Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Nobar Pesta Babi, Kampus Ini Didatangi Sosok Berseragam TNI
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Viral

Nobar Pesta Babi, Kampus Ini Didatangi Sosok Berseragam TNI

Di tengah penayangan film yang memasuki bagian akhir, seorang pria berseragam loreng khas tentara tiba-tiba datang ke lokasi kegiatan. Kehadirannya langsung membuat suasana yang sebelumnya tenang berubah canggung dan bikin banyak mahasiswa saling melirik.

Nugroho P.
Last updated: Mei 17, 2026 4:35 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Suasana pemutaran film Pesta Babi di Udayana. (ist)
SHARE

BACAAJA, BALI – Suasana malam di halaman Fakultas Hukum Universitas Udayana awalnya berjalan santai seperti forum diskusi mahasiswa pada umumnya. Sejumlah mahasiswa duduk lesehan sambil menyaksikan film dokumenter berjudul Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale. Namun suasana mendadak berubah saat acara hampir selesai diputar.

Di tengah penayangan film yang memasuki bagian akhir, seorang pria berseragam loreng khas tentara tiba-tiba datang ke lokasi kegiatan. Kehadirannya langsung membuat suasana yang sebelumnya tenang berubah canggung dan bikin banyak mahasiswa saling melirik.

Kegiatan nonton bareng sekaligus diskusi itu diketahui digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana pada Kamis malam, 14 Mei 2026. Acara tersebut merupakan bagian dari forum diskusi mahasiswa yang selama ini rutin membahas berbagai isu sosial dan nasional.

Kepala Bidang Kajian dan Aksi Strategis BEM FH Unud, Gusde Manuaba, mengatakan kedatangan anggota TNI itu terjadi tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada panitia. Menurutnya, prajurit tersebut langsung masuk ke area acara ketika film hampir selesai diputar.

“Menjelang akhir film, kami dikagetkan dengan kehadiran salah seorang anggota TNI yang tiba-tiba datang dan masuk ke dalam lingkup acara,” ujar Gusde.

Kehadiran aparat berseragam di tengah forum mahasiswa itu langsung memancing rasa penasaran peserta. Beberapa mahasiswa terlihat tetap fokus menonton film, sementara sebagian lain mulai memperhatikan situasi di sekitar lokasi kegiatan.

Menurut pihak BEM, anggota TNI tersebut mengaku sebagai Babinsa Dauh Puri Kelod. Setelah datang ke lokasi, ia disebut mulai mempertanyakan izin pelaksanaan acara nobar dan diskusi yang sedang berlangsung di lingkungan kampus.

Ketua BEM FH Unud, I Gusti Agung Roman Kertajaya, mengaku heran karena selama ini forum diskusi mahasiswa di kampusnya berjalan biasa tanpa pernah didatangi aparat militer. Karena itu, kehadiran prajurit TNI malam itu dianggap cukup janggal oleh panitia.

Roman mengatakan BEM Fakultas Hukum Udayana sebenarnya sudah cukup sering mengadakan kegiatan bertajuk “Beranda Hukum” yang membahas berbagai isu nasional. Namun baru kali ini kegiatan mereka didatangi aparat berseragam dan ditanya soal izin acara.

“Kami sedari dulu sering melakukan kegiatan bertajuk Beranda Hukum dan diskusi mengenai suatu isu, tapi baru kali ini didatangi oleh pihak TNI dan bertanya seputar perizinan,” katanya.

Menurut Roman, kegiatan tersebut sebenarnya sudah mendapat izin resmi dari pihak dekanat Fakultas Hukum Universitas Udayana. Karena itu panitia tetap melanjutkan acara sampai selesai meski suasana sempat terasa tidak nyaman.

Film dokumenter yang diputar malam itu sendiri mengangkat isu proyek strategis nasional dan dampaknya terhadap ruang hidup masyarakat adat Papua. Tema itulah yang kemudian memicu banyak diskusi setelah kejadian tersebut ramai dibicarakan publik.

Meski sempat membuat suasana memanas, pihak BEM memastikan tidak ada tindakan kekerasan ataupun keributan fisik selama acara berlangsung. Forum diskusi tetap berjalan sampai selesai walaupun sebagian peserta mengaku suasana jadi berbeda setelah kedatangan aparat.

Menurut Gusde, prajurit TNI tersebut akhirnya hanya memperhatikan jalannya acara dari area lorong dekat lokasi pemutaran film. Posisi itu cukup dekat dengan para peserta yang sedang mengikuti nobar dan diskusi.

“Prajurit TNI itu akhirnya melihat dari lorong saja. Jaraknya agak dekat dengan penonton,” ucapnya.

