Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Mau Tahu Penyebab Bau Amis Daging Kurban? Sepele Banget
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tips

Mau Tahu Penyebab Bau Amis Daging Kurban? Sepele Banget

Banyak orang mengira bau amis muncul karena kualitas daging yang kurang bagus. Padahal, aroma tidak sedap itu sering kali muncul akibat cara penanganan daging yang kurang tepat sejak awal proses pemotongan hingga penyimpanan.

Nugroho P.
Last updated: Mei 29, 2026 9:43 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
ilustrasi daging sapi.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Momen Idul Adha memang identik dengan stok daging melimpah di rumah. Dari kulkas sampai freezer mendadak penuh kantong daging kurban yang siap diolah jadi sate, gulai, tongseng, sampai rendang. Tapi ada satu hal yang sering bikin orang langsung kehilangan selera, yaitu bau amis pada daging yang terasa menyengat saat mulai dimasak.

Banyak orang mengira bau amis muncul karena kualitas daging yang kurang bagus. Padahal, aroma tidak sedap itu sering kali muncul akibat cara penanganan daging yang kurang tepat sejak awal proses pemotongan hingga penyimpanan.

Saat aroma amis terlalu kuat, rasa masakan biasanya ikut berubah. Gulai jadi terasa aneh, sate kehilangan aroma bakarnya yang menggoda, bahkan kuah sop pun bisa terasa kurang segar. Karena itu, banyak orang mencari berbagai cara agar daging tetap wangi dan nikmat saat dimasak.

Pakar Teknologi Hasil Ternak dari IPB University, Dr Tuti Suryati, menjelaskan bahwa bau amis pada daging sebenarnya berkaitan dengan proses pembusukan protein dan lemak yang dipicu oleh bakteri. Menurutnya, ada beberapa jenis bakteri yang bisa berkembang pada daging yang terkontaminasi.

Bakteri seperti Aeromonas, Enterococcus, Acinetobacter, Moraxella, Chromobacterium hingga Pseudomonas disebut dapat memicu munculnya aroma tidak sedap pada daging. Mikroorganisme tersebut biasanya berkembang ketika kebersihan saat proses pemotongan kurang diperhatikan.

Sisa darah yang masih menempel pada alat pemotongan, talenan, pisau, hingga tangan manusia bisa menjadi sumber kontaminasi bakteri. Karena itulah, proses pengolahan daging sejak awal ternyata sangat menentukan kualitas aroma dan rasa daging nantinya.

Selain bakteri, bau amis juga bisa muncul akibat proses oksidasi lemak pada daging. Lemak yang mengalami hidrolisis akan lebih cepat rusak, apalagi jika dipicu oleh enzim lipase dari bakteri maupun dari jaringan daging itu sendiri.

Proses kerusakan itu semakin cepat ketika daging mengandung terlalu banyak air bebas. Inilah alasan kenapa mencuci daging secara sembarangan justru tidak dianjurkan oleh para ahli. Banyak orang terbiasa langsung mencuci daging di bawah air mengalir dalam waktu lama tanpa sadar hal itu bisa mempercepat kerusakan.

Air berlebih pada permukaan daging membuat proses oksidasi makin cepat terjadi. Akibatnya, aroma tidak sedap atau off-flavor jadi lebih mudah muncul, terutama jika daging tidak langsung dimasak atau disimpan dengan benar.

Karena itu, cara membersihkan daging sebaiknya tidak asal basah kuyup. Jika memang perlu dibersihkan, cukup lap bagian permukaan menggunakan tisu dapur atau cuci seperlunya lalu segera tiriskan hingga benar-benar kering sebelum disimpan.

Untuk mengurangi bau amis, Dr Tuti menyarankan penggunaan bahan asam alami seperti jeruk nipis, lemon, atau cuka. Kandungan asam sitrat dan askorbat di dalam bahan tersebut dinilai cukup efektif membantu menurunkan pH daging sekaligus menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk.

Jeruk nipis jadi salah satu bahan favorit yang paling sering dipakai masyarakat Indonesia. Selain mudah didapat, aromanya juga mampu membantu menyamarkan bau amis tanpa membuat rasa daging berubah terlalu drastis.

