Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Labuan Bajo Panas Lagi, Gara-Gara Seafood Rp16 Juta
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Viral

Labuan Bajo Panas Lagi, Gara-Gara Seafood Rp16 Juta

Kabar soal makan seafood Rp16 juta pun langsung viral di media sosial. Banyak netizen yang menilai, momen seperti ini bisa bikin wisatawan kapok datang lagi ke Labuan Bajo.

Nugroho P.
Last updated: November 3, 2025 3:24 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Ilustrasi seafood.
SHARE

BACAAJA, LABUAN BAJO – Awalnya cuma mau makan santai bareng rombongan, tapi malam itu berubah jadi momen yang bikin kening berkerut. Rombongan travel yang tengah menikmati seafood di Kawasan Kuliner Kampung Ujung, Labuan Bajo, mendadak syok usai tahu tagihan mereka tembus Rp16 juta.

Mereka merasa harga yang ditagih terlalu mahal dan tidak masuk akal. “Kami minta dihitung ulang, akhirnya turun jadi Rp11 juta, tapi tetap saja ini contoh yang nggak baik,” kata Ketua Umum ASTINDO, Pauline Suharno.

Pauline yang mendampingi rombongan berisi sekitar 20–30 orang itu kecewa, apalagi nota pembayaran cuma ditulis tangan. “Kita ini taat pajak, tapi ingin tahu uang pajak itu benar-benar disetor atau enggak,” ujarnya.

Ia juga menyayangkan perlakuan pedagang yang dianggap kurang transparan sejak awal. Menurutnya, harga makanan seharusnya dijelaskan sebelum pesanan dihidangkan, bukan setelah semuanya ludes disantap.

Pauline menegaskan, wisatawan lokal seharusnya mendapat perlakuan berbeda dengan turis asing. “Kami ini turis domestik, bukan bule. Mestinya ada harga yang wajar,” tambahnya.

Kabar soal makan seafood Rp16 juta pun langsung viral di media sosial. Banyak netizen yang menilai, momen seperti ini bisa bikin wisatawan kapok datang lagi ke Labuan Bajo.

Namun, versi lain datang dari pedagang seafood berinisial Y, yang disebut sebagai pemilik lapak tempat kejadian itu. Saat ditemui Kompas.com, Kamis (30/10/2025) malam, Y dengan tegas membantah tuduhan ‘getok harga’.

“Apa yang disampaikan itu tidak benar. Semua sudah dijelaskan dari awal, harga per kilo-nya berapa, jenis ikannya apa, semuanya tahu,” ujar Y.

Menurut Y, awalnya ada seorang pria datang sekitar pukul enam sore buat pesan makanan untuk 18 orang. “Saya tanya mau ikan ekspor atau lokal, karena beda harga. Mereka pilih ikan ekspor dan kepiting dari akuarium,” jelasnya.

Harga yang disebut Y pun bukan asal. “Kepiting akuarium Rp350 ribu per kilo, ikan ekspor Rp300 ribu, lobster Rp700 ribu. Semua saya kasih tahu dulu,” katanya.

Saat makanan sedang dimasak, rombongan datang dan menambah pesanan. Jumlah tamu pun naik jadi 26 orang. “Mereka tambah lima kepiting, lima lobster, tiga cumi besar, kerang darah, udang, ikan kuah asam, ikan bakar, dan sayur,” lanjutnya.

Begitu rekap total ditunjukkan, barulah muncul reaksi kaget. “Ada yang bilang saya sembarang kasih harga, padahal semua sudah ditimbang di depan mereka,” ungkap Y.

Untuk membuktikan, Y bahkan memanggil nelayan pemasok ikan yang datang menagih di lokasi. “Saya suruh tanya langsung ke nelayan, dan nelayan bilang harga sesuai standar pengepul,” ujarnya.

Namun, suasana sempat memanas. Salah satu anggota rombongan disebut marah dan mengancam akan memviralkan kasus itu. “Saya bilang silakan, saya punya bukti CCTV dan nota,” ucap Y santai.

Y menegaskan total tagihan sebenarnya Rp15,8 juta termasuk PPN 10 persen, tapi rombongan minta diskon jadi Rp14,3 juta. “Jadi bukan karena salah hitung, tapi karena permintaan diskon,” jelasnya sambil menunjukkan bukti transfer dua kali.

