Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Gus Baha Pernah Didatangi Orang Miskin yang Hendak Kurban Ayam, Emang Boleh Kurban Ayam Jago?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Gus Baha Pernah Didatangi Orang Miskin yang Hendak Kurban Ayam, Emang Boleh Kurban Ayam Jago?

Gus Baha menyebut bahwa menyembelih ayam di hari Idul Adha bisa menjadi latihan berkurban, tapi tidak bisa disebut kurban secara hukum.

Nugroho P.
Last updated: Mei 27, 2025 11:53 am
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha)
SHARE

DI TENGAH  masyarakat, muncul pertanyaan apakah diperbolehkan berkurban menggunakan ayam jago, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi. Pertanyaan ini kerap muncul menjelang Idul Adha, mengingat semangat berkurban tidak hanya dimaknai sebagai bentuk ibadah, tetapi juga simbol kepedulian sosial dan pengorbanan.

Sebagian warga yang tidak mampu membeli kambing atau sapi kerap mencari alternatif lain agar tetap bisa berpartisipasi, meski dengan hewan yang lebih murah seperti ayam jago.

Di Indonesia sendiri, kurban secara umum dilakukan dengan hewan ternak seperti sapi dan kambing, sebagaimana yang lazim dijumpai dalam tradisi masyarakat Muslim. Penyembelihan hewan kurban pun dilakukan sesuai syariat dengan jenis hewan tertentu yang ditetapkan secara jelas dalam hukum fikih.

Karena itu, munculnya wacana kurban dengan ayam jago seringkali menimbulkan kebingungan, terutama di kalangan awam, apakah hal tersebut sah dan sesuai dengan tuntunan agama atau hanya bentuk sedekah biasa.

Ulama asal Rembang KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau karib disapa Gus Baha menceritakan pengalaman saat didatangi oleh seorang pria miskin yang ingin berkurban dengan seekor ayam jago. Cerita ini dikutip dari tayangan kanal YouTube @SantriGayeng, Selasa (27/05/2025).

“Dadi malem badha, kulo niku nate ditekani wong melarat, meh kurban ajam jago,” kata Gus Baha dalam pengajiannya.

Dalam tayangan tersebut, Gus Baha menyebutkan bahwa tamu itu bertanya apakah kurban harus berupa kambing. “Masa kurban kudu wedus, Gus?” ujar si tamu. Gus Baha pun menjawab dengan singkat, “Lha piye.”

Ternyata, tamu tersebut telah membawa ayam jago dan ingin menyerahkannya ke Gus Baha untuk dijadikan kurban. Gus Baha lalu mengatakan, “Cangkemu,” yang menurutnya bukan umpatan, melainkan ekspresi spontan karena kaget dan disambut dengan tawa jamaah.

Orang tersebut mengaku melakukan hal itu karena pengaruh ceramah Gus Baha yang menyatakan bahwa jika tidak bisa ideal, tidak apa-apa. “Ini juga karena njenengan, Gus, katanya tidak bisa ideal tidak apa apa,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Gus Baha menjelaskan bahwa kurban dengan ayam jago tidak ideal secara syariat. “Iya tidak ideal tidak apa-apa, tapi kalau ayam jago jangan diniati kurban. Anggap saja ngasih ke kiainya. Begitu saja, hehehe,” ujar Gus Baha.

Gus Baha menyebut bahwa menyembelih ayam di hari Idul Adha bisa menjadi latihan berkurban, tapi tidak bisa disebut kurban secara hukum.

“Berarti ajarane nancep nang ati. Mumpung isih duene ayam durung wedus, Ayame sedekahna neng Gus Baha siji, kan urung abot… hahahaha… malah olih pitik, repot,” tambah Gus Baha sambil tertawa.

Dalam pengajian tersebut, Gus Baha juga mengingatkan untuk tidak meremehkan orang kaya yang tidak bersedekah. Menurutnya, jumlah yang besar membuat sedekah terasa lebih berat.

“Kalau cuma punya dua ayam, sedekah satu tidak berat. Tapi kalau punya dua sapi, tentu terasa berat,” jelasnya.