Namun penggunaan bahan asam juga tidak boleh berlebihan. Jika daging sebenarnya sudah mulai rusak, terlalu banyak cuka atau jeruk justru bisa membuat rasa asli daging berubah dan teksturnya jadi kurang enak saat dimasak.

Selain bahan asam, penggunaan rempah-rempah dapur juga dianggap ampuh membantu mengurangi aroma amis. Indonesia yang kaya rempah ternyata punya banyak “senjata dapur” alami untuk menjaga aroma daging tetap sedap.

Bawang merah, bawang putih, bawang bombai, ketumbar, merica, kayu manis, pala, cengkeh hingga bunga lawang disebut memiliki kandungan antioksidan yang membantu memperlambat oksidasi lemak pada daging.

Tidak heran kalau masakan khas Idul Adha di Indonesia hampir selalu memakai rempah melimpah. Selain bikin rasa makin kaya, campuran rempah ternyata juga membantu menjaga aroma daging tetap segar dan menggugah selera.

Banyak orang tua zaman dulu sebenarnya sudah menerapkan cara-cara tradisional ini tanpa memahami penjelasan ilmiahnya. Daging biasanya langsung dibalur rempah sebelum dimasak supaya tidak cepat bau dan rasanya lebih mantap.

Cara penyimpanan juga jadi faktor penting yang sering diabaikan. Daging sebaiknya segera dipisahkan sesuai porsi masak lalu disimpan dalam wadah tertutup rapat agar tidak terpapar udara terlalu lama di suhu ruang.

Kalau ingin disimpan lebih lama, daging lebih baik masuk freezer dalam kondisi kering dan bersih. Penyimpanan yang benar bisa membuat kualitas daging tetap bagus hingga berminggu-minggu tanpa aroma menyengat.

Momen Idul Adha memang identik dengan stok daging melimpah, tapi kualitas rasa tetap bergantung pada cara menanganinya. Dengan pengolahan yang tepat, daging kurban bisa tetap segar, empuk, dan bebas bau amis saat berubah jadi hidangan favorit keluarga di meja makan. (*)

You Might Also Like

Teh Hangat Saat Sahur, Aman atau Bikin Lemas

Badan Gampang Loyo Terus, Bisa Jadi Ginjal Lagi Kasih Sinyal

Nikah Saat Hamil Zina, Benarkah Hukumnya Bisa Fleksibel?

Lagi Viral! Tren Edit Foto Orang Asing Masuk Rumah Pakai Gemini AI, Bikin Keluarga Kaget tapi Ngakak

Duduk Bersila Kelamaan Bikin Kaki Kesemutan, Ini Penjelasan Serunya

TAGGED:dagingdaging kurban
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article SEPAKAT IMPOR PANGAN - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto saat melakukan kunjungan kenegaraan dan bertemu Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, Prancis pada Kamis (28/5/2026) waktu setempat. Prabowo sepakat membuka kran impor pangan, daging dan susu sapi, dari Prancis. (BPMI Sekretariat Presiden) Prabowo Mau Bahasa Prancis Masuk Kelas Sekolah Indonesia
Next Article Mengenal Warteg, Awalnya untuk Kuli, kini Mendunia

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Tiga Kebiasaan Sepele yang Bikin Saraf Kejepit

Mau Tahu, Tanda-Tanda Jiwa Pemimpin Mulai Kelihatan

Bukan Cuma Gigi, Lidah Bersih, Napas Makin Fresh Seharian

Deri Corfe Resmi Pemain Asing Pertama PSIS

PLN Group menggandeng Kejari Sleman, bikin benteng hukum bisnis digital makin kuat.

PLN Group Gandeng Kejari Sleman, Perkuat Benteng Hukum Buat Bisnis Makin Aman

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Ambisi Orangtua Kelewat Tinggi, Anak Bisa Jadi Takut Makan

Mei 6, 2026
Unik

Lezat, Tahan Lama, dan Antibosan, Ini 5 Resep Bakso Daging Sapi Spesial Idul Adha

Juni 7, 2025
Tips

Niat Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadhan, Biar Hati Siap, Belum Telat Kok

Februari 18, 2026
Tips

Pilih Mana Espresso Kecil Tapi Nendang, Kopi Biasa Lebih Banyak?

April 8, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Mau Tahu Penyebab Bau Amis Daging Kurban? Sepele Banget
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?