Terkait nota manual, Y menjelaskan bahwa seluruh pedagang di Kampung Ujung memang masih pakai sistem tulisan tangan. “Kita sudah pernah tanya ke dinas soal mesin kasir, katanya masih dalam proses pengadaan,” ujarnya.

Soal pajak, Y juga membantah tudingan tidak setor. “Silakan cek ke Dispenda. Kami semua di sini bayar pajak rutin,” tegasnya.

Menurut Y, pelayanan mungkin terasa lama karena pesanan banyak dan bukan makanan siap saji. “Bayangin aja, 26 orang pesen seafood, nambah berkali-kali, ya pasti butuh waktu,” katanya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat disebut mulai turun tangan menelusuri kisah ini agar tidak mencoreng citra wisata kuliner Labuan Bajo yang sudah mendunia.

Kasus ini jadi bahan refleksi penting, baik untuk pedagang maupun wisatawan. Transparansi harga jelas perlu diperbaiki, tapi wisatawan juga diimbau lebih cermat sebelum memesan.

Di media sosial, warganet masih ramai memperdebatkan siapa yang salah. Sebagian membela pedagang, sebagian lagi memihak wisatawan. Tapi satu hal pasti, Labuan Bajo lagi-lagi jadi perbincangan panas bukan karena pemandangannya, tapi karena bon makannya. Bagaimana jika ini menimpamu bro?

You Might Also Like

Dari Banjarnegara, Suara PPPK Menggema: Tolak Stigma ‘Tenaga Siap Pakai’

Menag Angkat Suara Soal Gus Elham, Kerap Cium Anak-anak Perempuan di Atas Panggung

Layaknya Bom, Ledakan di SMA 72 Bikin Panik, Asap, dan Suara Menggelegar di Tengah Pelajaran

Kasus Sirop Beracun Lagi-Lagi Makan Korban, Kali Ini di India ,  BPOM Indonesia Lakukan Ini 

Momen Kabid Humas Polda Jateng Selamatkan Mobil Mogok di Lintasan Rel KA Madukoro Semarang

TAGGED:labuan bajolabuan bajo viralseafoodseafood viralviral
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Setelah Raja Mangkat, Angin Lembut Keraton Bawa Pesan Rukun
Next Article Banjir Nggak Bisa Diatasi Sendiri, Bro…

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

OMZET MENINGKAT--Kedai Bunzen Coffee di kawasan Alun-Alun Utara Keraton Surakarta dipenuhi konsumen yang habis ikut Soekarno Run SOC 2026. (bae)

Berkah Soekarno Run 2026: UMKM Solo Ketiban Rezeki, Dagangan Laris Sejak Subuh

PAPARAN - Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Andhika Satya Wasistho menyampaikan pemaparan terkait tanggung jawab industri saat Kunjungan Kerja Panitia Khusus DPR RI dalam rangka pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Desain Industri ke Provinsi Jawa Tengah.

Usul Progresif Legislator Muda Andhika Satya: Industri Abaikan Warga dan UMKM Kena Sanksi

KOSTUM UNIK--Pelari bersayap mengikuti Soekarno Run SOC 2026 di Surakarta, Minggu (28/6/2026). (bae)

Peri Bersayap hingga Trio Manekin Ikut Ramaikan Soekarno Run 2026

Kota Semarang Siap Sambut 8.000 Kafilah

MANIFESTO NALAR KRITIS - Wakil Ketua DPRD Jateng M Saleh meminta mahasiswa mengasah nalar kritis agar banjir informasi di era digital tak menjadi bencana. Hal ini disampaikan Saleh dalam latihan keterampilan manajemen mahasiswa di Auditorium Fakultas Kedokteran Kampus II Unwahas Semarang, Sabtu (27/6/2026).

Banjir Informasi Digital, Saleh Minta Mahasiswa Unwahas Asah Nalar Kritis

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Viral

Kisah Mahar Fantastis Mbah Tarman Berujung Rumit, Akhirnya Terkuak Begini Ceritanya

Desember 11, 2025
Viral

Tujuh Tahun Lawan Kanker Ginjal, Vidi Aldiano Meninggal Dunia

Maret 7, 2026
Viral

Viral nan Tragis! Mbah Tarman Nikahi Gadis 24 Tahun, Mahar Cek Rp3 Miliar Ternyata Kosong

Oktober 10, 2025
Viral

Perpanjang SIM Dubai Lebih Cepat Dari Masak Mie Instan

November 22, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Labuan Bajo Panas Lagi, Gara-Gara Seafood Rp16 Juta
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?