BACAAJA, BANJARNEGARA – Perlengkapan sekolah yang memadai bisa menjadi penyemangat bagi anak untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Semangat itulah yang ingin dibangun Polres Banjarnegara lewat aksi peduli kasih di SD Negeri 2 Kaliajir, Kecamatan Purwanegara, Selasa (20/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Polres Banjarnegara menyalurkan bantuan berupa seragam sekolah, topi, dan sepatu kepada siswa SD Negeri 2 Kaliajir serta SMP Negeri 6 Satu Atap Purwanegara. Bantuan diserahkan langsung Kapolres Banjarnegara AKBP Dr. Aruma Chandra Dewi, SIK, M.Krim.
Tak sekadar membagikan perlengkapan sekolah, kegiatan ini juga membawa pesan bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik, apa pun latar belakang keluarganya.
Kapolres Banjarnegara AKBP Aruma Chandra Dewi mengatakan, dukungan terhadap pendidikan anak tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Peran keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah diperlukan agar anak-anak bisa tumbuh dengan baik serta mengembangkan kemampuan yang mereka miliki.
Ia menyadari bantuan yang diberikan mungkin belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan sekolah para siswa. Meski begitu, ia berharap perlengkapan tersebut bisa membantu meringankan beban orang tua sekaligus menambah motivasi anak untuk belajar.
“Kami memahami bahwa perlengkapan sekolah yang diberikan mungkin belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan pendidikan anak-anak. Namun, kami berharap bantuan sederhana ini bisa memberikan manfaat nyata, meringankan beban orang tua, serta menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus belajar dan meraih cita-cita,” kata Aruma.
Menurutnya, perhatian terhadap pendidikan perlu dibarengi dengan pendampingan yang tepat. Anak-anak harus diberi ruang untuk mengenali kemampuan, mengasah bakat, dan tumbuh sesuai potensi masing-masing.
Aruma pun berpesan kepada para guru dan orang tua agar tidak mudah memberi label negatif kepada anak. Setiap siswa memiliki kelebihan yang bisa berkembang jika mendapat perhatian dan dukungan yang sesuai.
“Tidak ada anak yang bodoh. Setiap anak memiliki potensi masing-masing. Karena itu, saya titip kepada bapak dan ibu guru serta orang tua agar terus mendampingi anak-anak, mengenali kemampuan mereka, dan mendidik mereka menjadi pribadi yang baik,” ujarnya.
Kegiatan penyaluran bantuan tersebut turut dihadiri jajaran pejabat utama Polres Banjarnegara, unsur Forkopimca Purwanegara, pengawas pendidikan, pemerintah Desa Kaliajir, kepala sekolah, guru, wali murid, dan para siswa.
Selain menaruh perhatian pada kebutuhan pendidikan, Polres Banjarnegara juga menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak. Perlindungan anak, menurut Aruma, bukan hanya tugas keluarga atau sekolah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama.
Salah satu upaya yang didorong adalah pengembangan proyek percontohan Desa Ramah Anak. Program ini diharapkan dapat memperkuat kepedulian lingkungan terhadap keselamatan, perlindungan, serta tumbuh kembang anak.
Perhatian sejak dini juga dinilai penting untuk mencegah kenakalan remaja. Dengan lingkungan yang mendukung, anak-anak diharapkan bisa tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan memiliki bekal positif untuk masa depan.
“Anak-anak adalah aset bangsa yang harus kita jaga dan lindungi. Kita bekali mereka dengan ilmu pengetahuan, kepedulian, dan pendidikan yang baik agar kelak menjadi generasi penerus yang tangguh serta mampu mewujudkan Indonesia Emas,” tandas Aruma.
Melalui kegiatan peduli kasih ini, Polres Banjarnegara berharap dukungan terhadap pendidikan anak bisa terus tumbuh. Sebab, perlengkapan sekolah mungkin terlihat sederhana, tetapi perhatian dan kesempatan yang diberikan kepada anak dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka meraih cita-cita. (*)

