BACAAJA, PURBALINGGA – Kontingen Purbalingga punya misi besar di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Tak lagi puas bertahan di papan bawah, daerah ini membidik posisi 20 besar dengan target delapan medali emas.
Pemerintah Kabupaten Purbalingga juga menyiapkan bonus hingga Rp40 juta bagi atlet perorangan yang sukses meraih emas. Apresiasi ini diharapkan bisa menambah semangat para atlet untuk tampil maksimal di arena pertandingan.
Target tersebut disampaikan Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani saat melepas kontingen Porprov di Pendapa Dipokusumo, Sabtu (17/10/2026). Sebanyak 140 atlet bersama 60 pelatih dan ofisial akan membawa nama Purbalingga dalam persaingan di 20 cabang olahraga yang digelar di wilayah Semarang Raya.
Dimas mengatakan, target kali ini menjadi upaya untuk memperbaiki hasil Porprov 2023. Saat itu, Purbalingga mengoleksi tiga medali emas, 10 perak, dan 21 perunggu sehingga harus puas menempati peringkat ke-31.
“Pada Porprov 2023, kontingen Purbalingga berhasil membawa pulang tiga emas, 10 perak, dan 21 perunggu. Capaian ini menempatkan Purbalingga pada peringkat ke-31. Tahun ini, kami menargetkan peringkat ke-20 dengan capaian delapan emas,” kata Dimas.
Menurut dia, target tersebut harus menjadi pemacu semangat, bukan malah membuat atlet tertekan. Para atlet diminta tetap fokus, percaya diri, dan mengeluarkan kemampuan terbaik saat menghadapi lawan.
Dimas juga menegaskan bahwa perjuangan kontingen bukan hanya menjadi tanggung jawab para atlet. Pemerintah daerah dan masyarakat Purbalingga turut memberikan dukungan serta doa agar mereka bisa membawa pulang hasil terbaik.
“Target ini adalah penyemangat. Jangan sampai menjadi beban yang membuat atlet tidak leluasa dalam berjuang. Kalian tidak berjuang sendiri. Kami dan seluruh masyarakat Purbalingga senantiasa mendukung dan mendoakan keberhasilan kalian,” ujarnya.
Untuk menambah motivasi, Pemkab Purbalingga melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) menyiapkan bonus bagi atlet yang berhasil meraih medali. Besarannya dibedakan berdasarkan jenis medali dan kategori pertandingan.
Atlet perorangan yang meraih medali emas akan menerima bonus Rp40 juta. Peraih perak mendapat Rp20 juta, sedangkan atlet yang membawa pulang perunggu memperoleh Rp12,5 juta.
Sementara itu, bonus untuk nomor beregu juga disiapkan dengan nominal lebih besar. Tim peraih emas akan mendapatkan Rp50 juta, perak Rp25 juta, dan perunggu Rp15 juta.
Dimas menyebut bonus tersebut merupakan bentuk penghargaan atas perjuangan dan prestasi atlet yang membawa nama daerah. Dukungan itu sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong perkembangan olahraga di Purbalingga.
Meski begitu, ia mengingatkan agar atlet tidak menjadikan medali maupun bonus sebagai satu-satunya tujuan. Menurutnya, kesempatan bertanding di Porprov juga harus dimanfaatkan untuk menunjukkan kemampuan, menjaga sportivitas, dan mengharumkan nama Purbalingga.
Di sisi lain, kesiapan kontingen juga mendapat perhatian dari KONI Purbalingga. Ketua KONI Purbalingga Budi Setiawan mengatakan, pihaknya bersama pemerintah daerah telah menyalurkan berbagai perlengkapan untuk menunjang kebutuhan atlet dan pelatih selama mengikuti kompetisi.
Perlengkapan yang dibagikan meliputi jaket training, sepatu, kaus kaki, topi, serta tas perjalanan atau travel bag. Selain itu, setiap atlet dan pelatih juga mendapatkan uang saku sebesar Rp1,5 juta.
Budi menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas dukungan yang diberikan kepada kontingen. Fasilitas tersebut dinilai membantu atlet dan pelatih mempersiapkan diri sebelum terjun ke pertandingan.
“Terima kasih atas fasilitasi yang diberikan pemerintah daerah. Dukungan ini sangat berarti bagi atlet dan pelatih dalam mempersiapkan diri menghadapi Porprov,” katanya.
Dengan target naik ke peringkat ke-20 dan memburu delapan emas, kontingen Purbalingga kini mengemban tantangan untuk memperbaiki catatan prestasi sebelumnya. Dukungan fasilitas dan bonus diharapkan menjadi tambahan motivasi agar para atlet bisa tampil optimal dan membawa hasil membanggakan bagi daerah. (*)

