Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kemenkeu Tepuk Meja, Isu Purbaya Dalang Duit Korupsi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Kemenkeu Tepuk Meja, Isu Purbaya Dalang Duit Korupsi

Isu ini mencuat setelah akun @wijaya27071 mempertanyakan penyitaan uang triliunan rupiah oleh aparat penegak hukum. Terutama terkait penyerahan dana Rp6,62 triliun dari Satgas Penertiban Kawasan Hutan dan Kejaksaan Agung.

Nugroho P.
Last updated: Desember 29, 2025 1:30 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Kementerian Keuangan angkat suara soal isu yang ramai berseliweran di media sosial. Kabar yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai dalang di balik penyitaan uang hasil korupsi ditegaskan tidak benar.

Melalui kanal resmi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), Kemenkeu menyatakan unggahan akun Instagram @wijaya27071 masuk kategori hoaks. Informasi itu dinilai menyesatkan dan berpotensi membingungkan publik.

“Berita yang menyatakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai mastermind penyitaan duit korupsi adalah tidak benar,” tulis akun X @PPIDKemenkeu, Minggu, 28 Desember 2025.

Kemenkeu juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada dan tidak mudah percaya pada narasi yang mengatasnamakan pejabat negara tanpa dasar jelas.

Isu ini mencuat setelah akun @wijaya27071 mempertanyakan penyitaan uang triliunan rupiah oleh aparat penegak hukum. Terutama terkait penyerahan dana Rp6,62 triliun dari Satgas Penertiban Kawasan Hutan dan Kejaksaan Agung.

Dana tersebut diserahkan secara simbolis pada Rabu, 24 Desember 2025. Acara itu disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, Jaksa Agung ST Burhanuddin, serta Menkeu Purbaya di kantor Kejaksaan Agung.

Uang rampasan tipikor itu berasal dari pemulihan kerugian negara. Kasusnya antara lain terkait izin ekspor CPO dan izin impor gula di Kementerian Perdagangan.

Namun akun tersebut menggiring opini lain. Ia menuding penyitaan dana baru dilakukan setelah Purbaya menjabat, bahkan menyebut adanya “surat sakti” yang diklaim tak pernah terbit.

Narasi itu juga membandingkan dengan kasus besar lain seperti tata kelola minyak mentah di Pertamina dan perkara timah di PT Timah Tbk, yang disebut-sebut tak terlihat hasil rampasannya.

Kemenkeu menegaskan, klaim tersebut tidak berdasar. Penindakan hukum dan penyitaan aset sepenuhnya merupakan kewenangan aparat penegak hukum, bukan Menteri Keuangan.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Kemenkeu menyebut dana Rp6,62 triliun itu akan masuk sebagai penerimaan negara bukan pajak atau PNBP.

Rinciannya, Rp2,34 triliun berasal dari denda administratif kehutanan yang ditagih Satgas PKH. Sisanya, Rp4,28 triliun merupakan uang rampasan kasus korupsi yang ditangani Kejaksaan Agung.

Purbaya menjelaskan, dana tambahan itu akan diatur pemanfaatannya oleh pemerintah. Opsinya beragam, mulai dari menambah anggaran penanggulangan bencana hingga menambal defisit APBN.

“Bisa dipakai mengurangi defisit, tapi tidak semuanya. Nanti kita desain untuk mendorong pembangunan,” kata Purbaya kepada wartawan.

Ia juga membuka peluang penggunaan dana tersebut untuk belanja APBN 2026. Namun prioritas awal tetap pada stabilitas fiskal tahun berjalan.

Seiring penyerahan dana itu, Satgas PKH juga menyerahkan kembali kawasan hutan tahap kelima dengan luas hampir 897 ribu hektare.

Selama sepuluh bulan, satgas ini mengklaim telah menguasai kembali 4,08 juta hektare lahan. Angka itu disebut mencapai 400 persen dari target awal.

Nilai indikasi lahan yang kembali ke negara ditaksir lebih dari Rp150 triliun. Lahan tersebut diserahkan ke kementerian terkait dan BUMN untuk dikelola sesuai peruntukan.

Kemenkeu pun menutup klarifikasi ini dengan pesan tegas. Masyarakat diminta tidak terjebak opini liar, apalagi yang dibungkus narasi sensasional tanpa data. (*0

You Might Also Like

Wali Kota Semarang Dorong Koperasi Merah Putih Jadi “Gudang Kulakan” Kios Warga

Bank Jateng Diminta Push KUR: Cara Luthfi Tekan Pinjol

Luthfi Warning BUMD: Kreatif atau Dievaluasi!

Expo Jamnas 1 Jatam: MPM PWM Jateng Bawa Beras Premium dan Benih Padi Tahan Lahan Kering

Harga BBM di Jateng Turun! Dompet Auto Senyum di Tahun Baru

TAGGED:gebrakan purbayakemenkeupurbaya
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ambulans Meluncur ke Sumatera, PDIP Bawa Tenaga Medis
Next Article Jangan Salah Paham, Lima Operasi Ini Tak Ditanggung BPJS

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pelatih Basket Jateng Diduga Aniaya Pemain, Perbasi Turun Tangan

Luthfi Ingin Bank Jateng Jadi “Bank Sejuta Umat”

HUT ke-81 RI, Naik Trans Jateng Cuma Bayar 19 Persen

Bukan Sekadar Aspal, Ini Sebab Jalan Majapahit Cepat Rusak

Tradisigila Belum Mau Pulang: Street Love Memories Jadi Album Ketiga yang Penuh Cinta

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Rawit Lagi “Pedas”, Pemprov Gelontor Tiga Ton ke 15 Daerah

Februari 25, 2026
ISI BBM - Ilustrasi pelanggan mengisi BBM di SPBU.
Ekonomi

Resmi! BBM Pertamax Ikut Melambung Tinggi, Jadi Rp16.250 dari Sebelumnya Rp12.300

Juni 10, 2026
Ekonomi

Sabar, UMP-UMK Jateng 2026 Bakal Diketok 24 Desember

Desember 17, 2025
CINCAU KERING - Kepala Karantina Jateng, Hari Yuwono Ady, menunjukkan daun cincau kering yang jadi primadona baru komoditas ekspor Jateng. (dul)
Ekonomi

Primadona Baru Ekspor Jateng, Daun Cincau Kering Makin Diminati

Juli 17, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kemenkeu Tepuk Meja, Isu Purbaya Dalang Duit Korupsi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?