Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Panas Makin Ganas, Kehamilan Ikut Terancam
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Panas Makin Ganas, Kehamilan Ikut Terancam

Nugroho P.
Last updated: Oktober 5, 2026 11:46 am
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
PANAS. Cuaca panas membahayakan kesehatan ibu hamil dan janin..
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Panas ekstrem bukan cuma bikin aktivitas harian terasa menyiksa. Kondisi ini ternyata juga membawa risiko serius bagi ibu hamil dan bayi, mulai dari kelahiran prematur hingga bayi lahir dengan berat badan rendah.

Contents
Panas Jadi Ancaman Baru bagi KehamilanDokter Mulai Melihat DampaknyaJulia Gillard: Panas Ekstrem Itu Pembunuh Diam-DiamPBB Minta Ancaman Ini Jangan DiabaikanPre-COP31 Jadi Panggung Negara Pasifik

Kepala iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Simon Stiell bakal mengangkat persoalan tersebut dalam pertemuan pre-COP31 di Nadi, Fiji, Senin, 5 Oktober 2026. Ia akan menyampaikan bahwa suhu yang terus naik akibat perubahan iklim mulai menjadi ancaman nyata bagi kesehatan ibu dan bayi.

Peringatan itu diperkuat hasil survei terhadap sekitar 1.000 dokter dan bidan di lima negara. Lebih dari dua pertiga tenaga kesehatan yang disurvei mengaku dalam lima tahun terakhir pernah melihat komplikasi yang mereka kaitkan dengan paparan panas ekstrem.

Panas Jadi Ancaman Baru bagi Kehamilan

Stiell menyebut kenaikan suhu membuat risiko selama masa kehamilan ikut meningkat. Paparan panas ekstrem kini semakin sering dikaitkan dengan kelahiran prematur, bayi lahir mati, berat badan lahir rendah, hingga berbagai komplikasi pada ibu.

Menurut dia, dampak perubahan iklim terhadap kehamilan mulai menjadi salah satu titik rawan dalam krisis iklim global. Kondisi tersebut dinilai bisa memperbesar penderitaan masyarakat yang tinggal di wilayah paling rentan terhadap cuaca ekstrem.

Para ilmuwan sebelumnya juga telah memperingatkan bahwa perubahan iklim membuat gelombang panas dan cuaca ekstrem semakin sering terjadi. Rekor suhu pun terus pecah di sejumlah wilayah dunia.

Analisis AFP berdasarkan data observatorium iklim Uni Eropa, Copernicus, mencatat sekitar 33 negara mengalami Juli terpanas sepanjang sejarah pencatatan pada tahun ini. Negara-negara tersebut tersebar dari Eropa Barat, kawasan Sahel hingga Amerika Tengah.

Dokter Mulai Melihat Dampaknya

Survei yang menjadi dasar peringatan PBB dilakukan terhadap sekitar 1.000 bidan dan dokter di Inggris, Australia, India, Brasil, serta Zimbabwe. Penelitian tersebut digelar atas permintaan Wellcome, yayasan yang bergerak di bidang kesehatan dan penelitian.

Hampir seluruh tenaga kesehatan yang ikut survei mengaku pernah menangani ibu atau bayi yang mengalami masalah dan dinilai berkaitan dengan panas ekstrem. Temuan itu menunjukkan bahwa dampak gelombang panas terhadap kesehatan bukan lagi sekadar kekhawatiran di atas kertas.

Sekitar sepertiga responden bahkan pernah menangani kasus berat badan lahir rendah, pertumbuhan janin terhambat, kesulitan menyusu, dehidrasi, hingga penyakit akibat panas. Para tenaga kesehatan tersebut mengaitkan sejumlah kasus dengan suhu ekstrem yang dialami pasien.

Kondisi tersebut membuat ibu hamil dan bayi masuk dalam kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih saat gelombang panas melanda. Risiko kesehatan dapat menjadi semakin berat ketika suhu tinggi berlangsung dalam waktu lama.

Julia Gillard: Panas Ekstrem Itu Pembunuh Diam-Diam

Ketua Wellcome sekaligus mantan Perdana Menteri Australia Julia Gillard mengatakan perubahan iklim membuat posisi ibu dan bayi semakin rentan. Menurutnya, dampak panas ekstrem tidak boleh dianggap remeh.

