Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Demo Memanas di Eropa, KBRI Diminta Siaga Lindungi WNI
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Demo Memanas di Eropa, KBRI Diminta Siaga Lindungi WNI

Nugroho P.
Last updated: Oktober 20, 2026 7:29 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Gelombang protes di Eropa belum mereda. Setelah Italia dan Prancis diguncang demonstrasi yang berujung kericuhan, aksi massa juga merebak di Belgia dan Portugal dengan persoalan yang tak jauh berbeda.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Gelombang demonstrasi yang meluas di Prancis dan Italia menjadi perhatian DPR, terutama terkait keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal maupun menempuh pendidikan di sana. Perwakilan RI diminta lebih sigap memantau perkembangan situasi agar warga Indonesia tidak terjebak di tengah aksi yang berujung ricuh.

Contents
KBRI Diminta Aktif Beri InformasiDemonstrasi Prancis Melibatkan Beragam KelompokAksi di Italia Juga Jadi Perhatian

Anggota Komisi I DPR, Taufiq R. Abdullah, meminta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Paris dan Roma memperkuat pemantauan keamanan. Informasi mengenai titik rawan, perubahan situasi, hingga langkah penyelamatan dinilai penting agar WNI bisa mengambil keputusan dengan cepat.

Menurut Taufiq, pemantauan saja tidak cukup. KBRI juga perlu memastikan informasi keselamatan tersampaikan secara rutin dan menyediakan saluran darurat yang mudah diakses jika warga membutuhkan bantuan.

“Saya yakin perwakilan kita di sana sudah paham menghadapi situasi ini. Yang jelas perlu meningkatkan pemantauan perkembangan situasi keamanan sebagai bahan panduan bagi WNI agar masyarakat tahu wilayah mana yang harus dihindari,” ujar Taufiq dalam keterangannya, Selasa (20/10/2026).

KBRI Diminta Aktif Beri Informasi

Taufiq menilai komunikasi yang jelas dan konsisten bisa membantu WNI tetap tenang ketika kondisi keamanan di negara tempat mereka tinggal berubah. Karena itu, KBRI di Paris dan Roma diminta memanfaatkan kanal komunikasi resmi, termasuk media sosial, untuk menyampaikan perkembangan situasi secara berkala.

WNI juga perlu mendapat panduan praktis mengenai kawasan yang sebaiknya dihindari, tempat aman yang bisa dituju, serta cara menghubungi perwakilan RI dalam keadaan darurat.

“KBRI perlu mengambil langkah tepat agar WNI tidak panik dengan memberikan informasi berkala melalui kanal resminya. Jika situasi di tempat tinggal atau kampus memburuk, segera cari lokasi aman dan ikuti arahan otoritas setempat,” ujar Taufiq.

Selain meminta penguatan peran KBRI, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mendorong Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyusun panduan evaluasi risiko secara berkelanjutan. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya berlaku bagi Prancis dan Italia, tetapi juga wilayah Eropa lain yang sedang mengalami gejolak.

“Penyampaian informasi yang konsisten merupakan bagian penting dari upaya perlindungan WNI di luar negeri. KBRI harus memastikan setiap panduan memuat langkah keselamatan yang terukur dan jalur bantuan yang responsif,” katanya.

Demonstrasi Prancis Melibatkan Beragam Kelompok

Gelombang protes di Prancis melibatkan sejumlah kelompok, mulai dari mahasiswa, serikat pekerja, hingga gerakan rompi kuning. Menurut laporan The Telegraph yang dikutip dalam pemberitaan, sekitar 550.000 orang turun ke jalan dalam demonstrasi tersebut.

Aksi itu awalnya berkaitan dengan persoalan pendidikan, termasuk kekurangan guru dan memburuknya kondisi sekolah menengah di kawasan pinggiran Paris. Seruan melalui media sosial kemudian memperluas gerakan ke berbagai wilayah.

