas Hendra.

Ironisnya, SADP baru saja resmi lulus dari sekolahnya pada 5 Mei 2025. Belum sebulan jadi alumni, ia langsung ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Polisi menangkapnya setelah laporan para korban diverifikasi dan bukti digital diperoleh secara lengkap.

Kejahatan SADP menciptakan luka dalam bagi para korban yang masih sangat muda dan rentan secara psikologis. Pihak kepolisian kini bekerja sama dengan lembaga perlindungan anak untuk memberikan pendampingan intensif.

Kasus ini menyulut kemarahan publik, terutama para orang tua murid. Mereka menuntut pihak sekolah bertanggung jawab karena kejahatan terjadi di lingkungan sekolah tanpa pengawasan yang memadai.

Sementara itu, pihak sekolah SMAN 12 Bandung belum memberikan pernyataan resmi. Desakan agar pihak sekolah terbuka dan segera mengevaluasi sistem keamanan terus menggema.

Polda Jabar mengimbau seluruh sekolah agar melakukan pemeriksaan rutin terhadap fasilitas privat seperti toilet dan ruang ganti. Selain itu, sekolah juga diminta mulai menerapkan edukasi etika digital bagi para siswa.

Tindakan SADP tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencabik-cabik norma, rasa aman, dan kepercayaan dalam institusi pendidikan. Banyak pihak menilai hukuman berat layak dijatuhkan sebagai efek jera.

SADP dijerat Undang-Undang Pornografi dan Undang-Undang Perlindungan Anak. Ia terancam hukuman maksimal di balik jeruji besi atas rekaman tanpa izin dan distribusi konten pornografi yang melibatkan anak di bawah umur.

“Kasus ini jadi peringatan keras. Siapa pun yang melakukan pelecehan, baik fisik maupun digital, akan kami tindak tegas. Tidak ada ampun untuk predator, sekalipun pelakunya masih remaja,” tegas Hendra.

Polisi juga membuka hotline khusus untuk menjaring laporan tambahan jika ada korban lain yang belum berani bicara. Dikhawatirkan, jumlah korban sebenarnya bisa lebih dari 19.

Keluarga SADP belum muncul ke publik dan memilih bungkam atas kasus ini. Sementara itu, proses penyidikan terus berjalan cepat. Polisi akan segera melimpahkan berkas ke kejaksaan setelah pemeriksaan dinyatakan lengkap.

Kisah SADP mengungkap sisi kelam generasi digital yang salah arah. Akses teknologi tanpa pengawasan bisa berubah menjadi alat predator yang merusak masa depan orang lain.

Kini, masyarakat menantikan keadilan ditegakkan. Harapan terbesar adalah agar tidak ada lagi remaja lain yang menjadi pelaku—maupun korban—dari kekerasan seksual tersembunyi yang mengintai dalam sunyi. (*)

You Might Also Like

Uang Tunai Rp 2 Miliar dalam Plastik Mickey Mouse Disita dari Rumah Bos Sritex

Raungan Suara Klakson Tak Terdengar, Detik-Detik Kecelakaan Kereta Api Harina di Kaligawe

Niat Zakat Fitrah Laki-Laki Biar Nggak Salah Pas Bayar

Mau Jadi Mahasiswa PPDS Anestesi Undip? Pahami Pasal-pasal Berikut

Langit Tak Selalu Muram di Tangan Lek Joko Sang Pawang Hujan

TAGGED:CCTV DALAM TOILETkAMERA TERSEMBUNYIngintip toiletpredator seks
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Stadion Bergemuruh,  God Bless Panaskan GBK Jelang Duel Penentu Indonesia vs Cina
Next Article Alun-alun Pancasila Kota Salatiga. Salatiga Rangking Pertama Kota Tertoleran di Indonesia Versi SETARA Institute

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Jateng Mau Sulap 70 Persen Sampah Jadi Listrik, Mimpi atau Jalan Keluar?

96 Ribu Pejabat “Belum Lapor”, MAKI: KPK Jangan Cuma Kasih Angka, Spill Namanya!

MBG Lima Hari Aja? Santai, Daerah 3T Dapat “Bonus Sabtu”

Bukan Sekadar Haul, Ini “Push Rank” KH Sholeh Darat Jadi Pahlawan Nasional

Haji 2026 Tetap Berangkat, Meski Timur Tengah Lagi Panas-Panasnya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

Lawan Lemak Perut dengan 5 Minuman Pagi Ini, Efeknya Bikin Ringan Seharian

Mei 22, 2025
Sastrawan kawakan asal Semarang, Triyanto Triwikromo.
Lakon Lokal

Kata Mas Tri Sastra Nggak Bikin Kaya, tapi Kenapa Masih Banyak yang Bertahan?

Januari 3, 2026
Unik

Ngulik Purwokerto, Sejuk, Unik, Ngapak, dan Bikin Betah

September 10, 2025
Slank kembali galak dengan realitas sosial dengan merilis lagu 'Republik Fufufafa'.
Viral

Slank Kembali Setelan Pabrik, Bikin Lagu Galak ‘Republik Fufufafa’

Desember 30, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Brengsek! Alumni SMAN 12 Bandung Terekam Jadi Predator Digital, 19 Siswi Jadi Korban
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?