BACAAJA, SEMARANG – Memakai hijab sepanjang hari memang bikin penampilan tetap rapi dan nyaman. Namun di balik itu, banyak perempuan menghadapi masalah rambut yang mudah lepek hingga muncul bau apek, apalagi saat cuaca sedang panas atau aktivitas lagi padat.
Kondisi rambut yang tertutup berjam-jam membuat kulit kepala lebih lembap. Jika tidak dirawat dengan benar, keringat dan minyak bisa menumpuk sehingga memicu munculnya bau kurang sedap.
Sebenarnya, masalah ini bisa dicegah lewat kebiasaan sederhana. Kuncinya bukan hanya rajin keramas, tetapi juga menjaga kulit kepala tetap bersih, kering, dan mendapatkan sirkulasi udara yang cukup.
Langkah pertama yang paling penting adalah memastikan rambut benar-benar kering sebelum mengenakan hijab. Rambut yang masih basah akan menyimpan kelembapan di balik kain hijab sehingga menjadi tempat ideal bagi jamur dan bakteri berkembang.
Selain memicu bau apek, rambut yang terus-menerus lembap juga bisa menyebabkan ketombe hingga kulit kepala terasa gatal. Karena itu, sebaiknya beri waktu rambut mengering secara alami atau gunakan hair dryer sebelum beraktivitas.
Frekuensi keramas juga perlu disesuaikan dengan kondisi kulit kepala masing-masing. Pemilik rambut berminyak biasanya membutuhkan jadwal keramas yang lebih sering dibandingkan rambut normal atau kering.
Menggunakan sampo yang sesuai jenis rambut juga membantu mengangkat minyak, debu, dan keringat secara maksimal. Kulit kepala yang bersih membuat rambut terasa lebih ringan sekaligus tetap wangi lebih lama.
Pemilihan bahan hijab ternyata ikut berpengaruh terhadap kesehatan rambut. Hijab berbahan katun atau material yang mudah menyerap keringat membantu menjaga sirkulasi udara sehingga kulit kepala tidak cepat gerah.
Sebaliknya, bahan yang terlalu tebal dan panas bisa membuat kelembapan meningkat. Akibatnya rambut menjadi lebih cepat lepek dan aroma kurang sedap pun lebih mudah muncul.
Inner hijab juga sebaiknya dipilih dari bahan yang nyaman dipakai seharian. Jangan lupa mencucinya secara rutin agar tidak menjadi tempat menumpuknya keringat dan bakteri.
Saat berada di rumah atau di tempat yang aman, biasakan melepas hijab beberapa saat. Cara sederhana ini memberi kesempatan rambut dan kulit kepala mendapatkan udara segar.
Memberikan jeda pada rambut untuk “bernapas” membantu mengurangi kelembapan berlebih. Kebiasaan kecil ini juga membuat rambut terasa lebih ringan dan tidak mudah pengap.
Kalau sedang tidak sempat keramas, kamu bisa memanfaatkan produk pendukung seperti dry shampoo. Produk ini membantu menyerap minyak berlebih sehingga rambut tidak tampak lepek.
Hair mist khusus rambut juga bisa menjadi pilihan untuk menyegarkan aroma rambut. Beberapa produk bahkan memiliki kandungan antibakteri yang membantu mengurangi bau tidak sedap.
Meski begitu, produk tambahan tersebut bukan pengganti perawatan utama. Rambut tetap membutuhkan keramas secara rutin agar kebersihan kulit kepala benar-benar terjaga.
Tak kalah penting, hindari mengikat rambut dalam keadaan masih basah. Kebiasaan ini justru membuat kelembapan terjebak lebih lama dan meningkatkan risiko munculnya bau apek.
Menjaga kebersihan sisir, handuk, hingga inner hijab juga ikut berperan menjaga kesehatan rambut. Perlengkapan yang jarang dicuci bisa menjadi sumber bakteri penyebab aroma tidak sedap.
Asupan makanan bergizi dan konsumsi air putih yang cukup juga mendukung kesehatan rambut dari dalam. Rambut yang sehat umumnya lebih kuat, mudah diatur, dan tidak gampang bermasalah.
Dengan kombinasi perawatan yang tepat dan kebiasaan sehari-hari yang baik, perempuan berhijab tetap bisa memiliki rambut yang bersih, segar, dan bebas bau apek meski beraktivitas sejak pagi hingga malam. (*)

