Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sekolah Swasta Minta “Dilirik” Serius, Bukan Nunggu Sisa Kuota
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Sekolah Swasta Minta “Dilirik” Serius, Bukan Nunggu Sisa Kuota

Di tiap musim penerimaan siswa baru, ceritanya sering sama: sekolah negeri diserbu, swasta nunggu giliran. Tapi sekarang, sekolah swasta mulai angkat suara, mereka nggak mau lagi cuma jadi opsi terakhir yang diingat pas “kepepet”.

T. Budianto
Last updated: April 15, 2026 4:54 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
Pintu Gerbang SMK Ibu Kartini di Jl Sultan Agung (Kagok), Semarang. (Foto: dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Di tengah ketatnya persaingan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), sekolah swasta masih berupaya mencari ruang untuk tetap bertahan. Salah satu harapan terbesar datang dari program kemitraan pemerintah yang dinilai mampu menjadi jembatan antara kebutuhan sekolah dan akses pendidikan bagi masyarakat.

SMK Ibu Kartini Semarang menjadi salah satu sekolah yang merasakan dampak nyata dari kebijakan tersebut. Setelah sempat mengalami penurunan jumlah siswa akibat perpindahan lokasi sekolah, Subagio Subali, Wakil Kepala Kesiswaan SMK Ibu Kartini Semarang menyebut kondisi perlahan mulai membaik di tahun ajaran terakhir.

“Kalau animo sebenarnya cukup tinggi, terutama pada konsentrasi keahlian kuliner,” ujarnya Rabu (15/4/2026). Ia menjelaskan bahwa jurusan kuliner masih menjadi daya tarik utama bagi calon siswa dibandingkan jurusan lain seperti rekayasa perangkat lunak, desain komunikasi visual, maupun desain produksi busana.

Secara keseluruhan, jumlah siswa yang diterima pada tahun ajaran lalu mencapai 171 orang. Angka ini meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 106 siswa. “Berarti kan lompatannya luar biasa dari 106 menjadi 171,” tegasnya.

Baca juga: Pemkot Tambah Sekolah Swasta Gratis

Menurut Subagio, peningkatan ini tidak bisa dilepaskan dari keterlibatan sekolah dalam program kemitraan pemerintah melalui jalur afirmasi. Dalam skema tersebut, sekolah swasta diberi kesempatan menerima siswa dari keluarga kurang mampu yang sebelumnya mengikuti seleksi di sistem SPMB negeri.

“Tahun kemarin kami menerima 170 siswa dengan 10 siswa status afirmasi dari negeri,” jelasnya. Meski jumlah siswa afirmasi hanya sebagian kecil, kehadiran program ini memberi dampak yang lebih luas.

Tidak hanya membantu dari sisi jumlah siswa, tetapi juga menjadi bentuk pengakuan pemerintah terhadap keberadaan sekolah swasta. “Bagi kami, kepercayaan itu sudah luar biasa. Walaupun kami tidak boleh melakukan pungutan untuk siswa afirmasi, itu tetap menjadi kebanggaan,” katanya.

Jalur Kemitraan

Namun demikian, pihak sekolah menilai bahwa kebijakan yang ada saat ini masih belum sepenuhnya memberi ruang yang adil. Jalur kemitraan yang hanya terbatas pada afirmasi dinilai belum cukup untuk mengangkat posisi sekolah swasta dalam sistem pendidikan.

Karena itu, mereka berharap adanya perluasan skema kerja sama ke jalur lain. “Kalau kami boleh memohon, kemitraan ini berlanjut. Yang kedua ditingkatkan bukan hanya lewat jalur afirmasi, tapi juga jalur prestasi, zonasi maupun mutasi,” ungkapnya

Harapan tersebut bukan tanpa alasan. Selama ini, sekolah swasta kerap menjadi pilihan terakhir bagi siswa yang tidak diterima di sekolah negeri. Padahal, dari sisi kualitas, banyak sekolah swasta yang merasa mampu bersaing.

Baca juga: Keren! Gubernur Jateng Gratiskan Siswa Miskin di Sekolah Swasta

“Kalau kompetensi guru, sarana prasarana, program, kami siap. Kecuali satu, kami tidak siap bersaing gratis,” ujarnya jujur. Di sisi lain, muncul kabar bahwa program kemitraan tersebut berpotensi dihentikan.

Meski belum ada kepastian resmi, isu ini sudah cukup membuat pihak sekolah khawatir terhadap dampaknya di masa mendatang. “Saya berharap ya jangan dihapus atau dihilangkan. Jika perlu ya ditambah kewenangannya,” tegasnya.

Bagi SMK Ibu Kartini, program kemitraan bukan sekadar soal angka penerimaan siswa. Lebih dari itu, ini adalah tentang keberlanjutan sekolah swasta di tengah sistem yang belum sepenuhnya berpihak.

Jika akses diperluas dan kebijakan dibuat lebih inklusif, bukan tidak mungkin sekolah swasta dapat berdiri sejajar sebagai pilihan utama, bukan lagi sekadar alternatif terakhir.  Karena kalau sistemnya masih bikin swasta nunggu “sisa”, jangan kaget kalau yang tersisa nanti bukan cuma bangku kosong, tapi juga kepercayaan. (dul)

You Might Also Like

Zulhas Puji KKMP Sampangan

Ngomongin Khitbah, Lamaran ala Islam yang Bukan Sekadar Formalitas

Panggung HUT RI ke-80 di Semarang Urung Digelar, Suasana Jadi Serius Gara-Gara Demo

Doa Nabi yang Pernah Ditelan Paus Ternyata Sanggat Menggetarkan Hati

Satu Tahun Agustina-Iswar: Titik Lama Belum Beres, Banjir Muncul di Area Baru

TAGGED:dinas pendidikan kota semarangpemkot semarangpemprov jatengsekolah swasta
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tinggal Tiga Laga, PSIS Ditinggal Pelatih
Next Article 17 Band Tampil di Final Lomba Band Christopherus Music School

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Petugas mengevakuasi bangkai kendaraan yang melintang di Jalan Prof Hamka, Silayur, Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (10/4/2026). Truk yang diduga rem blong memicu kecelakaan beruntun, sehingga membuat kemacetan parah di lokasi. (dul)

KNKT Minta Jalur Alternatif Agar Truk Industri Tak Lewat Silayur, Gimana Progresnya?

Jadwal Haji 2026 Disusun Ini Keberangkatannya, Fokus Utama Keamanan Jamaah

Arah Baru MBG Dipertegas, Anak Kurang Gizi Diprioritaskan

Motor BGN yang Murah Ada, Pilih yang Mahal, Bapak Baik-baik Saja?

Ikan Sapu Sapu Dibasmi, Kenapa Malah Makin Susah, Begini Faktanya..

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Semarang Tuan Rumah MTQ Nasional 2026

Februari 5, 2026
Info

Diabetes Jadi “Langganan” Peserta Skrining BPJS Semarang

Januari 17, 2026
Ekonomi

Luthfi Dampingi Mendag Sidak Pasar di Kudus, Pastikan Harga Sembako Stabil

Maret 12, 2026
Daerah

Agustina Jenguk Korban Rumah Roboh, Janjikan Pendidikan Anak

November 1, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sekolah Swasta Minta “Dilirik” Serius, Bukan Nunggu Sisa Kuota
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?