Gillard menyebut panas ekstrem sebagai pembunuh yang kerap tidak terlihat. Masalahnya, ibu hamil tidak selalu punya pilihan untuk menghindar dari kondisi panas yang terjadi di lingkungan mereka.

Ia menilai para pemimpin dunia sebenarnya sudah memiliki bukti dan solusi untuk mengurangi dampak panas terhadap kesehatan ibu dan bayi. Persoalannya sekarang adalah seberapa cepat langkah tersebut benar-benar dijalankan.

PBB Minta Ancaman Ini Jangan Diabaikan

Stiell akan membawa isu tersebut ke hadapan delegasi dalam pertemuan pre-COP31. Ia mengingatkan bahwa kehamilan semestinya menjadi fase penuh harapan, bukan justru berubah menjadi masa yang dipenuhi kecemasan akibat krisis iklim.

Menurut Stiell, dampak perubahan iklim kini semakin terasa dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya terlihat dari meningkatnya ancaman panas ekstrem terhadap perempuan selama masa kehamilan.

Isu ini sekaligus memperluas perhatian terhadap dampak perubahan iklim di sektor kesehatan. Kelompok rentan seperti ibu hamil dan bayi dinilai membutuhkan perlindungan lebih kuat ketika suhu ekstrem makin sering terjadi.

Pre-COP31 Jadi Panggung Negara Pasifik

Pertemuan pre-COP31 digelar di Fiji dan atol karang terpencil Tuvalu. Negara-negara Pasifik melihat forum tersebut sebagai kesempatan untuk menunjukkan langsung bagaimana masyarakat di kawasan mereka menghadapi dampak perubahan iklim.

Forum pre-COP merupakan rangkaian menuju COP31, konferensi iklim global yang disponsori PBB. COP31 dijadwalkan berlangsung di Turki pada bulan depan.

Ancaman panas ekstrem terhadap kehamilan diperkirakan bakal semakin mendapat sorotan dalam pembahasan perubahan iklim. Bukan hanya soal suhu yang naik, tetapi juga bagaimana kondisi tersebut bisa berdampak langsung terhadap keselamatan ibu dan bayi. (*)

You Might Also Like

Semarang Bersiap Jadi Panggung MTQ Nasional 2026

Pemkot Semarang Masih Butuh 63 Dapur SPPG buat Program MBG

Aduh! 180 Dapur MBG Tak Punya Sertifikat Higienis 

Mundur dari Pimpinan DPRD, Anas Hidayat Tegaskan Tak Mundur dari Perjuangan

Mahasiswa Unwahas KKN ke Malaysia, Bawa Misi Literasi Bantu Anak Migran

TAGGED:ibu hamiljaninpanasprematur
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article SBY-Jokowi Satu Baris di HUT ke-81 TNI
Next Article Antraks Muncul di Gunungkidul, Kementan Gas Pengawasan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Prabowo Minta TNI Adaptif Hadapi Perang Modern, Enam Kodam Baru Diresmikan

KEPULAN ASAP - Asap masih mengepul di lokasi kebakaran TPA Jatibarang, Semarang, Senin (5/10/2026). (bae)

Hari Ke-6 Kebakaran, Bara TPA Jatibarang Belum Juga Padam

Puluhan Mercedes-Benz Lintas Generasi Susuri Jalur Merah Putih

Dede Sunandar Blackout Usai Dipukul Vicky Prasetyo, Ini Tanda Bahayanya

Antraks Muncul di Gunungkidul, Kementan Gas Pengawasan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Kursi Masih Banyak Kosong, SMPN 3 Plered Ungkap Penyebab Sebenarnya

Juli 9, 2026
Politik

Natal Nggak Cuma Soal Lilin, PDIP Ingatkan: Saatnya Turun Tangan dan Rawat Alam

Desember 25, 2025
Info

Penduduk Indonesia Tembus 290 Juta Jiwa

Agustus 5, 2026
Daerah

UMK Semarang Nggak Bisa Seenaknya, Semua Harus Ikut Aturan Pusat

November 8, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Panas Makin Ganas, Kehamilan Ikut Terancam
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?