Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kanker Pada Gen Z Makin Naik, Peneliti Bongkar Dugaan Penyebabnya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Kanker Pada Gen Z Makin Naik, Peneliti Bongkar Dugaan Penyebabnya

Nugroho P.
Last updated: Juli 12, 2026 8:57 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
ilustrasi kanker.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Kasus kanker pada kalangan Generasi Z dan milenial kini menjadi perhatian serius para peneliti dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pasien berusia muda terus bertambah, bahkan banyak di antaranya berasal dari kelompok yang dikenal aktif dan menerapkan pola hidup sehat.

Fenomena ini memunculkan tanda tanya besar di kalangan ilmuwan. Sebab, banyak pasien yang tidak memiliki faktor risiko klasik seperti obesitas, kebiasaan merokok, atau riwayat kanker dalam keluarga.

Riset terbaru mengarah pada satu dugaan yang cukup mengejutkan, yakni tubuh sebagian anak muda mengalami penuaan biologis lebih cepat dibanding generasi sebelumnya. Kondisi ini diyakini dapat meningkatkan peluang munculnya berbagai jenis kanker sejak usia produktif.

Profesor Kedokteran Harvard Medical School sekaligus ahli gastroenterologi, dr. Andrew Chan, mengaku mulai melihat perubahan tersebut sejak sekitar dua dekade terakhir. Di kliniknya, pasien kanker kolorektal berusia muda kini semakin sering berdatangan.

Menurutnya, dulu penderita kanker usia muda hanya mencakup sebagian kecil dari seluruh pasien. Kini angkanya meningkat lebih dari dua kali lipat dan menjadi tren yang tidak bisa lagi diabaikan.

Yang membuat para dokter semakin penasaran, banyak pasien justru memiliki gaya hidup yang tergolong sehat. Ada yang rutin berlari maraton, menjaga pola makan, hingga tidak memiliki riwayat kanker dalam keluarga.

Data dari American Cancer Society 2026 juga memperlihatkan tren serupa. Meski angka kanker kolorektal secara keseluruhan menurun, kasus pada kelompok usia di bawah 50 tahun justru terus bertambah sekitar 2,9 persen setiap tahun.

Tak hanya meningkat jumlahnya, kanker yang menyerang usia muda juga cenderung berkembang lebih agresif. Hal inilah yang membuat penelitian mengenai penyebabnya semakin diprioritaskan.

Untuk mencari jawabannya, dr. Andrew Chan memimpin proyek riset internasional yang melibatkan ilmuwan dari Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Italia, hingga India. Penelitian tersebut mengkaji berbagai kemungkinan pemicu yang berasal dari lingkungan maupun gaya hidup modern.

Beberapa faktor yang sedang diteliti antara lain konsumsi makanan ultra-proses, paparan mikroplastik, bahan kimia yang sulit terurai, alkohol, hingga perubahan lingkungan yang memengaruhi kesehatan manusia.

Temuan menarik datang dari penelitian yang dipimpin dr. Yin Cao dari Washington University School of Medicine. Timnya menganalisis lebih dari 150 ribu sampel darah menggunakan sembilan penanda biologis untuk melihat proses penuaan di dalam tubuh.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang lahir setelah tahun 1965 memiliki peluang sekitar 23 persen lebih tinggi mengalami percepatan penuaan biologis dibanding mereka yang lahir pada awal 1950-an.

Kondisi tersebut dikaitkan dengan meningkatnya risiko beberapa jenis kanker, seperti kanker paru-paru, kanker saluran pencernaan, hingga kanker rahim.

Penuaan biologis berbeda dengan usia berdasarkan tanggal lahir. Seseorang bisa saja berusia 35 tahun secara kronologis, tetapi kondisi biologis tubuhnya menyerupai orang yang jauh lebih tua.

Saat penuaan biologis berlangsung lebih cepat, sel-sel tubuh lebih rentan mengalami kerusakan. Kondisi itu dapat memicu stres oksidatif, perubahan DNA, hingga pertumbuhan sel kanker.

