Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pagi atau Sore? Rahasia Olahraga Sehat Ternyata Ikuti Jam Tubuh Alami
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tips

Pagi atau Sore? Rahasia Olahraga Sehat Ternyata Ikuti Jam Tubuh Alami

Nugroho P.
Last updated: Juli 8, 2026 9:36 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi olah raga joging atau lari.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Banyak orang masih memperdebatkan waktu terbaik untuk berolahraga. Ada yang memilih pagi supaya tubuh terasa segar, sementara sebagian lainnya justru merasa lebih bertenaga ketika berlatih pada sore atau malam hari.

Penelitian terbaru menunjukkan tidak ada satu jawaban yang berlaku untuk semua orang. Waktu olahraga yang paling baik ternyata bergantung pada ritme alami tubuh atau yang dikenal sebagai chronotype.

Chronotype merupakan kecenderungan biologis seseorang dalam menjalani aktivitas harian. Ada orang yang lebih bersemangat di pagi hari atau dikenal sebagai morning person, sementara sebagian lainnya baru mencapai performa terbaik menjelang sore hingga malam.

Penelitian melibatkan 150 peserta berusia 40 hingga 60 tahun yang memiliki setidaknya satu faktor risiko penyakit jantung. Sebagian besar peserta mengalami kondisi seperti kelebihan berat badan, obesitas, atau tekanan darah tinggi.

Para peserta kemudian dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan jam biologis tubuh masing-masing. Kelompok pertama terdiri dari tipe pagi, sedangkan kelompok kedua merupakan tipe malam.

Selama 12 pekan, seluruh peserta diminta berjalan cepat di atas treadmill selama 40 menit sebanyak lima kali dalam seminggu. Perbedaannya hanya terletak pada waktu latihan.

Peserta yang termasuk tipe pagi menjalani olahraga antara pukul 08.00 hingga 11.00. Sementara kelompok tipe malam berlatih pada rentang pukul 18.00 sampai 21.00.

Hasil penelitian menunjukkan manfaat kesehatan lebih terasa ketika seseorang berolahraga sesuai ritme alami tubuhnya. Efek positifnya bahkan terlihat pada beberapa indikator kesehatan jantung.

Kelompok yang berlatih sesuai chronotype mengalami penurunan tekanan darah sistolik yang lebih baik. Selain itu, kapasitas aerobik mereka juga meningkat dibanding peserta yang berolahraga di luar waktu biologisnya.

Tak hanya berdampak pada jantung, kualitas tidur para peserta juga ikut membaik. Tubuh dinilai mampu beradaptasi lebih optimal ketika aktivitas fisik dilakukan pada waktu yang memang sesuai dengan jam biologisnya.

Peneliti utama dari University Institute of Physical Therapy, University of Lahore, Pakistan, Dr. Arsalan Tariq, mengatakan waktu olahraga ternyata memiliki peran penting selain intensitas maupun frekuensi latihan.

Menurutnya, selama ini banyak orang hanya fokus pada durasi dan jenis olahraga. Padahal, kapan aktivitas fisik dilakukan juga dapat memengaruhi hasil yang diperoleh tubuh.

Hal itu berkaitan dengan ritme sirkadian, yakni sistem biologis yang mengatur berbagai fungsi penting seperti kerja jantung, produksi hormon, metabolisme, hingga pola tidur.

Saat olahraga dilakukan mengikuti ritme tersebut, sistem kardiovaskular dinilai bekerja lebih efisien. Keseimbangan hormon menjadi lebih baik sehingga manfaat latihan terasa lebih maksimal.

Pendapat serupa juga disampaikan ahli jantung Dr. Cheng-Han Chen. Ia menjelaskan bahwa olahraga menjadi salah satu sinyal penting yang membantu menjaga ritme biologis tubuh tetap stabil.

