Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kemarau Panjang Ngintip Jateng, Ada Yang Sampai Sembilan Bulan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Kemarau Panjang Ngintip Jateng, Ada Yang Sampai Sembilan Bulan

Berdasarkan data dari BMKG melalui Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, durasi kemarau 2026 umumnya berkisar 5 sampai 6 bulan. Tapi ada daerah tertentu yang bisa merasakan kering lebih lama.

Nugroho P.
Last updated: April 1, 2026 9:25 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
ilustrasi kemarau panjang
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Cuaca di Jawa Tengah tahun ini diprediksi bakal beda dari biasanya. Sejumlah wilayah bahkan disebut-sebut bakal ngalamin kemarau yang jauh lebih panjang dari normal.

Berdasarkan data dari BMKG melalui Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, durasi kemarau 2026 umumnya berkisar 5 sampai 6 bulan. Tapi ada daerah tertentu yang bisa merasakan kering lebih lama.

Yang bikin kaget, durasi terpanjang bisa tembus sampai 8 hingga 9 bulan. Ini jelas di atas rata-rata kondisi normal yang biasanya lebih singkat.

Wilayah yang diprediksi paling lama mengalami kemarau ada di Pati dan Rembang. Meski hanya sebagian wilayah, dampaknya tetap perlu diwaspadai.

Secara umum, awal musim kemarau di Jawa Tengah diperkirakan mulai Mei 2026. Tapi kenyataannya, beberapa daerah sudah lebih dulu merasakan panas sejak April.

Wilayah seperti Rembang, Kepulauan Karimunjawa, hingga sebagian besar Pati dan Jepara masuk kategori yang lebih cepat kering.

Sebaliknya, ada juga daerah yang justru lebih santai karena kemaraunya datang belakangan. Wilayah ini baru mulai masuk musim kering sekitar pertengahan Juni.

Daerah yang mengalami kemarau lebih lambat ini mencakup Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara.

Perbedaan waktu ini menunjukkan bahwa kondisi iklim di Jateng cukup beragam. Nggak semua daerah merasakan musim yang sama di waktu yang sama.

Selain durasi panjang, ada juga wilayah yang justru mengalami kemarau lebih singkat. Durasi ini hanya sekitar 10 sampai 12 dasarian.

Beberapa wilayah di Purbalingga, Brebes, hingga Kebumen masuk dalam kategori ini. Artinya, periode keringnya relatif lebih cepat selesai.

Ada juga kelompok wilayah dengan durasi sedang, sekitar 13 hingga 15 dasarian. Ini tersebar di beberapa daerah seperti Cilacap, Purworejo, hingga Temanggung.

Sementara itu, durasi kemarau yang tergolong “normal” berada di kisaran 16 sampai 18 dasarian.

Wilayah seperti Kota Magelang, sebagian Semarang, hingga Boyolali termasuk dalam kategori ini.

Melihat pola ini, masyarakat di daerah yang mengalami kemarau panjang perlu lebih waspada.

Terutama terkait ketersediaan air bersih dan potensi kekeringan di sektor pertanian.

Petani jadi salah satu yang paling terdampak jika musim kering berlangsung lebih lama dari biasanya.

Karena itu, langkah antisipasi seperti pengelolaan irigasi dan cadangan air jadi penting.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga diharapkan mulai bersiap sejak dini.

Mulai dari pemetaan wilayah rawan hingga penyediaan bantuan jika terjadi kekeringan ekstrem.

Kemarau panjang bukan cuma soal panas, tapi juga soal ketahanan lingkungan dan ekonomi warga.

Apalagi kalau durasinya sampai sembilan bulan, dampaknya bisa cukup luas.

Untuk saat ini, prakiraan ini jadi peringatan awal agar semua pihak lebih siap.

Karena cuaca mungkin nggak bisa dikendalikan, tapi dampaknya masih bisa diantisipasi. (*)

You Might Also Like

Susi Pudjiastuti Buka-bukaan Soal Mental Maling Pejabat, Publik Riuh

Rawit Lagi “Pedas”, Pemprov Gelontor Tiga Ton ke 15 Daerah

HUT Kota Semarang Nggak Cuma Seremoni, Prioritaskan Program Langsung ke Warga

Apes! Tarik Mobil Gagal, Debt Collector Bengkulu Tewas Dibacok Nasabah

Luthfi Luncurkan Kios JTAB untuk Tekan Inflasi: Harga Sembako Stabil, tapi Gak Ngorbanin Petani

TAGGED:jatengkemarau
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Owabong Diserbu Libur Lebaran, Pengunjung Membludak Hampir Tiga Puluh Ribu
Next Article Wali Kota Solo, Respati Ardi menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi didampingi pejabat Keduataan Besar Iran, Ali Pahlevani Rad, Amir Rostam Dokht, di kantornya pada Rabu (1/4/2026). Solo-Iran Jajaki Kerja Sama Sister City, Respati Ketemu Dubes Boroujerdi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

TEMBAK - Ilustrasi penembakan menggunakan senjata api (senpi) laras pendek/pistol.