Gus Baha juga mengisahkan masa lalunya saat masih kekurangan di Jogja. Meskipun demikian, ia tetap berusaha berpartisipasi dalam Idul Adha.

“Kulo nggih nate mlarat, jaman teng Jogja. Kulo nyembeleh ayam, kadang nggih tumbas daging setengah kilo,” ungkap Gus Baha.

Menurutnya, Idul Adha adalah hari makan-makan, bukan hari puasa. Menyembelih ayam atau membeli daging meski sedikit adalah bentuk merayakan dan menanamkan semangat berbagi.

Namun jika ditanya apakah itu kurban, Gus Baha menyarankan agar dijawab tidak. “Jawab saja, ini hari makan-makan, ikut perintah Allah SWT,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa pendapat para ulama berbeda. Imam Nawawi tidak membolehkan kurban selain dari hewan ternak, sedangkan Imam Qurthubi membolehkan kurban ayam bahkan telur berdasarkan penafsiran terhadap hadis tentang keutamaan hari Jumat.

“Yang penting jangan dibawa ke masjid, nanti jadi kontroversi,” tegas Gus Baha.

Menurut Gus Baha, jika dilakukan secara pribadi, menyembelih ayam atau telur tetap bernilai baik. Yang terpenting adalah semangat berbagi.

Ia menggambarkan kondisi masyarakat: orang kaya kurban sapi, menengah kurban kambing, dan yang miskin menyembelih ayam atau telur. Semua tetap dalam semangat Idul Adha.

Pandangan ini menunjukkan bahwa meskipun berbeda pendapat, penting untuk memahami kondisi masyarakat dan tetap menjunjung toleransi. (*)

You Might Also Like

Jejak Sunyi Sang Guru Ulama, dari Bangkalan ke Tanah Suci

Om Shinjo, Badut Semarang yang Hidup dari Tawa Anak

Mau Olahraga Lebih Bertenaga? Rahasianya Ada di Buah Ini

Tiga Tahun Menunggu dalam Sunyi, Sudah 1.000 Hari Keluarga Iwan Boedi Menanti Keadilan

Soal Kemanusiaan Palestina, PM China Li Qiang Nyatakan kepada Puan Siap Kerja Sama dengan Indonesia

TAGGED:gus bahaidul adhakurbankurban ayamkurban ayam jagongaji gus baha
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kluivert Masih Buka Peluang Panggil Pemain Anyar
Next Article Empat Pemain Timnas Sepak Bola Putri Disetujui Naturalisasi oleh DPR, Berikut Namanya

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi penumpang kereta api mencari tempat duduk sesuai yang tertera di tiket miliknya.

Angkutan Lebaran Usai, Penumpang Kereta Daop 4 Melonjak 14 Persen

Gedung KONI Manado runtuh setelah diguncang gempa bumi pada Kamis (2/4/2026).

Gempa Sulut-Malut: 1 Korban Jiwa, 2.200 Warga Mengungsi

Jumat Buat Muslimah, Amalan Ringan Tapi Pahalanya Nggak Main-main

Tiga Prajurit Gugur, MUI Ajak Salat Gaib Bersama

Campak Mulai Ngegas Lagi, Jateng Siaga Jangan Anggap Remeh

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

Peran Eks Sekda Cilacap di Korupsi BUMD: Ikut Melobi dan Menikmati

Juni 20, 2025
Ketua DPR RI Puan Maharani memeluk ibunda Affan Kurniawan, saat melayat ke rumah duka, Sabtu (30/8/2025).
Unik

Takziah ke Rumah Duka, Puan Janji Bantu Pendidikan Adik Affan dan Belikan Motor Buat Sang Ayah

Agustus 30, 2025
Ketua DPR RI Puan Maharani
Unik

DPR Siap Evaluasi Menyeluruh Pelaksanaan Haji

Juni 26, 2025
Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo hadiri sidang Hasto Kristiyanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (12/6/2025).
Unik

Elite PDIP Hadir di Sidang Hasto Kristiyanto, Ganjar: Semangat!

Juni 12, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Gus Baha Pernah Didatangi Orang Miskin yang Hendak Kurban Ayam, Emang Boleh Kurban Ayam Jago?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?