Jika jam biologis terganggu dalam waktu lama, tubuh berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan. Mulai dari tekanan darah tinggi, obesitas, hingga meningkatnya peluang terkena penyakit jantung.

Meski begitu, para peneliti mengingatkan bahwa hasil penelitian ini masih menunjukkan hubungan, bukan penyebab langsung. Karena itu, riset lanjutan tetap diperlukan untuk memperkuat temuan tersebut.

Yang tak kalah penting, masyarakat tidak perlu terlalu khawatir jika belum bisa menyesuaikan jadwal olahraga dengan chronotype. Aktivitas fisik kapan pun tetap memberikan manfaat besar dibanding tidak bergerak sama sekali.

Para ahli menyarankan setiap orang mulai mengenali sinyal alami tubuhnya. Dengan memilih waktu olahraga yang terasa paling nyaman dan konsisten, kesehatan jantung, kualitas tidur, hingga kebiasaan hidup aktif berpeluang menjadi lebih baik dalam jangka panjang. (*)

You Might Also Like

Mau Tahu, Tanda-Tanda Jiwa Pemimpin Mulai Kelihatan

Nasi Baru Matang Atau Dingin Semalaman, Mana Lebih Unggul?

Duduk Bersila Kelamaan Bikin Kaki Kesemutan, Ini Penjelasan Serunya

Tidur Nyenyak Saat Menopause Ternyata Dimulai Dari Kebiasaan Sehari Hari

Jangan Salah Paham, Lima Operasi Ini Tak Ditanggung BPJS

TAGGED:kesehatankesehatan jantunglariolah raga
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jokowi Angkat Bicara, Ritual Kerbau Lampung Diminta Tak Dipolitisasi Lagi
Next Article Laut Bukan Cuma Healing, Kini Jadi Teman Pulihkan Luka Batin Mendalam

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PENYIRAM OTOMATIS--Penyiram otomatis sedang difungsikan di Taman Brilian, Jalan Pandanaran, Kota Semarang. (ist)

Taman Kota Semarang Mulai Disiram Otomatis saat Kemarau

BEASISWA KHUSUS - Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jawa Tengah, Prof Hasyim Muhammad, memberikan keterangan mengenai beasiswa khusus untuk santri, Sabtu (22/8/2026). (dul)

Tinggal di Pesantren dan Aktif di Kampus, Syarat Dapat Beasiswa Pemprov Jateng

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah (Sekda Jateng) Sumarno. (dul)

Pemprov Jateng Dukung Pengembangan Geotermal, Sekda: Suara Warga Gak Boleh Diabaikan

NAIK KA--Pengguna jasa kereta api berada di Stasiun Semarang Tawang. (ist)

Libur Panjang Maulid Nabi, 124 Ribu Penumpang Kereta Padati Stasiun Daop Semarang

BEASISWA KHUSUS - Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jawa Tengah, Prof Hasyim Muhammad, memberikan keterangan mengenai beasiswa khusus untuk santri, Sabtu (22/8/2026). (dul)

Kabar Gembira! Ada Beasiswa Rp6 Juta per Orang untuk 420 Santri Ma’had Aly Jateng

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi berbagai jenis gula.
Tips

Lebih Aman Pakai Gula Buatan atau Gula Murni Saat Buka Puasa? Simak Ini Bedanya

Februari 26, 2026
Kepala Dinkes Kota Semarang, M. Abdul Hakam. (ist)
Info

Pesta Makan Lebaran Usai, Dinkes Semarang Ingatkan Ancaman Diare hingga Lonjakan Gula Darah

Maret 25, 2026
Tips

Rambut Tetap Fresh Meski Berhijab, Ini Trik Simpel Biar Gak Apek

Juli 10, 2026
Tips

Lagi Punya Utang, Sedekah Dulu atau Lunasi Dulu? Begini kata Islam

Desember 30, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pagi atau Sore? Rahasia Olahraga Sehat Ternyata Ikuti Jam Tubuh Alami
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?