BACAAJA, SEMARANG– Pengurus Provinsi Persatuan Xiangqi Indonesia (Pexi) Jateng mendukung langkah Pengurus Pusat Pexi memperjuangkan Indonesia sebagai tuan rumah Kejuaraan Xiangqi Perorangan Asia 2028.
Dukungan tersebut disampaikan Ketua Pengprov Pexi Jateng, Bambang Wuragil menyusul keikutsertaan delegasi Pexi dalam Annual Meeting Asian Xiangqi 2026 yang berlangsung di Manila, Filipina, 2-8 Oktober 2026.
Dalam agenda tersebut, Pengurus Pusat Pexi bersama Darjatno Hardjo atau yang akrab disapa Akiong hadir mewakili Indonesia. Selain mengikuti agenda organisasi, delegasi Indonesia juga membangun komunikasi dan memperjuangkan peluang menjadi tuan rumah kejuaraan xiangqi tingkat Asia pada 2028.
Bambang menilai langkah tersebut menjadi momentum penting untuk membawa perkembangan xiangqi Indonesia ke level yang lebih luas. Karena itu, Pexi Jateng memberikan dukungan penuh terhadap proses pencalonan tersebut.
“Mohon doanya, kami sedang berusaha keras supaya Indonesia bisa terpilih menjadi tuan rumah Kejuaraan Xiangqi Perorangan pada 2028 mendatang,” ujar Bambang melalui pesan singkat, Sabtu (3/10/2026).
Baca juga: Pexi Jateng Usulkan Xiangqi Masuk Popda 2027
Menurutnya, menjadi tuan rumah kejuaraan internasional bukan sekadar urusan menyiapkan venue dan pertandingan. Ada peluang lebih besar untuk memperkenalkan xiangqi Indonesia, memperluas jaringan dengan negara-negara anggota organisasi xiangqi Asia, sekaligus memperkuat pembinaan atlet.
Indonesia sendiri memiliki komunitas xiangqi yang tersebar di berbagai daerah, termasuk Jawa Tengah. Karena itu, dukungan dari daerah dinilai menjadi bagian penting untuk memperkuat kesiapan apabila Indonesia nantinya mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah.
Di tengah perjuangan Indonesia menuju tuan rumah 2028, Bambang juga menitipkan pesan kepada para atlet xiangqi Jateng. Ia meminta para atlet tidak berhenti berlatih dan terus meningkatkan kemampuan. Menurutnya, peluang tampil di level nasional maupun internasional harus dipersiapkan sejak jauh-jauh hari.
“Kepada atlet-atlet Jateng, saya berpesan supaya semakin giat berlatih. Jangan cepat puas dengan hasil yang sudah diraih. Terus tingkatkan kemampuan, disiplin berlatih dan persiapkan diri untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi,” kata Bambang.
Ia berharap atlet-atlet Jateng nantinya bisa menjadi bagian dari kekuatan Indonesia dalam berbagai kejuaraan internasional. Apalagi, jika Indonesia benar-benar mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah Kejuaraan Xiangqi Perorangan Asia 2028.
“Kalau Indonesia menjadi tuan rumah, tentu kita ingin atlet-atlet Jateng juga siap dan mampu bersaing. Jadi mulai sekarang harus dipersiapkan dengan serius,” ujarnya.
Agenda Kejuaraan
Bambang menambahkan, perjuangan Indonesia menjadi tuan rumah 2028 tidak bisa dilepaskan dari agenda kejuaraan yang telah ditetapkan sebelumnya. “Untuk tahun depan 2027, kejuaraan akan diadakan di Tiongkok,” katanya.
Karena itu, Annual Meeting Asian Xiangqi 2026 di Manila menjadi momentum untuk membangun komunikasi sejak awal. Proses lobi dan komunikasi tersebut diharapkan membuka jalan bagi Indonesia untuk mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah pada 2028.
Bagi Pexi Jateng, jika Indonesia berhasil mendapatkan kepercayaan tersebut, dampaknya bukan hanya dirasakan saat pertandingan berlangsung. Kejuaraan tingkat Asia bisa menjadi etalase untuk memperkenalkan xiangqi kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus mendorong pembinaan pemain di berbagai daerah.
Kompetisi tersebut juga berpotensi mempertemukan pemain-pemain terbaik Asia dan memberi pengalaman baru bagi atlet Indonesia untuk mengukur kemampuan di level internasional.
Baca juga: Tak Mau Kalah dari Game Online, Xiangqi Kudus Bidik Pelajar
Pexi Jateng berharap perjuangan delegasi Indonesia di Manila mendapatkan hasil positif dan dukungan dari seluruh insan xiangqi di Tanah Air. “Semoga Indonesia bisa dipercaya menjadi tuan rumah pada 2028. Mudah-mudahan perjuangan ini membawa hasil yang baik untuk perkembangan xiangqi Indonesia,” kata Bambang.
Pada akhirnya, menjadi tuan rumah bukan cuma soal memasang spanduk dan menyiapkan papan pertandingan. Sebelum itu, ada meja diplomasi yang harus dimainkan, lobi yang harus dijalankan, dan tentu saja atlet yang harus benar-benar siap.
Sebab, kalau Indonesia sudah berhasil mendapatkan panggung Asia, jangan sampai tuan rumahnya siap, tetapi pemainnya masih sibuk mencari bidak. (tebe)

