BACAAJA, SEMARANG- PSIS Semarang resmi mendatangkan Mario Fabio Londok untuk memperkuat posisi penjaga gawang di sisa kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026. Kiper berusia 28 tahun itu direkrut dari Persela Lamongan, sekaligus menambah daftar eks penggawa Laskar Joko Tingkir yang kini berseragam biru-putih.
Kedatangan Mario bukan tanpa alasan. PSIS menilai sektor penjaga gawang butuh tambahan tenaga berpengalaman agar pertahanan lebih solid dan nggak gampang goyah.
Asisten Manajer PSIS Semarang, Reza Andhika, menyebut perekrutan ini bagian dari strategi memperkuat kedalaman skuad, terutama di posisi krusial bawah mistar.
Baca juga: Sambut Samba di Tengah: PSIS Akhirnya Punya Denilson
“Hari ini kami mendatangkan lagi pemain lokal yang berposisi sebagai penjaga gawang, Mario Londok. Semoga kehadiran Mario menambah solid dan pengalamannya bisa jadi pelajaran untuk kiper-kiper muda kami,” kata Reza dalam keterangan resmi, Senin (5/1/2026).
Kehadiran Mario membuat persaingan di bawah mistar gawang semakin ketat dan itu justru yang diharapkan manajemen. Saat ini, PSIS sudah memiliki tiga kiper lain yakni Rizky Darmawan, Raka Octa, dan Lalu Rizki.
Jam Terbang
Mario Londok sendiri bukan nama baru di sepak bola nasional. Sebelum berseragam PSIS, ia sudah malang melintang membela sejumlah klub Tanah Air seperti Barito Putera, Persiraja Banda Aceh, PSBS Biak, hingga terakhir Persela Lamongan. Bahkan, ia sempat membawa PSBS Biak promosi ke Liga 1 musim 2024/2025.
Mario menjadi bagian dari gelombang pemain anyar PSIS pada putaran kedua musim ini. Sebelumnya, klub asal Kota Atlas itu sudah mendatangkan Fahmi Al Ayyuhbie, Wawan Febrianto, Ocvian Chanigio, serta trio pemain berpengalaman Alberto Goncalves, Esteban Vizcarra, dan Otavio Dutra. Nama lain seperti Gustur Cahyo, Tegar Infantrie, Aldair Simanca, Rafinha, hingga Denilson juga sudah lebih dulu merapat.
Baca juga: Akhirnya Datang Juga! Beto Goncalves Resmi Jadi Mesin Gol Baru PSIS
Dengan tambahan amunisi ini, PSIS optimistis bisa tampil lebih rapat dan konsisten di fase akhir kompetisi. Kalau pertahanan masih suka bocor, setidaknya sekarang PSIS sudah nambah kunci cadangan. Tinggal satu PR: jangan sampai gawangnya salah dikunci sendiri. (tebe)


