Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bayi di Aceh Makan Mi Instan, Wartawan Menangis Saksikan Anak-anak Kelaparan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Bayi di Aceh Makan Mi Instan, Wartawan Menangis Saksikan Anak-anak Kelaparan

R. Izra
Last updated: Desember 18, 2025 8:32 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
Ilustrasi warga korban bencana tidur berdesakan di tenda pengungsian.
Ilustrasi warga korban bencana tidur berdesakan di tenda pengungsian.
SHARE

BACAAJA, ACEH – Presiden Prabowo Subianto bilang kondisi di Sumatera membaik. Faktanya di lapangan, banyak yang bisa bikin kita menangis.

Di Aceh, data sementara menyebut puluhan ribu anak terdampak, bahkan hampir 100 ribu anak kehilangan tempat tinggal di 18 kabupaten/kota.

Itu baru di Aceh. Ya ya hanya di Aceh, belum dua provinsi lain: Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumatera Utara (Sumut).

Bacaaja: Prabowo Ancam Copot Pejabat yang Tak Becus Kerja! Wah Banyak itu Pak!
Bacaaja: Prabowo Pengin Papua Jadi Kebun Sawit, Gak Belajar dari Bencana Sumatera?

Koordinator Yayasan Geutanyoe, Nasruddin, menyebut kondisi di lapangan jauh dari kata layak.

Banyak bayi dan balita terpaksa bertahan hidup dengan mi instan, karena makanan bergizi dan susu formula nyaris tak tersedia.

“Hampir 100 ribuan anak kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang. Lebih menyedihkan lagi, bayi dan anak-anak cuma dikasih mi instan buat bertahan hidup. Ini nggak seharusnya terjadi,” ujar Nasruddin, Selasa (16/12/2025).

Tim Yayasan Geutanyoe yang turun langsung ke lokasi menyaksikan sendiri kondisi memilukan itu. Bayi-bayi menangis karena susu formula kosong, sementara orang tua kebingungan mencari alternatif.

“Kami lihat sendiri anak-anak cuma bisa menangis. Susu nggak ada, makanan bergizi nggak tersedia. Mi instan jadi pilihan terakhir,” katanya.

Darurat gizi

Yayasan Geutanyoe mendesak agar bantuan untuk bayi dan balita jadi prioritas utama. Mulai dari susu formula, makanan pendamping ASI, hingga perlengkapan bayi seperti popok dan selimut.

“Anak-anak butuh nutrisi cukup buat tumbuh. Mi instan jelas nggak cukup,” tegas Nasruddin.

Selain masalah pangan, bencana ini juga bikin anak-anak kehilangan akses sekolah, layanan kesehatan, dan rasa aman. Kondisi ini berisiko menimbulkan dampak jangka panjang, bukan cuma fisik tapi juga mental.

Tak hanya makanan, anak-anak korban bencana juga butuh dukungan psikologis. Trauma akibat banjir dan kehilangan rumah membuat banyak anak mengalami tekanan emosional.

Di tengah banjir dan longsor, satu hal yang nggak boleh ikut hanyut: masa depan anak-anak Aceh.

Bikin wartawan yang liputan menangis

Suasana siaran langsung CNN Indonesia dari Aceh mendadak berubah sendu. Di tengah laporan banjir dan longsor yang sudah lebih dari sepekan melanda, reporter Irine Wardani tak sanggup lagi menahan emosi. Suaranya bergetar, matanya berkaca-kaca, dan tangis pun pecah di layar, Rabu (17/12/2025).

Irine mengungkapkan kelelahan batin setelah lebih dari seminggu berada di Aceh bersama juru kamera Urip Handoyo. Yang paling bikin nyesek: kondisi warga nyaris tidak berubah.

“Lebih dari seminggu saya dan rekan saya berada di Aceh, tidak ada perubahan,” kata Irine dengan suara tertahan.

Irine menyebut, salah satu alasan Pemerintah Aceh menyurati UNDP dan UNICEF untuk meminta bantuan internasional adalah karena situasi kemanusiaan yang belum tertangani maksimal.

“Masih banyak anak-anak di sana yang tidak makan,” ucap Irine sambil menunjuk area pengungsian saat siaran berlangsung.

