Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Semarang Bicara Toleransi: Agustina dan Sinta Nuriyah Kirim Pesan Harmoni
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Semarang Bicara Toleransi: Agustina dan Sinta Nuriyah Kirim Pesan Harmoni

Ramadan biasanya identik dengan masjid dan musala. Tapi di Semarang, sahur justru digelar di pura. Bukan sekadar beda lokasi, tapi beda makna: toleransi nggak cuma slogan, tapi dipraktikkan langsung di ruang ibadah umat lain.

T. Budianto
Last updated: Februari 24, 2026 5:05 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
SAHUR DI PURA: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bersama Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid menghadiri sahur bersama di Pura Agung Giri Natha, Semarang saat Ramadan lalu. (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pemkot Semarang kembali menegaskan komitmennya menjaga harmoni sosial lewat sahur bersama tokoh nasional Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid di Pura Agung Giri Natha, Selasa (24/2/2026).

Momentum sahur Ramadan di rumah ibadah umat Hindu itu jadi simbol kuat bahwa keberagaman di Kota Semarang bukan cuma jargon di baliho, tapi hidup dalam praktik sehari-hari.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan, harmoni sosial adalah fondasi pembangunan kota. Ia menyebut, posisi Semarang yang masuk tiga besar nasional Indeks Kota Toleran bukan sekadar angka, tapi hasil dari kerja kolektif menjaga ruang aman bagi semua.

Baca juga: Imlek dan Ramadan Datang Bersamaan, Agustina: Momentum Perkuat Toleransi

“Harmoni ini tidak hadir dengan sendirinya. Harmoni dibangun dari kesediaan saling memahami, keberanian menerima, dan komitmen menempatkan kemanusiaan di atas perbedaan,” ujarnya.

Menurut Agustina, toleransi berarti memastikan setiap warga bisa beribadah tanpa rasa takut atau curiga. Perbedaan, katanya, harus hadir dalam suasana hangat dan saling menghormati.

Tak hanya soal lintas iman, Pemkot juga mendorong inklusivitas lewat pembangunan Rumah Inspirasi Disabilitas. Dari 16 kecamatan, tujuh rumah inspirasi sudah beroperasi sebagai ruang bertemu, belajar, dan tumbuh bagi penyandang disabilitas. “Setiap kecamatan akan punya ruang yang setara bagi seluruh warga, termasuk teman-teman difabel,” tegasnya.

Merawat Persaudaraan

Sementara itu, Sinta Nuriyah mengingatkan bahwa Indonesia memang lahir dari kemajemukan. Kegiatan sahur lintas komunitas yang ia jalankan selama ini adalah upaya merawat persaudaraan.

“Indonesia itu majemuk. Puasa mengajarkan akhlak dan budi pekerti luhur,” ujarnya. Ia mengutip pesan yang kerap disampaikannya: lita’arafu, untuk saling mengenal, menghormati, dan menghargai, bukan untuk bertengkar.

Baca juga: Forpela Resmi Lahir, Agustina: Perempuan Harus Jadi Penjaga Toleransi Kota

Nilai jujur, adil, sabar, ikhlas, dan saling menghormati, menurutnya, adalah fondasi agar masyarakat bisa hidup berdampingan dalam damai. Kegiatan sahur ini dihadiri unsur Forkopimda, tokoh lintas agama, serta komunitas disabilitas. Suasana yang terbangun terasa cair dan terbuka, tanpa sekat, tanpa jarak.

Di tengah dunia yang sering gaduh karena perbedaan, sahur di pura ini seperti pengingat sederhana: kota yang besar bukan cuma yang gedungnya tinggi, tapi yang warganya mau duduk satu meja meski berbeda keyakinan. (tebe)

You Might Also Like

Besok Minggu Jalanan Semarang Disulap Jadi Panggung Budaya

Ngeri! Detik-detik Bangunan Ponpes Al Adalah Ambruk Ditelan Tanah Gerak di Tegal

Mitigasi Rob Tambak Lorok, Saluran Air hingga Tanggul Retak bakal Diperbaiki

Respati Buka Imlek Run, Solo Disulap Jadi Kota Penuh Energi Tahun Kuda Api

Sambut Pasar PLTS Atap Makin Luas, PLN Icon Plus Pertajam Strategi lewat PV Academy

TAGGED:agustina wilujengheadlinepemkot semarangsinta nuriyah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bank Pasar Semarang Digoyang Kredit Nakal, Negara Rugi Rp5,2 Miliar
Next Article El Mencho Tewas, Meksiko Mendadak Mencekam Total

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Isu Rusuh Agustus Jilid II, Publik Diminta Waspada

Hanura Desak Prabowo Kejar Dalang Karhutla

Budai Award 2026 untuk Gus Yasin

Kacamata Pintar Jadi Alat Bully, Tren TikTok Disorot

HP Murah Makin Seret, Harga Memori Jadi Biang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung pemerintah sebenarnya punya niat baik: anak sekolah kenyang, cerdas, dan sehat. Tapi realitanya, justru banyak siswa keracunan massal di berbagai daerah. Programnya keren di pidato, tapi di lapangan? Bisa bikin perut mules berjamaah.
Pendidikan

Maraknya Keracunan MBG, Begini Kata Ahli UGM

Oktober 6, 2025
Info

Tebang Pohon Sembarangan, Siap Ganti Seribu Pohon

Agustus 2, 2026
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo.
Hukum

BREAKING NEWS: Kader Gerindra Bupati Tulungagung Terjaring OTT KPK

April 11, 2026
Ekonomi

Investor Australia Siapkan Investasi 350 Juta Dollar AS di Batang

Agustus 3, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Semarang Bicara Toleransi: Agustina dan Sinta Nuriyah Kirim Pesan Harmoni
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?