Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bullying Bukan Candaan, Islam Tegas Melarangnya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tips

Bullying Bukan Candaan, Islam Tegas Melarangnya

Nugroho P.
Last updated: Oktober 9, 2026 7:50 am
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Ilustrasi siswa korban perundungan di sekolah. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Ejekan yang dianggap lucu oleh pelakunya belum tentu terasa ringan bagi orang yang menerimanya. Ucapan yang merendahkan, kebiasaan mengucilkan, hingga tindakan menyakiti secara fisik bisa meninggalkan luka yang tidak langsung terlihat.

Contents
Al-Qur’an Melarang Perilaku Mengolok-olokHadis Mengingatkan Pentingnya Menjaga LisanDampak Bullying Bisa BerkepanjanganIslam Mengajarkan Nasihat, Bukan Mempermalukan

Dalam Islam, perilaku seperti itu tidak bisa dibenarkan hanya dengan alasan bercanda. Setiap manusia memiliki kehormatan yang wajib dijaga, sehingga perbedaan penampilan, kondisi keluarga, status sosial, maupun kekurangan seseorang tidak pantas dijadikan bahan olokan.

Larangan merendahkan orang lain telah dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW. Ajaran tersebut menjadi pengingat bahwa seorang Muslim seharusnya menghadirkan rasa aman bagi orang lain, bukan membuat mereka takut atau kehilangan kepercayaan diri.

Al-Qur’an Melarang Perilaku Mengolok-olok

Salah satu landasan larangan bullying terdapat dalam Surah Al-Hujurat ayat 11. Allah SWT melarang orang-orang beriman mengolok-olok, mencela, serta memanggil sesama dengan sebutan yang buruk.

Pesan ayat tersebut menegaskan bahwa seseorang tidak boleh merasa lebih baik hanya karena memiliki kelebihan tertentu. Orang yang menjadi sasaran ejekan bisa jadi justru lebih baik di sisi Allah SWT dibandingkan mereka yang merendahkannya.

Larangan ini juga berlaku ketika ejekan dibungkus sebagai candaan. Jika perkataan atau tindakan membuat orang lain dipermalukan, direndahkan, atau tersakiti, perilaku tersebut perlu dihentikan dan tidak dianggap sebagai sesuatu yang wajar.

Hadis Mengingatkan Pentingnya Menjaga Lisan

Rasulullah SAW memberikan pedoman tentang bagaimana seorang Muslim seharusnya memperlakukan orang lain. Dalam hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, seorang Muslim digambarkan sebagai orang yang membuat kaum Muslimin lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya.

Pesan tersebut mencakup larangan menyakiti orang lain melalui perkataan maupun tindakan. Menghina, mengancam, memukul, atau sengaja mempermalukan seseorang jelas bertentangan dengan semangat menjaga keselamatan sesama.

Karena itu, menjaga lisan bukan sekadar soal memilih kata yang sopan. Seorang Muslim juga perlu mempertimbangkan dampak ucapannya agar tidak melukai harga diri orang lain.

Dampak Bullying Bisa Berkepanjangan

Perundungan dapat memberikan dampak yang jauh lebih besar daripada yang dibayangkan pelakunya. Korban bisa merasa minder, kehilangan kepercayaan diri, mengalami kecemasan, atau kesulitan membangun hubungan sosial.

Dalam situasi tertentu, pengalaman buruk tersebut bahkan dapat meninggalkan trauma berkepanjangan. Korban mungkin memilih menyendiri karena takut kembali menjadi sasaran ejekan atau perlakuan tidak menyenangkan.

Oleh sebab itu, bullying perlu mendapat perhatian di berbagai lingkungan, mulai dari keluarga, sekolah, pesantren, tempat kerja, hingga media sosial. Tindakan yang dilakukan berulang kali atau melibatkan ketimpangan kekuatan tidak boleh disepelekan.

Islam Mengajarkan Nasihat, Bukan Mempermalukan

Ketika melihat seseorang melakukan kesalahan, Islam mendorong umatnya untuk memberikan nasihat dengan cara yang baik. Mengoreksi perilaku seseorang tidak harus dilakukan dengan mempermalukannya di depan banyak orang.

Sikap saling menolong, menghargai perbedaan, dan menjaga kehormatan sesama justru perlu dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Jika menemukan tindakan bullying, seseorang dapat membantu korban, menegur pelaku dengan bijak, atau melaporkannya kepada pihak yang bertanggung jawab.

Lingkungan yang aman juga membutuhkan keberanian untuk tidak ikut menertawakan korban. Diam ketika perundungan terjadi memang tidak selalu berarti mendukungnya, tetapi mencari pertolongan dapat membantu menghentikan tindakan tersebut.

Pada akhirnya, menjauhi bullying merupakan bagian dari penerapan akhlak dalam Islam. Menjaga ucapan, menghormati sesama, dan berani membantu orang yang menjadi korban adalah langkah nyata untuk membangun lingkungan yang lebih damai dan penuh kasih sayang. (*)

You Might Also Like

Nyeri Sehabis Makan Santan? Bisa Jadi Empedu Lagi Kasih Kode

Borderline Personality Disorder Bukan Sekadar Mood Swing, Kenali Tandanya

Dugaan Bully di MTs Pati, Dua Jari Siswa Hilang

Geger Geden Penjarahan, Begini Hukum dan Tinjauan Islam

Jantung Terlihat Baik-Baik, Tiba-Tiba Tubuh Mendadak Tumbang Sendirian

TAGGED:bullyingislamislamiperundungansekolah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article SERAHKAN PREMI: Pihak Lapas Semarang menyerahkan premi kepada warga binaan yang mengikuti program kemandirian di area lapas, Rabu (7/10/2026). (ist) Warga Binaan Lapas Semarang Bisa Kerja Hasilkan Uang dari Dalam Penjara
Next Article DIAMBIL SUMPAH: Andhie Fajar Arianto diambil sumpah saat pelantikannya sebagai Asisten Intelijen Kejati Jateng, Kamis (8/10/2026). (ist) Andhie Fajar Jabat Asintel Kejati Jateng, Diminta Fokus Perkuat Deteksi Dini

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Cari Rezeki Halal Biar Kerja Jadi Berkah, Begini Penjelasannya

LAPOR KPK: Koordinator Forum Advokasi Rakyat (FAR), Eko Haryanto menunjukkan surat laporan ke KPK soal proyek pembangunan Pakuwon Mall Semarang. (ist)

Koordinator FAR Eko Haryanto Laporkan Proyek Pakuwon Mall Semarang ke KPK

Please, Surga dan Neraka Jangan Dijadikan Bahan Lelucon

DIAMBIL SUMPAH: Andhie Fajar Arianto diambil sumpah saat pelantikannya sebagai Asisten Intelijen Kejati Jateng, Kamis (8/10/2026). (ist)

Andhie Fajar Jabat Asintel Kejati Jateng, Diminta Fokus Perkuat Deteksi Dini

Bullying Bukan Candaan, Islam Tegas Melarangnya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Seharian Berhijab atau Helm, Kok Ketombe Muncul?

September 13, 2026
Tips

Rutinitas Padat? Begini Biar Hidup Tetap Seimbang

Oktober 5, 2026
Tips

Buya Yahya Ingatkan Efek Ribut di Depan Anak

Agustus 28, 2026
Tips

Telinga Berlubang Lebih dari Satu, Emang Boleh? Ini Obrolan Fikihnya

Maret 4, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bullying Bukan Candaan, Islam Tegas Melarangnya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?