Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Minum Obat 3×1 Jangan Asal, Jamnya Ada Aturan, Ini Kata Guru Besar UGM
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tips

Minum Obat 3×1 Jangan Asal, Jamnya Ada Aturan, Ini Kata Guru Besar UGM

Di lapangan, jadwal minum obat sering mengikuti waktu makan. Pagi setelah sarapan, siang setelah makan siang, malam setelah makan malam. Jamnya pun loncat-loncat.

Nugroho P.
Last updated: Desember 29, 2025 1:46 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Perhatikan jam minum obat, jangan ngasal biar cepat pulih.
SHARE

BACAAJA, YOGYAKARTA – Banyak orang merasa sudah benar saat minum obat tiga kali sehari. Pagi, siang, malam. Selesai. Padahal, urusan jam minum obat 3×1 tidak sesederhana itu.

Di lapangan, jadwal minum obat sering mengikuti waktu makan. Pagi setelah sarapan, siang setelah makan siang, malam setelah makan malam. Jamnya pun loncat-loncat.

Misalnya pagi minum obat jam 08.00, siang jam 12.00, lalu malam baru diminum jam 20.00. Sekilas terlihat rapi, tapi jaraknya jauh dari ideal.

Guru Besar Fakultas Farmasi UGM, Prof. apt. Zullies Ikawati, mengingatkan bahwa aturan 3×1 bukan soal tiga kali minum saja. Ada logika ilmiah di baliknya.

“3×1 itu artinya satu tablet diminum tiga kali sehari supaya kadar obat di tubuh tetap stabil,” jelas Zullies.

Stabil di sini kuncinya ada di jarak waktu. Idealnya, obat 3×1 diminum setiap kurang lebih delapan jam sekali.

Hitungannya sederhana. Satu hari 24 jam dibagi tiga, hasilnya delapan jam. Itulah jarak emasnya.

Kalau tidak bisa pas delapan jam, masih ada toleransi. Jarak 7 sampai 9 jam masih aman, asal tidak terlalu mepet dan tidak terlalu lama.

Yang penting, jam minumnya konsisten. Tidak harus sama persis setiap hari, tapi polanya jangan berubah-ubah drastis.

Zullies memberi contoh jadwal yang lebih masuk akal. Pagi sekitar jam 06.00–07.00, siang jam 14.00–15.00, malam jam 22.00–23.00.

Kalau minum obat jam 07.00, lalu 15.00, dan 23.00, itu masih dinilai rapi dan teratur.

Biar lebih realistis dengan waktu tidur, bisa juga pakai selang tujuh jam. Misalnya jam 06.00, 13.00, dan 20.00.

Masalah muncul kalau jaraknya terlalu dekat. Obat bisa menumpuk di tubuh dan memicu efek samping.

Efeknya bisa berupa mual, pusing, sampai iritasi lambung. Ini sering terjadi tanpa disadari.

Sebaliknya, kalau jaraknya terlalu jauh, kadar obat keburu turun. Akibatnya, obat jadi kurang bekerja.

Penyakit pun bisa lebih lama sembuh atau malah kambuh lagi.

Pada antibiotik, minum obat tidak teratur bisa bikin kuman tidak mati sempurna. Risiko terburuknya, kuman jadi kebal.

Untuk penyakit kronis seperti darah tinggi, diabetes, atau asma, jam minum obat yang berantakan bisa bikin kondisi sulit dikontrol.

Karena itu, Zullies mengingatkan pasien agar tidak mengubah-ubah jadwal minum obat sesuka hati.

Kalau sudah diresepkan 3×1, patuhi polanya. Pasang alarm kalau perlu.

Minum obat bukan cuma soal rajin, tapi juga soal timing. Jam yang tepat bikin obat bekerja maksimal dan tubuh lebih cepat pulih. (*)

You Might Also Like

Dari Proyek Ke Kampus, Jalan Nekat Berbuah Prestasi

Jangan Salah Taruh Cermin di Kamar, Bisa Ganggu Tidur dan Energi Positif!

Belum Nikah? Tetap Bisa Punya KK Sendiri

Mata Sembap Habis Nangis? Lima Trik Ini Bikin Fresh Lagi

Remaja SMP Sudah Pakai Skincare, Ini Resikonya

TAGGED:minum obatobatpakar UGMugm
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jangan Salah Paham, Lima Operasi Ini Tak Ditanggung BPJS
Next Article Mangrove Ditanam Bareng, Bengawan Donan Dijaga dari Abrasi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

RESMIKAN PONPES--Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI, Reda Manthovani, merangkul santri tunanetra dalam acara peresmian Pondok Pesantren Sahabat Mata di Semarang, Selasa (29/9/2026). (ist)

Pesantren Khusus Tunanetra di Semarang, Santri Dibekali Keterampilan

DITUNTUT BERALAH: Bupati Cilacap nonaktif Syamsul Auliya Rachman dituntut bersalah dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (29/9/2026). (bae)

Bupati Cilacap Dituntut 7 Tahun Penjara, Hak Dipilih Dicabut 3 Tahun

Lisa Punya Bayi Lagi, Anak Gajah Lahir Sehat

Siswa Sekolah Rakyat Tak Kuat Tinggal di Asrama, Pilih Mundur

172 PPDS Unair Tumbang Usai Santap Makanan Pradik

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Dikira Bikin Rematik, Mandi Malam Malah Banyak Disalahpahami Orang

Mei 8, 2026
Tips

Dokter Cantik Sebut Cara Sahur Bumil Biar Awet Kenyang saat Puasa

Februari 17, 2026
Tips

Tips Mudik Pakai Mobil Listrik, Gaspol Tanpa Drama

Maret 3, 2026
Tips

Pompa ASI Jadi Senjata Andalan, Bikin Busui Bisa Menyusui Lebih Panjang

September 16, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Minum Obat 3×1 Jangan Asal, Jamnya Ada Aturan, Ini Kata Guru Besar UGM
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?