Gerakan rompi kuning sendiri pernah mencuat pada 2018 sebagai bentuk protes terhadap kenaikan biaya hidup. Dalam gelombang demonstrasi terbaru, tuntutan juga melibatkan berbagai kelompok pekerja, seperti perawat, guru, petani, pengemudi taksi, serta aktivis lingkungan.

Situasi demonstrasi di Prancis turut menjadi sorotan setelah aksi protes meluas dan memicu kekhawatiran terkait keamanan. Pada 17 Oktober 2026, negara tersebut juga menghadapi demonstrasi berskala nasional yang berkaitan dengan biaya hidup.

Aksi di Italia Juga Jadi Perhatian

Gelombang demonstrasi dilaporkan meluas ke sejumlah negara Eropa lainnya, termasuk Italia dan Belgia. Di Italia, aksi protes antara lain ditujukan terhadap perang dan kenaikan biaya hidup.

Perkembangan tersebut membuat perlindungan WNI perlu mendapat perhatian serius. Warga Indonesia yang berada di kawasan demonstrasi diimbau terus memantau informasi resmi, menghindari lokasi aksi yang berpotensi ricuh, serta mengikuti arahan otoritas setempat.

Penguatan komunikasi darurat dan penyampaian informasi yang cepat diharapkan bisa membantu WNI mengambil langkah aman ketika situasi berubah. Dengan pemantauan yang lebih intensif, perwakilan Indonesia di luar negeri diharapkan mampu memberikan perlindungan dan bantuan secara responsif saat dibutuhkan. (*)

You Might Also Like

Beda Penanganan Korban Banjir di Thailand dan Sumatera, seperti Bumi-Langit

Bikin Status WA Aja Bisa Bikin Kamu Ditangkap, LBH Semarang Bilang Polisi Berlebihan

Sekolah Rakyat Segera Masuki Tahap Belajar, Seragam dan Laptop Siap Dibagikan

Warga Swadaya Perbaiki Jalan Rusak, Pengamat: “Jangan Dianggap Normal”

Rayakan Hari Bhakti Pemasyarakatan, Petugas Lapas Summit Attack ke Sindoro

TAGGED:demokbrilindungi wni
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Menteri Luar Negeri Sugiono. Sekolah Keagamaan Gratis Dimatangkan, Nasib Guru Ikut Disorot
Next Article Ilustrasi pengemudi ojek online (ojol). Harapan Ojol Jateng di Tengah Rencana Revisi UU Lalu Lintas

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat.

Disdikpora Wonosobo bakal Dipecah, Afif: 2027 Dispora Jadi OPD Sendiri

SIKAPI PERCERAIAN: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bersama pihak Pengadilan Agama Semarang menjalin kerja sama menyikapi kasus perceraian. (ist)

Tiap Tahun Ribuan Pasutri Cerai, Pemkot Semarang Pikirkan Nasib Janda dan Anaknya

Ilustrasi pengemudi ojek online (ojol).

Harapan Ojol Jateng di Tengah Rencana Revisi UU Lalu Lintas

Demo Memanas di Eropa, KBRI Diminta Siaga Lindungi WNI

Menteri Luar Negeri Sugiono.

Sekolah Keagamaan Gratis Dimatangkan, Nasib Guru Ikut Disorot

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi tawuran. (grafis/tera)
Hukum

Bawa Sajam, 7 Remaja di Batang Digagalkan Tawuran

Agustus 18, 2026
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto. (bae)
Hukum

Rasain! AKBP Basuki Dipecat Gara-gara Main Perempuan, Imbas Kematian Dosen Untag

Desember 4, 2025
Info

Bukan Cuma Cokelat, Ini Ide Hampers Paskah Lebih Berkesan

April 2, 2026
Info

Zebra Candi Jalan Terus, Pelanggar Tetap Gaspol

November 20, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Demo Memanas di Eropa, KBRI Diminta Siaga Lindungi WNI
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?