Para ilmuwan kini mengembangkan berbagai teknologi untuk mengukur usia biologis, salah satunya melalui metode epigenetic clock atau jam epigenetik. Teknologi ini dinilai berpotensi membantu mendeteksi risiko penyakit lebih dini.

Di masa depan, pemeriksaan usia biologis diperkirakan bisa menjadi bagian dari layanan kesehatan rutin. Dengan begitu, dokter dapat mengenali orang yang berisiko sebelum penyakit berkembang lebih jauh.

Meski begitu, para peneliti menegaskan belum ada satu penyebab tunggal yang bisa menjelaskan lonjakan kanker pada generasi muda. Penelitian masih terus berlangsung untuk mengungkap faktor-faktor lain yang mungkin ikut berperan.

Para ahli juga mengingatkan bahwa pola hidup sehat tetap penting dijalankan, meski bukan satu-satunya penentu. Menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, mengurangi konsumsi makanan olahan, dan membatasi alkohol tetap menjadi langkah yang dianjurkan.

Selain itu, skrining kanker sesuai usia dan faktor risiko juga tidak boleh diabaikan. Deteksi sejak dini masih menjadi cara paling efektif untuk meningkatkan peluang kesembuhan ketika kanker berhasil ditemukan pada tahap awal. (*)

You Might Also Like

Tolak Undangan Istana, Tiyo Pilih Konsisten Lawan Arus

1.049 Pejabat Pemprov Dilantik, Luthfi Gaspol Merit System

452 Desa Sudah Didampingi, Pemprov Jateng: Nggak Cuma Kota yang Boleh Maju

Warga Aceh Kibarkan Bendera Putih, Prabowo Singgung soal Serangan Politik

APTI Kawal Ketat Janji Pemerintah Kaji Ulang Aturan Pembatasan Tar dan Nikotin

TAGGED:gen zinfokankerkesehatan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article AI Masuk Rumah Sakit, Dokter Tetap Pemeran Utama
Next Article Parasit Komodo Mulai Terkuak, Ancaman Baru Ikut Terbaca

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi telur mentah.

Kematian Bayi Amel Bikin Gempar, IDAI Paparkan Bahaya Telur Mentah

Ketua DPP PDIP, Ganjar Pranowo.

Ganjar Beri Jawaban Menohok saat Ditanya Isu Pemakzulan Gibran: Urus Karhutla Lebih Penting!

POLISI - Ilustrasi anggota Polri (polisi).

Polisi Jenaka Pimpin Solo, Enam Kapolres Jateng Berganti

FOTO BARENG: Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti foto bersama peserta DOSS Photolympic 2026 di Kota Lama Semarang, Minggu (11/10/2026). (ist)

DOSS Photolympic Digelar di Kota Lama, Agustina Harap Wisata Semarang Makin Dikenal

Fakta Rumah Dinas TNI Disulap Jadi Markas Judol, 11 Orang Diciduk

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Tas Isi Ratusan Juta Ketinggalan Toilet Malah Balik Utuh, Masih Ada Orang Baik

Mei 23, 2026
Pengunjung sedang memilih baju bekas di lapak thrifting depan Sam Po Kong, Semarang.
Info

Baju Lebaran Bukan Hanya di Mal, Lapak Thrifting Depan Sam Poo Kong Diserbu Pengunjung

Maret 18, 2026
Hukum

Aduh.. Pria di Kulon Progo Dilaporkan Lecehkan Sejumlah Laki-laki

September 4, 2026
COMO SUMMER CAMPS - Gahan Rompies, anak dari Vincent Rompies jadi satu-satunya orang Asia yang mengikut Como Summer Camps, di klub Serie A Italia, Como 1907. (ist)
Olahraga

Keren! Gahan Anak Vincent Rompies Satu-satunya Orang Asia Ikut Summer Camp Sepak Bola di Como Italia

Agustus 18, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kanker Pada Gen Z Makin Naik, Peneliti Bongkar Dugaan Penyebabnya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?