Joget Berujung Letusan, Cafe Palembang Mendadak Jadi Lokasi Mencekam

Fotokopi KTP Mendadak Bikin Deg-degan, Bisa Dipidana?

Kabinet Prabowo Tumbang Bergiliran, Rumah Sakit Jadi Tempat Singgah Mendadak

Bukan Cuma Nama, Jurusan Teknik Kini Ikut Ganti Wajah Resmi

Rendang Terbang ke Makkah, Auto Jadi Obat Rindu Jamaah Haji

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Tujuh Pejabat Cilacap Dipanggil KPK, Kasus Eks Bupati Melebar

April 13, 2026
Info

Rest Area Cheng Ho Purbalingga Kini Ada Charger Mobil Listrik

Maret 15, 2026
Kepala Bidang PD Pontren Kanwil Kemenag Jateng, Moch Fatkhuronji menjelaskan kasus pencabulan di Pati, Selasa (5/5/2026). (bae)
Hukum

Kiai Ashari Cabuli 50 Santriwati, Kemenag Cabut Izin Ponpes Tahfidzul Quran Ndholo Kusumo

Mei 5, 2026
[17.52, 24/4/2026] Baihaqi Annizar - Jateng Today: Dosen Unwahas Terbang ke China, Dalami AI untuk Ngajar BACAAJA, SEMARANG - Sejumlah dosen Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) terbang ke luar negeri. Mereka ikut pelatihan buat dalami kecerdasan buatan atau AI. Programnya bertajuk Artificial Intelligence Application Enhancement. Fokusnya jelas, gimana dosen bisa pakai AI biar pembelajaran makin relevan. Pelatihan digelar di Central China Normal University (CCNU) di Wuhan, China. Kampus ini dikenal kuat di riset pendidikan. Total ada 20 peserta yang ikut. Tiga di antaranya dari FAI Unwahas, yakni Ghufron Hamzah, Muhammad Ahsanul Husna, dan Nurul Azizah. Mereka gabung dengan tenaga pendidik lain di bawah naungan PWNU Jawa Tengah. Kegiatannya berlangsung selama tujuh hari, mulai 20 sampai 26 April 2026. Materi yang dikasih cukup komplet. Mulai dari integrasi teori dan teknologi, desain pembelajaran digital, sampai pemanfaatan platform kampus berbasis AI. Peserta juga diajak praktik langsung. Jadi bukan cuma denger materi, tapi sekalian nyobain sistem pembelajaran berbasis AI. Ghufron bilang, pelatihan ini penting buat dorong perubahan di dunia pendidikan. Terutama dari model konvensional ke sistem digital. “Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong ekosistem pendidikan agar mampu beradaptasi menuju sistem digital yang lebih efektif dan inovatif,” ujarnya. Ia menegaskan, transformasi digital sekarang sudah jadi kebutuhan. Apalagi perkembangan teknologi makin cepat, termasuk AI. Menurutnya, Unwahas juga sudah mulai berproses jadi kampus digital. Makanya pelatihan ini dinilai pas banget. “Harapannya bisa kami aplikasikan di kampus nantinya,” katanya. Pelatihan ini diisi para pakar AI dengan metode interaktif. Ada pemaparan materi, ada juga diskusi bareng peserta. Harapannya, sepulang dari China para dosen bisa langsung menerapkan ilmunya. Sekaligus ikut mendorong transformasi pendidikan di Indonesia. *bae [17.53, 24/4/2026] Baihaqi Annizar - Jateng Today: Dosen FAI Unwahas dan peserta lain ikut pelatihan AI di Wuhan, China.
Pendidikan

Dengar Wuhan Ingat Covid-19? Dosen Unwahas Terbang ke Sana Dalami AI untuk Ngajar

April 26, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kemarau Panjang Ngintip Jateng, Ada Yang Sampai Sembilan Bulan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?