Kejadian itu kemudian cepat menyebar ke media sosial dan memicu perdebatan panjang soal kebebasan akademik di lingkungan kampus. Banyak pihak mempertanyakan apakah aparat militer memang perlu hadir dalam forum diskusi mahasiswa yang bersifat akademik.

Sebagian mahasiswa dari berbagai kampus ikut menyoroti insiden tersebut. Ada yang menilai kehadiran aparat bisa membuat ruang diskusi kampus terasa tidak bebas, terutama ketika topik yang dibahas menyangkut isu sosial dan politik.

Namun ada juga yang meminta masyarakat tidak buru-buru mengambil kesimpulan sebelum ada penjelasan resmi dari pihak TNI. Sebab sampai saat ini belum ada keterangan detail terkait alasan kedatangan anggota TNI tersebut ke lokasi acara.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat, Donny Pramono, diketahui belum memberikan tanggapan resmi mengenai peristiwa itu. Sementara itu, pihak kampus juga masih menunggu penjelasan lebih lanjut terkait kejadian yang mendadak viral tersebut.

Rektor Universitas Udayana, I Ketut Sudarsana, mengaku belum mengetahui detail pelaksanaan kegiatan nobar itu. Meski begitu, ia menegaskan kampus tetap menjaga independensi dan kebebasan mimbar akademik selama tidak melanggar norma etika akademik.

“Kami tetap menindak tegas apabila kegiatan akademik itu materinya bermuatan pada esensi yang mengarah pada pelanggaran norma etika akademik,” ujarnya.

Kini, insiden di halaman Fakultas Hukum Udayana itu bukan cuma jadi cerita soal nobar film dokumenter biasa. Peristiwa tersebut berubah menjadi bahan diskusi yang lebih luas tentang ruang kebebasan akademik, posisi kampus sebagai tempat bertukar gagasan, dan bagaimana mahasiswa memandang kehadiran aparat dalam forum-forum intelektual mereka. (*)

You Might Also Like

Deddy Corbuzier dan Sabrina Chairunnisa Pisahan! Aduh Pak Letkol

Perlintasan Brumbung: Ramai Dilewati, Sepi Perlindungan

Perpanjang SIM Dubai Lebih Cepat Dari Masak Mie Instan

Puan Maharani Pastikan Adik Affan Kurniawan Dapat KJP & KJMU Sampai Lulus

Mendagri: Stop Flexing, Tunda Dulu Perjalanan ke Luar Negeri & Acara Gaya-Gayaan

TAGGED:dhandyfilm pesta babiheadlinenobarpesta babiudayana
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bunga Pinjaman Mau Dipangkas, Begini Suara OJK
Next Article MEMBAHAS DIALEK--Pemerhati bahasa Jawa Semarangan, Hartono Samidjan, menjelaskan ciri khas dialeg Semarang saat ditemui di rumahnya, Kamis (14/5/2026). (bae) Lewat Radio, Bahasa “Lo-Gue” Mulai Gerus Dialek Semarang Sejak Era 80-an

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

TEMBAK - Ilustrasi penembakan menggunakan senjata api (senpi) laras pendek/pistol.

Joget Berujung Letusan, Cafe Palembang Mendadak Jadi Lokasi Mencekam

Fotokopi KTP Mendadak Bikin Deg-degan, Bisa Dipidana?

Kabinet Prabowo Tumbang Bergiliran, Rumah Sakit Jadi Tempat Singgah Mendadak

Bukan Cuma Nama, Jurusan Teknik Kini Ikut Ganti Wajah Resmi

Rendang Terbang ke Makkah, Auto Jadi Obat Rindu Jamaah Haji

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Mbak Ita-Alwin Keluar Penjara, Bukan Bebas tapi Izin Nikahin Anak

September 26, 2025
Info

Takut Di-Merger, Nggak Jadi Join: LPM Esensi Resmi “Pause” di 2026

April 2, 2026
Warga ramai-ramai menyelamatkan pengendara motor yang terseret derasnya arus banjir di Kawasan Industri Candi Semarang, Kamis (26/2/2026).
Info

Banjir Parah Terjang Kawasan Industri Candi Semarang: Mobil Terendam, Motor Terseret Arus

Februari 27, 2026
Sastrawan kawakan asal Semarang, Triyanto Triwikromo.
Lakon Lokal

Kata Mas Tri Sastra Nggak Bikin Kaya, tapi Kenapa Masih Banyak yang Bertahan?

Januari 3, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Nobar Pesta Babi, Kampus Ini Didatangi Sosok Berseragam TNI
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?