BACAAJA, JAKARTA- Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, bilang perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini harus jadi refleksi kebangsaan. Bukan sekadar perayaan budaya, tapi momentum buat saling dukung di tengah situasi global yang lagi nggak santai dan bencana alam yang masih terjadi di sejumlah daerah.
“Gotong royong itu karakter bangsa. Dalam semangat Imlek, mari pererat persaudaraan, bantu saudara kita yang kena bencana. Imlek bukan cuma seremoni, tapi momen memperkuat persatuan dan toleransi,” kata Hasto dalam keterangannya, Selasa, (17/2/2026).
Baca juga: Kritik Dewan Perdamaian Trump, PDIP: Perdamaian Palestina Harusnya Lewat PBB
Menurutnya, Indonesia berdiri di atas fondasi Bhinneka Tunggal Ika. Artinya, siapa pun latar belakangnya, suku, agama, ras, budaya punya hak dan tanggung jawab yang sama buat bikin negeri ini maju.
PDIP, kata dia, konsisten mendukung kebebasan beragama dan pelestarian budaya sebagai bagian dari identitas nasional. Ruang kebangsaan harus tetap inklusif, toleran, dan berkeadilan sosial.
Pesan Megawati
Hasto juga mengutip pesan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang selalu menekankan pentingnya semangat “Indonesia untuk semua”. Ia menegaskan bahwa Indonesia dibangun dengan gotong royong seluruh elemen bangsa, termasuk kontribusi besar etnis Tionghoa.
Baca juga: PDIP Rombak Kursi Kader di DPR, Rieke ‘Oneng’ Sekarang di Komisi Ini
Di akhir pernyataannya, Hasto menyampaikan harapan agar Imlek 2026 membawa keberkahan, kesehatan, dan kemajuan bagi seluruh rakyat Indonesia. “Semoga kita diberi kekuatan untuk terus bekerja demi kesejahteraan rakyat dan kejayaan Indonesia. Gong Xi Fa Cai,” ujarnya.
Karena pada akhirnya, semangat Imlek bukan cuma soal amplop merah yang bikin senyum lebar, tapi juga soal tangan yang saling menggenggam saat keadaan lagi nggak baik-baik saja. Kalau angpao bisa dibagi, masa solidaritas enggak? (tebe)


