Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pengangguran RI Masih 7,35 Juta, SMK Paling Banyak
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Pengangguran RI Masih 7,35 Juta, SMK Paling Banyak

Angkanya memang turun, tapi jangan keburu lega. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan masih ada jutaan orang Indonesia yang belum punya kerjaan. Dan soal siapa yang paling banyak nganggur, jawabannya agak bikin mikir: bukan cuma lulusan SMK, sarjana pun ikut antre.

T. Budianto
Last updated: Februari 6, 2026 5:07 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
Ilustrasi Pencari Kereja di Indonesia.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia per November 2025 mencapai 7,35 juta orang. Angka ini turun sekitar 109 ribu orang dibandingkan Agustus 2025.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, penurunan ini menandakan ada perbaikan di pasar tenaga kerja, meski tantangannya masih besar. “Jumlah orang yang menganggur pada November 2025 sebanyak 7,35 juta orang atau turun sebesar 0,109 juta orang dibandingkan Agustus 2025,” ujar Amalia dalam konferensi pers, Kamis (5/2/2026).

Dalam laporan Berita Resmi Statistik: Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia November 2025, BPS mendefinisikan pengangguran sebagai penduduk usia 15 tahun ke atas yang tidak bekerja, tetapi sedang mencari pekerjaan, menyiapkan usaha, sudah diterima kerja namun belum mulai, atau bahkan yang sudah putus asa.

Baca juga: Respati Gandeng Baznas: Zakat Bisa Jadi Senjata Lawan Kemiskinan dan Pengangguran

BPS juga menggunakan indikator Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) untuk melihat seberapa banyak tenaga kerja yang belum terserap pasar kerja. Hasilnya, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tercatat sebagai penyumbang tingkat pengangguran tertinggi, yakni 8,45 persen. Disusul lulusan SMA sebesar 6,55 persen.

Yang menarik, lulusan perguruan tinggi, mulai dari Diploma IV hingga S3 menyumbang TPT sebesar 5,38 persen. Angka ini lebih tinggi dibanding lulusan diploma dan pendidikan dasar.

Jenjang Pendidikan

Berikut daftar tingkat pengangguran berdasarkan jenjang pendidikan: SMK: 8,45 persen, SMA: 6,55 persen, D-IV, S1, S2, S3: 5,38 persen, D-I/II/III: 4,22 persen, SMP: 3,76 persen dan SD ke bawah: 2,29 persen.

Masalah pengangguran lulusan sarjana juga disorot dalam laporan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEB UI. Laporan itu mencatat sekitar 45 ribu lulusan S1 dan 6 ribu lulusan pascasarjana masuk kategori pencari kerja putus asa sepanjang 2025.

Baca juga: DPR Soroti Isu Ojol, Angka Pengangguran Hingga Dampak Perang

Peneliti LPEM FEB UI menilai tren ini bukan sekadar naik-turun angka statistik. Kondisi tersebut dianggap sebagai sinyal adanya masalah struktural di pasar kerja, mulai dari sistem pendidikan, pelatihan, hingga layanan ketenagakerjaan yang belum nyambung dengan kebutuhan dunia kerja.

SMK disiapkan buat siap kerja, sarjana disiapkan buat mikir, tapi di dunia nyata, dua-duanya sama-sama siap… kirim CV. Kalau ijazah makin tinggi tapi peluang tetap segitu-gitu saja, mungkin yang perlu naik level bukan pendidikannya, tapi pasarnya. (tebe)

You Might Also Like

Kunjungi JIDS LPK Hiro, KBRI Tokyo Salut Lihat Semangat Calon Driver Profesional Jepang

Jalur Pantura Semarang Lumpuh Diterjang Banjir

Luthfi: Perang Narkoba Jangan Cuma Seremoni!

Inflasi Jateng: Dari Cabai Pedas sampai Emas, Tantangan dan Harapan di Tangan Luthfi–Yasin

Mahasiswa Undip Penyebar Konten ‘Skandal Smanse’ Terancam DO

TAGGED:angka pengangguranBPSheadlinekemnakertenaga kerja indonesia
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Mahasiswa Jawa dan Cara Inklusif Berteman ala “Jawakarta”
Next Article Pemprov Jaga 1,5 Juta Hektare Sawah di Jateng

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

20 Bidang Spesialisasi di RS Samsoe Hidajat, dari Kandungan hingga Rehabilitasi Medik

Era Baru Nonton Sepak Bola

Kepala Dinkes Jawa Tengah, dr. Zulfachmi Wahab, Sp.PD, Subsp.H.Onk.M(K), FINASIM, saat ditemui di kantornya, Kamis (30/6/2026). (bae)

Kadinkes Jateng: Jam Panjang di PPDS Bagian dari Proses Pendidikan

Lokasi Strategis RS Samsoe Hidajat, Dekat Bandara Ahmad Yani Semarang

Pengamat politik dari Universitas Diponegoro, Nur Hidayat Sardini. (bae)

Banyak Kepala Daerah Terjaring OTT KPK, Pengamat Undip Sorot Lemahnya Pengawasan Internal

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Bus Damri Nyapa Karimunjawa

Januari 13, 2026
Mahasiswa Semarang Raya menggelar aksi demonstrasi, pada Kamis (9/4/2026), mengutuk teror air keras terhadap Andrie Yunus dan menolak kasus tersebut disidangkan di peradilan militer. (dul)
Info

Aktivis: Biar Demo Nggak Chaos, Temui Massa Seperti Ganjar

April 11, 2026
Stasiun Kereta Apik (KA) Klaten.
Info

Akhirnya Adem! Dimediasi Bupati, Ojol-Taksol dan Opang di Stasiun Klaten Sepakat Damai

Januari 13, 2026
Ekonomi

Inggris Datang, Jateng Pamer Inovasi Hijau dan Potensi Wisata

Oktober 23, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pengangguran RI Masih 7,35 Juta, SMK Paling Banyak
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?