“Kami dititipkan pesan sebagai jurnalis agar memberitakan yang sebenarnya soal Aceh. Ini berat buat kami,” katanya.

Tangis seorang jurnalis di lokasi bencana jadi pengingat keras: di balik data, grafik, dan konferensi pers—
ada anak-anak yang lapar, ada warga yang putus asa, dan ada jeritan yang belum sepenuhnya didengar.

Dan hari itu, jeritan itu terdengar jelas—lewat suara yang bergetar di layar kaca.

Di sisi pemerintah, Presiden Prabowo Subianto terus-terusan bilang: kondisi Aceh, Sumbar, dan Sumut telah membaik. Namun, fakta di lapangan berbicara sebaliknya, Pak Presiden! (*)

You Might Also Like

Raja Otomotif Jateng-DIY Luncurin Veloz Hybrid 300 Jutaan

Menhaj Gus Irfan: Calhaj Wajib Sehat, Gak Lolos Tes Kesehatan Bisa Dipulangkan

Diperiksa KPK di Polda Jatim, Khofifah Tegaskan Penyaluran Dana Hibah Sesuai Prosedur

Seratus Dapur MBG Hilang Jejak, Titiknya Bikin Publik Geleng Kepala Terus

“Jangan Sampai Ping Telu!”, Luthfi: Pengadaan Barang-Jasa Harus Transparan

TAGGED:acehanak-anak kelaparancnnheadlinekorban bencana sumaterawartawan menangis
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Olahraga Tetap Penting, Tapi Penderita Jantung Jangan Asal Gas
Next Article Sohib Messi Runtuhkan Ambisi Rizky Ridho Raih Puskas Award 2025

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PERTAJAM STRATEGI - PLN Icon Plus menyiapkan strategi dengan memperkuat kemampuan tim dalam membaca pasar, memahami kebutuhan pelanggan, hingga mengubah peluang menjadi rencana bisnis.

Sambut Pasar PLTS Atap Makin Luas, PLN Icon Plus Pertajam Strategi lewat PV Academy

TAK BERJARAK - Bupati Temanggung, Agus Setyawan (Agus Gondrong) ngobrol akrab bersama warga pada Festival Lembutan Bansari ke-7 Tahun 2026 di Desa Gentingsari, Kecamatan Bansari, pada Sabtu (8/8/2026) pagi.

Cara Bupati Temanggung Jamin Kesehatan Warga: Balinkes Sediakan Bantuan Hingga Rp2,4 Juta per Orang

PESTA BUAH--Gajah Sumatera di Semarang Zoo bernama Zella menyantap tumpengan buah saat Hari Gajah Sedunia. (ist)

Hari Gajah Sedunia, Zella Semarang Zoo Pesta Tumpengan Buah

PENGUKUHAN PASKIBRAKA--Anggota Paskibraka 2026 memberi hormat kepada Wali Kota Semarang saat acara pengukuhan di Ruang Lokakrida Balaikota Semarang, Rabu (12/8/2026). (ist)

27 Paskibraka Semarang Dikukuhkan, Agustina Minta Jadi Agen Anti-Bullying

DUTA BACA--Duta Baca Semarang menerima penghargaan yang digelar dalam acara yang digekar di Gedung Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Rabu (12/8/2026). (ist)

4 Duta Baca Semarang Terpilih, Ada Siswa SD hingga Mahasiswa

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Agustina Apresiasi Aksi Ansor, Banser dan KNPI di Jalur Pantura

Maret 17, 2026
Ilustrasi kayu gelondongan terbawa banjir bandang di Sumatera.
Info

Masinton Blak-blakan, Akui Ribuan Kayu Gelondongan Hasil Pembalakan Liar

Desember 2, 2025
BANTAH TERIMA--Ketua DPRD Cilacap, Taufik Nurhidayat membantah menerima uang di kasus TPPU BUMD Cilacap. Ia mengatakan itu di sidang Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (10/6/2026). (bae)
Hukum

Dituding Kebagian Uang Korupsi Rp2 M, Ketua DPRD Cilacap: Enggak!

Juni 11, 2026
Sirkular

Nggak Mau Byar-Pet, KITB Disuntik 180 MW Energi Hijau

Februari 28, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bayi di Aceh Makan Mi Instan, Wartawan Menangis Saksikan Anak-anak Kelaparan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?