Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ledakan di Garut, Ada Isu Warga Garut Jadi Pemulung Amunisi Ini Pengakuannya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Ledakan di Garut, Ada Isu Warga Garut Jadi Pemulung Amunisi Ini Pengakuannya

Beredar isu warga sekitar jadi pemulung amunisi di lokasi ledakan, begini bantahan warga setempat.

Nugroho P.
Last updated: Mei 13, 2025 8:54 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Ilustrasi amunisi TNI.
Ilustrasi amunisi TNI.
SHARE

NARAKITA, GARUT– Ledakan hebat mengguncang Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Senin (12/5), saat pemusnahan amunisi tidak layak pakai milik TNI. Insiden tersebut mengakibatkan 13 orang meninggal dunia, terdiri dari empat anggota TNI dan sembilan warga sipil. Peristiwa memilukan ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, termasuk Agus Setiawan.

Agus Setiawan adalah kakak kandung Rustiawan, salah satu korban yang turut tewas dalam ledakan. Agus mengungkapkan, adiknya bersama sejumlah rekan ikut bekerja di lokasi peledakan milik TNI dengan upah Rp150 ribu per hari. Mereka ditugasi membuka peluru kecil dan selongsong amunisi.

“(Buka) Peluru kecil, buka selongsong. Diupah per hari Rp150 ribu,” ungkap Agus saat ditemui, Selasa (13/5). Agus juga menegaskan bahwa warga yang bekerja di lokasi bukanlah pemulung, melainkan kuli yang mendapat upah.

Pernyataan dari warga setempat ini penting untuk meluruskan kabar yang beredar.

Agus membantah adanya kabar bahwa warga memulung besi-besi amunisi yang tersisa dari pemusnahan. Menurutnya, warga hanya bekerja membantu proses pembukaan peluru kecil dan selongsong ketika ada barang yang datang untuk dimusnahkan.

“(Kerjanya) Paling 12 hari beres. Jadi bukan mulung, kami tidak berburu besi bekas dan selongsong. Kami bekerja, kuli,” kata Agus dengan tegas.

Isu warga menjadi pemulung muncul setelah video viral memperlihatkan sejumlah pemotor mendekat ke lokasi kejadian usai ledakan. Agus menjelaskan bahwa peristiwa dalam video tersebut terjadi setelah peledakan pertama selesai.

Setelah pemusnahan amunisi tahap awal, sejumlah warga memang memunguti serpihan logam dan sisa amunisi. Namun, Agus menegaskan, aktivitas itu berlangsung sebelum detonator yang menyebabkan ledakan besar dimusnahkan.

“Yang mungut rombongan kita-kita juga, tapi beda peristiwa. Sebelum kejadian itu,” jelas Agus.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Kristomei Sianturi menyatakan bahwa keberadaan warga sipil di lokasi pemusnahan amunisi memang sering terjadi. Menurutnya, warga biasanya mendekat setelah pemusnahan untuk mengumpulkan serpihan logam yang bernilai jual.

“Informasi yang kami dapat, kebiasaan yang ada, adalah apabila setelah peledakan itu masyarakat mendekat,” kata Kristomei dalam wawancara sebuah wawancara.

Kristomei juga menyebut bahwa warga mengumpulkan sisa-sisa logam seperti tembaga dan besi dari amunisi yang telah diledakkan, karena material tersebut memiliki nilai jual.

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigadir Jenderal Wahyu Yudhayana menyatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki mengapa warga sipil bisa mendekati lokasi pemusnahan amunisi.

Dugaan adanya kelalaian dalam prosedur pemusnahan amunisi pun mulai mengemuka. Imparsial, sebuah lembaga advokasi HAM, menduga ada kelalaian dalam penerapan standar operasional prosedur (SOP) saat pemusnahan amunisi di Garut.

“Fakta bahwa warga bisa berada di area tersebut menunjukkan adanya kelalaian dalam pengamanan. Pemusnahan amunisi seharusnya dilakukan dengan prosedur ketat agar tidak ada korban jiwa,” kata Direktur Imparsial.

Sejumlah pihak mendesak TNI untuk mengusut tuntas peristiwa ini dan memberikan kompensasi kepada keluarga korban. Mereka juga meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pemusnahan amunisi agar kejadian serupa tidak terulang.

Duka mendalam menyelimuti Kecamatan Cibalong. Agus Setiawan bersama keluarga lainnya berharap ada kejelasan terkait tragedi ini. Mereka juga berharap tidak ada lagi korban jiwa akibat kelalaian dalam pemusnahan amunisi.

Peristiwa ini menjadi perhatian nasional, mengingat banyaknya korban jiwa dan adanya dugaan pelanggaran SOP. Warga sekitar masih trauma, terutama keluarga korban yang kehilangan anggota keluarga mereka.

Agus Setiawan dan warga lainnya kini hanya berharap agar tragedi ini mendapat penanganan yang adil dan transparan. Mereka ingin agar kejadian memilukan ini tidak lagi terulang di kemudian hari.

You Might Also Like

Al Waqiah Dibaca Rutin, Banyak Yang Bilang Rezeki

Drama CEO Miskin Mendadak Dilarang, Netizen Auto Kaget

Liburan ke Solo, Yuk Jelajahi 5 Spot Budaya yang Bikin Nambah Wawasan!

BNN Jateng Musnahkan 530 Gram Sabu, 600 Butir Ekstaksi dan 1.730 Gram Ganja dengan Cara Ini

Adian Napitupulu Nilai Kemenhub Plin-Plan Soal Tarif Ojol

TAGGED:ledakan amunis garutledakan amunisiledakan amunisi tni garutwarga garut
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Dear Jemaah Haji, Perhatikan Larangan Penting di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Berikut
Next Article Ketua DPR RI Puan Maharani menggelar pertemuan bilateral dengan sejumlah negara untuk tegaskan dukung negara Palestina, di sela gelaran PIUC ke-19. Lakukan Pertemuan Bilateral di Sela PUIC, Puan Tekankan Dukung Negara Palestina

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Tengah, Haryono Agus Setiawan. (bae)

Fakta Jaringan Love Scamming di Semarang, Izin Tinggal 4 WNA China Kedaluwarsa

LAYANI PELANGGAN - Pelaku usaha fotokopi di Ngaliyan, Semarang, sedang melayani pelanggan. Mereka mengaku empot-empotan menghadapi harga kertas yang terus melambung tinggi, dampak melemahnya rupiah. (dul)

Harga Kertas Melambung Tinggi, Pelaku Usaha Fotokopi Ketar-ketir

KETUA PERADI SAI SEMARANG - Ketua DPC Peradi SAI Kota Semarang, Luhut Sagala (tengah) mengumumkan perubahan nama dan logo organisasi dalam acara buka bersama anggota di Aroem Resto Semarang, Selasa (3/3/2026). (bae)

Luhut Sagala Kembali Pimpin Peradi SAI Kota Semarang, Ini Fokus Agenda Kerjanya

ROKOK - Ilustrasi produk turunan tembakau berupa rokok.

Harga Rokok Ikut Terkerek Naik Meski Tak Ada Penyesuaian Tarif Cukai

KANTONG PLASTIK - Ilustrasi pedagang memasukkan barang yang dibeli pelanggan ke dalam kantong plastik.

Kelihatannya Sepele, tapi Jadi Beban Banget Buat Pelaku UMKM: Harga Plastik Naik Gila-gilaan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Viral

Nongkrong Sambil Pegang Ular, Dua Pemuda Bogor Berakhir Tragis Malam

Mei 14, 2026
Unik

Sambut Arus Mudik, Perbaikan Jalan Dideadline Rampung H-10 Lebaran

Februari 21, 2026
Presiden Indonesia Prabowo Subianto.
Unik

Prabowo Bongkar Ancaman Terhadap Penegak Hukum

Mei 18, 2025
Unik

Ribuan Media Cetak Tutup, DPR Desak Pemerintah Lindungi Nasib Jurnalis

Juli 9, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ledakan di Garut, Ada Isu Warga Garut Jadi Pemulung Amunisi Ini Pengakuannya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?